
Parapatan Luhur 2026 Menentukan Arah Organisasi PSHT, Ketua Umum Ajak Semua Pihak Berikan Gagasan
Ilmusetiahati.com , MADIUN — Parapatan Luhur 2026 resmi dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026 bertempat di Padepokan Agung Madiun, Jawa Timur. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ini menjadi momentum krusial yang mengonsolidasikan struktur Pengurus Pusat, Dewan Pusat, Perwakilan Pusat (Perwapus), 300 lebih pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia, hingga jajaran Pengurus Cabang Khusus yang tersebar di luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, hingga Arab Saudi. Pelaksanaan musyawarah nasional ini dirancang untuk merumuskan kebijakan organisasi, mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, serta menentukan arah strategis pengembangan seni bela diri tradisional Indonesia di era modern.
Baca Juga : Bentrok Perguruan Silat di Tulungagung Pecah, Motor Ludes Dibakar
Mengutip dari arahan resmi publikasi Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate pada 23 Agustus 2026, Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, SH, M.Sc., secara terbuka menyampaikan instruksi strategis kepada seluruh jajaran kepemimpinan di tingkat daerah maupun mancanegara. Dalam arahan tertulis dan siaran video yang diunggah melalui kanal YouTube resmi organisasi, beliau menegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen cabang dalam menyumbangkan pemikiran kolektif demi menjaga keberlanjutan tradisi dan tata kelola organisasi yang transparan.
Instruksi Ketua Umum dan Persiapan Teknis di Padepokan Agung Madiun
Dalam pesannya, Ketua Umum menekankan bahwa kesiapan organisasi di setiap tingkatan menjadi syarat mutlak agar musyawarah dapat berjalan secara kondusif dan akuntabel. Dilansir dari keterangannya pada 23 Agustus 2026, Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, SH, M.Sc. mengimbau seluruh warga dan jajaran pengurus untuk memelihara stabilitas internal jelang pembukaan acara.
“Dalam waktu dekat kita akan menyelenggarakan parapatan luhur yang insyaallah akan diselenggarakan pada tanggal 25 sampai 27 September 2026,” ujar Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, SH, M.Sc. sebagaimana dikutip dari tayangan media publikasi resmi organisasi.
Lebih lanjut, pimpinan tertinggi organisasi tersebut meminta seluruh anggota menjaga keteraturan serta fokus pada persiapan teknis maupun subtansi materi yang akan dibahas di Madiun.
“Kita jaga kondisi sebaik mungkin agar persiapan kita untuk menyelenggarakan perapatan luhur di Padepokan Agung nanti dapat kita selenggarakan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya dalam rilis resmi tersebut.
Padepokan Agung Madiun yang berlokasi di Jalan Seriti No. 10, Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, dipersiapkan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan selama 3 hari berturut-turut. Tempat ini memiliki nilai historis dan kultural sebagai pusat spiritual serta administratif bagi jutaan warga PSHT yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Penjaringan Gagasan dari Cabang Dalam Negeri dan Cabang Khusus Luar Negeri
Salah satu poin utama dalam pelaksanaan musyawarah kali ini adalah dorongan penguatan bottom-up planning, di mana aspirasi dari tingkat akar rumput diserap secara terstruktur. Mengutip dari warta kegiatan pusat tertanggal 23 Agustus 2026, Ketua Umum menginstruksikan agar setiap pengurus daerah tidak hanya hadir sebagai peserta pasif, melainkan membawa konsep pembaharuan yang konkret.
“Saya mengimbau kepada seluruh cabang Persaudaraan Setia Hati Terate dan cabang khusus yang ada di luar negeri untuk secara aktif menyiapkan perapatan luhur ini dengan sebaik-baiknya dengan cara menyampaikan gagasan-gagasan yang cerdas, gagasan yang kreatif untuk kemajuan PSHT ke depan,” jelas Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, SH, M.Sc.
Peran Cabang Khusus Luar Negeri mendapat perhatian khusus mengingat dinamika tantangan pengembangan budaya lokal di kancah internasional. Keberadaan cabang-cabang luar negeri di Asia, Eropa, dan Timur Tengah menuntut penyesuaian regulasi internal, tata kelola lisensi keorganisasian, serta diplomasi kebudayaan yang sejalan dengan hukum di masing-masing negara domisili.
Ketua Umum secara spesifik menggarisbawahi peran para ketua cabang sebagai penanggung jawab utama perumusan usulan dari wilayahnya masing-masing. Dilansir dari sumber tertulis organisasi, beliau menyatakan:
“Saya mengimbau seluruh ketua cabang untuk mempersiapkan diri dalam penyelenggaraan perapatan luhur nanti,” tuturnya.
Materi Strategis dan Agenda Pembahasan Pengurus Pusat
Pengurus Pusat PSHT dilaporkan telah mengompilasi dan menyusun rancangan materi dasar yang akan dibedah selama persidangan. Mengutip dari keterangan pers 23 Agustus 2026, draft materi musyawarah mencakup evaluasi program kerja, penyempurnaan petunjuk pelaksana organisasi, kerangka pengembangan kurikulum keilmuan, hingga strategi penguatan legalitas kelembagaan.
“Pengurus pusat telah menyiapkan materi-materi yang akan dibahas,” ungkap Ketua Umum PSHT dalam penyampaian resminya.
Secara keorganisasian, Parapatan Luhur merupakan pemegang kekuasaan tertinggi yang dilaksanakan secara berkala dalam kurun waktu 5 tahun sekali sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSHT. Dalam forum 5 tahunan ini, peserta majelis yang terdiri dari para utusan cabang resmi memegang hak suara dan hak bicara untuk menentukan keputusan-keputusan strategis organisasi, termasuk penetapan garis-garis besar kebijakan serta struktur kepemimpinan untuk periode berikutnya.
Proses perumusan materi oleh Pengurus Pusat dirancang mengacu pada prinsip transparansi dan tata kelola organisasi modern. Materi-materi tersebut mencakup pengelolaan aset keorganisasian, digitalisasi pendataan keanggotaan, pengembangan prestasi olahraga pencak silat di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), serta pelestarian nilai-nilai ajaran budi pekerti luhur.
Menutup penyampaian resminya, Ketua Umum mengharapkan kerja sama dan komitmen dari seluruh komponen organisasi agar musyawarah berjalan lancar dan menghasilkan keputusan bermutu tinggi bagi masa depan persaudaraan.
“Semoga kita bisa mempersiapkan diri ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, SH, M.Sc. sebagaimana dilansir dari warta resmi publikasi pusat.
Signifikansi Parapatan Luhur dalam Tata Kelola Organisasi Pencak Silat
Pelaksanaan musyawarah nasional pada 25–27 September 2026 di Madiun ini memiliki bobot strategis dalam menjaga integritas struktur organisasi. Sebagai salah satu organisasi pencak silat tertua dan terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, PSHT memerlukan mekanisme pengambilan keputusan yang legitiemat dan partisipatif.
Melalui keterlibatan aktif lebih dari 300 pengurus cabang serta perwakilan cabang khusus luar negeri, Parapatan Luhur berfungsi sebagai wadah penyatuan persepsi teknis dan ideologis. Diskusi yang berlangsung selama 3 hari tersebut diproyeksikan bakal menghasilkan rekomendasi eksternal maupun internal, termasuk penguatan kontribusi PSHT dalam ketahanan budaya nasional dan pembangunan karakter generasi muda melalui olahraga serta seni bela diri.
Dengan kesiapan materi dari Pengurus Pusat dan masuknya gagasan inovatif dari berbagai cabang, pelaksanaan Parapatan Luhur 2026 diharapkan mampu memperkokoh pijakan keorganisasian PSHT dalam menghadapi tantangan globalisasi tanpa mengabaikan akar tradisi persaudaraan yang telah dibangun selama lebih dari satu abad.
Baca Juga : Ksatria! Ketua Panitia Parluh PSHT 2026 Undang Seluruh Pihak Gelar Rekonsiliasi Akbar
FAQ (Frequently Asked Questions)
Q1: Kapan dan di mana Parapatan Luhur 2026 dilaksanakan?
A: Parapatan Luhur 2026 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 25 hingga 27 September 2026 bertempat di Padepokan Agung Madiun, Jawa Timur.
Q2: Siapa yang menyampaikan imbauan persiapan Parapatan Luhur 2026?
A: Imbauan resmi disampaikan oleh Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, SH, M.Sc., melalui publikasi dan kanal YouTube resmi organisasi.
Q3: Siapa saja pihak yang diimbau untuk menyampaikan gagasan dalam Parapatan Luhur 2026?
A: Ketua Umum mengimbau seluruh Pengurus Cabang PSHT di tingkat kabupaten/kota di Indonesia serta seluruh Cabang Khusus PSHT yang berada di luar negeri.
Q4: Apa tujuan utama dari penyelenggaraan Parapatan Luhur dalam struktur organisasi PSHT?
A: Parapatan Luhur merupakan forum musyawarah tertinggi 5 tahunan PSHT yang berfungsi mengevaluasi laporan pertanggungjawaban, membahas penyempurnaan materi dan regulasi organisasi, serta menentukan arah kebijakan strategis organisasi ke depan.
Q5: Apa fokus materi yang disiapkan oleh Pengurus Pusat PSHT?
A: Pengurus Pusat telah menyiapkan materi pembahasan yang meliputi evaluasi program kerja, tata kelola keorganisasian, pengembangan kurikulum keilmuan, digitalisasi keanggotaan, serta penguatan legalitas dan kontribusi kebudayaan.(muji)

Pingback: Bentrok Perguruan Silat di Tulungagung Pecah, Motor Ludes Dibakar