
Sejarah Ulang Tahun PSHT diperingati 1 September
Ilmusetiahati.com MADIUN — Ulang Tahun PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) kerap menimbulkan diskusi hangat di kalangan anggota organisasi, pemerhati budaya pencak silat, hingga masyarakat umum terkait kepastian penanggalan resminya. Diskusi ini tidak hanya melibatkan para warga senior dan pengurus pusat PSHT, tetapi juga menarik perhatian tokoh pencak silat Indonesia, akademisi sejarah dari Universitas Negeri Yogyakarta, serta peneliti kebudayaan Jawa yang mengamati perjalanan panjang Ki Hajar Harjo Utomo. Penetapan momentum bersejarah ini menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan identitas keorganisasian, dokumen hukum Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta relevansi nilai pergerakan nasional yang dicetuskan para perintis kemerdekaan di Madiun.
Pijakan Resmi AD/ART Organisasi
Kepastian mengenai tanggal pendirian organisasi pencak silat ini telah termaktub secara legal formal dalam dokumen organisasi. Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSHT periode 2021–2026, tercatat bahwa perintisan awal organisasi dimulai pada 1 September 1922, sedangkan tahapan berorganisasi secara terstruktur dilembagakan pada 25 Maret 1951.
Baca Juga : Tasyakuran PSHTPM Sragen diwarnai Pesta Miras, Ketuanya Marah Anggotanya diciduk Polres
Dua penanggalan tersebut memiliki dimensi fungsional dan historis yang berbeda. Tanggal 1 September 1922 bertindak sebagai tonggak awal perintisan ideologis dan pengajaran ajaran Setia Hati. Sementara itu, tanggal 25 Maret 1951 menandai momentum penting konsolidasi administratif dan kelembagaan dalam bentuk organisasi pergerakan modern di Indonesia post-kemerdekaan.
Konteks Historis 1 September 1922 dan Peran Sarekat Islam
Penetapan tanggal 1 September 1922 dilandasi oleh peristiwa sejarah yang memiliki keterkaitan kuat dengan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Dilansir dari hasil penelusuran sejarah peneliti Setia Hati, Agus Mulyana, momentum tersebut bertepatan dengan dimulainya peran aktif Ki Hajar Harjo Utomo sebagai Sekretaris Sarekat Islam (SI) Cabang Madiun di bawah pimpinan pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto.
Baca Juga :
Melalui jabatan keorganisasian tersebut, Ki Hajar Harjo Utomo yang juga telah diakui sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, mengintegrasikan latihan pencak silat Setia Hati ke dalam program kerja resmi Sarekat Islam. Langkah ini diambil untuk membina mental dan fisik para pemuda dalam melawan penjajahan kolonial Belanda.
“Hari itu tepat pada hari Jumat tanggal 8 Suro, adalah hari di mana Pak Harjo Utomo resmi mulai menjalankan tugasnya sebagai sekretaris Sarekat Islam Madiun di bawah kepemimpinan HOS Cokroaminoto, dan tentunya awal menjalankan program pencak silat SH di tubuh SI dalam program kerja organisasi yang dipimpinnya,” ujar Agus Mulyana dalam catatan penelusuran sejarahnya.
Ditinjau dari kalender tradisional, tanggal 1 September 1922 bersesuaian dengan tanggal 8 Suro dalam penanggalan Jawa atau bulan Muharram dalam kalender Hijriah. Penyesuaian dua sistem penanggalan ini menjelaskan alasan kultural mengapa bulan Suro memiliki kedudukan sacral dan menjadi tradisi tahunan dalam kegiatan peringatan organisasi hingga saat ini.
Transformasi Kelembagaan 25 Maret 1951
Perjalanan Setia Hati menuju pembentukan wadah PSHT melewati berbagai fase adaptasi sejarah politik di Indonesia. Mengutip dari catatan sejarah keolahragaan nasional, sebelum tahun 1951, wadah para saudara Setia Hati berada di bawah perlindungan Keraton Pakualaman melalui organisasi Gabungan Pencak Mataram (Gapema). Wadah ini kemudian bertransformasi menjadi bagian dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Mataram atau Pengurus Daerah Yogyakarta pada tahun 1948.
Memasuki masa pendudukan Jepang pada Maret 1942, para murid dan pengikut melanjutkan aktivitas latihan dengan wadah yang telah memperoleh restu langsung dari Ki Hajar Harjo Utomo atas permohonan Soeratno Sorengpati. Langkah ini diambil guna memenuhi tiga amanat utama pendiri, yaitu:
Melestarikan ajaran pencak silat dan kerohanian Setia Hati secara berkelanjutan.
Mengumpulkan kembali balung pisah atau para anggota yang terpisah akibat dinamika perang.
Membentuk wadah keorganisasian yang kuat, mandiri, dan berbadan hukum.
Proses perancangan tersebut memuncak pada 25 Maret 1951, ketika PSHT secara resmi menetapkan struktur keorganisasian modern. Oleh karena itu, rentang waktu antara tahun 1922 dan 1951 merupakan garis kontinum sejarah yang saling melengkapi, bukan dua hal yang bertentangan.
Meluruskan Kekeliruan Versi 2 September
Di tengah masyarakat dan media sosial, sempat beredar spekulasi mengenai peringatan yang jatuh pada tanggal 2 September. Berdasarkan klarifikasi dokumen AD/ART PSHT 2021–2026 dan rekonstruksi sejarah, tidak ditemukan dasar acuan tertulis yang menunjuk tanggal 2 September sebagai hari perintisan maupun hari jadi keorganisasian.
Baca Juga : Sutrsino Budi : Kekalahan Beruntun Murjoko ada Penghianat di Barisan Punjer Madiun
Penetapan tanggal 1 September 1922 memiliki kronologi peristiwa yang terverifikasi, baik secara administratif maupun melalui pencatatan penanggalan Jawa (8 Suro). Dengan demikian, rujukan resmi organisasi tetap mengacu pada tanggal 1 September untuk memperingati awal perintisan sejarah PSHT.
Tabel Kronologi Sejarah Pembentukan PSHT
| Tahun / Tanggal | Peristiwa Sejarah | Implikasi Organisasi |
| 1 September 1922 (8 Suro) | Ki Hajar Harjo Utomo menjabat Sekretaris SI Madiun | Awal perintisan dan pengintegrasian pencak silat ke program pergerakan. |
| Maret 1942 | Restu Ki Hajar Harjo Utomo atas usul Soeratno Sorengpati | Pembentukan wadah pergerakan di bawah pendudukan Jepang. |
| Tahun 1948 | Integrasi dengan Gapema / IPSI Mataram | Perlindungan dan pengakuan keolahragaan di wilayah Keraton Pakualaman. |
| 25 Maret 1951 | Formalisasi keorganisasian PSHT | Penetapan struktur organisasi modern dan pembakuan AD/ART. |
Perspektif Tambahan: Aspek Hukum dan Warisan Budaya Takbenda
Selain dimensi sejarah internal, kepastian tanggal pendirian ini berdampak pada aspek legalitas dan pengakuan negara. Mengutip dari data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), penetapan histori awal tahun 1922 menjadi dasar penetapan pencak silat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Di samping itu, kepastian acuan AD/ART memberikan perlindungan hukum atas hak kekayaan intelektual (HAKI), nama, serta lambang organisasi. Pengakuan legal ini memperkuat posisi PSHT sebagai salah satu organisasi pencak silat tertua dan terbesar di Indonesia yang berkontribusi dalam pembentukan karakter bangsa sejak masa pra-kemerdekaan.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Kapan tanggal resmi Ulang Tahun PSHT diperingati?
Berdasarkan AD/ART PSHT periode 2021–2026, tanggal perintisan awal PSHT diperingati pada 1 September 1922, sedangkan tanggal pembentukan organisasi secara formal adalah 25 Maret 1951.
2. Mengapa ada yang menyebut Ulang Tahun PSHT jatuh pada tanggal 2 September?
Penanggalan 2 September merupakan bentuk kekeliruan pemahaman di tingkat masyarakat. Dokumen resmi AD/ART serta catatan sejarah pergerakan Ki Hajar Harjo Utomo hanya mencatat tanggal 1 September 1922 sebagai dasar perintisan.
3. Apa hubungan antara peringatan 1 September 1922 dengan bulan Suro?
Pada 1 September 1922, tanggal Masehi tersebut bertepatan dengan tanggal 8 Suro dalam kalender Jawa. Pada hari itu, Ki Hajar Harjo Utomo resmi memulai tugasnya di Sarekat Islam Madiun dan memasukkan pencak silat ke dalam program organisasi.
4. Apakah tanggal 25 Maret 1951 diartikan sebagai hari lahir PSHT yang baru?
Tidak. Tanggal 25 Maret 1951 adalah momentum penataan PSHT ke dalam bentuk organisasi modern, setelah melalui proses perintisan sejak 1922 serta konsolidasi pasca-kemerdekaan.
Peringatan Ulang Tahun PSHT mendasarkan diri pada dokumen resmi AD/ART 2021–2026 serta fakta sejarah yang valid. Penetapan tanggal 1 September 1922 sebagai tonggak perintisan awal dan 25 Maret 1951 sebagai tahapan berorganisasi memberikan pemahaman yang utuh bagi seluruh anggota dan masyarakat dalam menghargai sejarah panjang pencak silat di Indonesia.(windy)
