
Munas PB IPSI XVI Tetapkan PSHT yang Sah dibawah Ketum Mas Taufiq
Ilmusetiahati.com – Munas PB IPSI (Musyawarah Nasional) XVI yang diselenggarakan pada tanggal 9 hingga 12 April 2026 menjadi momentum penting dalam sejarah penataan organisasi pencak silat di Indonesia. Dalam forum tertinggi organisasi induk olahraga pencak silat nasional ini, fokus utama tertuju pada penguatan legalitas organisasi anggota serta penyelarasan visi besar membawa pencak silat ke kancah internasional.
Baca Juga : Tak Diundang Munas IPSI, Murjoko CS Ngotot Ingin Ikut
Salah satu agenda krusial yang mengemuka adalah penyerahan Surat Keputusan (SK) pengakuan resmi terhadap kepengurusan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Pengakuan Resmi Kepengurusan PSHT di Forum Nasional
Dilansir dari dokumen pelaksanaan Musyawarah Nasional XVI PB IPSI, pada hari Kamis, 9 April 2026, Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., secara resmi memperoleh legitimasi sebagai Ketua Umum PSHT. Penyerahan SK kepengurusan tersebut dilakukan di tengah agenda Welcome Dinner Munas XVI PB IPSI yang mengusung tema strategis “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”. Mengutip dari laporan kegiatan tersebut, penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Harian PB IPSI, Benny Sumarsono, kepada Muhammad Taufiq yang didampingi oleh Sekretaris Umum, Purwanto Budi Santoso.
Langkah ini dipandang sebagai penegasan administratif yang mengakhiri dualisme serta memberikan kepastian hukum bagi jalannya roda organisasi di internal PSHT. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari jalannya prosesi tersebut, pengakuan ini disaksikan oleh delegasi dari berbagai Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI serta tokoh-tokoh perguruan pencak silat dari seluruh penjuru Indonesia.
Dasar Hukum dan Verifikasi Administratif
Keputusan PB IPSI dalam memberikan pengakuan ini tidak terlepas dari pertimbangan aspek legalitas formal yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengutip dari pernyataan resmi pengurus, terdapat 3 (tiga) poin landasan utama yang menjadi dasar keluarnya SK tersebut:
| No | Poin Utama Keputusan PB IPSI | Penjelasan |
| 1 | Legitimasi Kepemimpinan | Mengakui secara resmi kepengurusan PSHT di bawah kepemimpinan Dr. Ir. Muhammad Taufiq. |
| 2 | Dasar Administrasi Negara | Menetapkan pengakuan berdasarkan legalitas hukum dan dokumen administrasi negara yang sah. |
| 3 | Supremasi Hukum | Menjunjung tinggi hukum serta membuka ruang evaluasi jika terdapat putusan hukum tetap (inkracht) yang berbeda di masa depan. |
Sumber dari verifikasi internal PB IPSI menyatakan bahwa keputusan ini berpedoman pada dokumen resmi negara, termasuk di dalamnya adalah SK pendirian perkumpulan tahun 2025. Dokumen tersebut telah divalidasi sebagai dasar hukum yang kuat untuk menetapkan struktur kepengurusan yang diakui oleh federasi. Penegasan ini menjadi krusial mengingat PSHT merupakan salah satu organisasi pencak silat dengan basis massa terbesar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pembinaan atlet nasional.
Sinergi Menuju Pentas Olimpiade
Penyelenggaraan Munas PB IPSI kali ini tidak hanya berkutat pada persoalan internal organisasi, tetapi juga menitikberatkan pada akselerasi prestasi internasional. Sebagaimana dilansir dari tema utama kegiatan, yaitu “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”, PB IPSI menargetkan pencak silat dapat segera dipertandingkan secara resmi di ajang olahraga tertinggi dunia tersebut.
Eksistensi kepengurusan PSHT yang sah diharapkan dapat memperkuat kontribusi dalam pembinaan atlet-atlet berprestasi. Mengutip dari narasi yang disampaikan dalam prosesi penyerahan SK, disebutkan bahwa:
“SK ini menjadi penanda bahwa PSHT telah memperoleh pengakuan resmi, baik secara hukum negara maupun dari organisasi induk olahraga pencak silat nasional, yaitu PB IPSI.”
Langkah strategis ini menandai babak baru bagi PSHT untuk bergerak aktif bersama PB IPSI dalam menyiapkan infrastruktur prestasi, mulai dari standarisasi pelatihan hingga diplomasi olahraga di level global.
Komitmen dan Visi Kebangsaan PSHT
Sebagai bagian integral dari organisasi induk, PSHT menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh arah kebijakan hasil Munas PB IPSI XVI. Mengutip dari pernyataan tertulis Pengurus Pusat PSHT, organisasi ini menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya asli Nusantara.
Terdapat beberapa pilar visi yang diusung oleh PSHT pasca memperoleh legitimasi resmi ini:
Internasionalisasi: Mengantarkan pencak silat menjadi disiplin yang diakui dan dihormati di kancah global.
Profesionalisme: Mewujudkan tata kelola organisasi yang modern dan bermartabat.
Karakter Luhur: Mencetak pendekar yang memiliki jiwa ksatria sesuai dengan falsafah Memayu Hayuning Bawana.
Dalam pernyataan resminya, kepengurusan PSHT menegaskan loyalitasnya terhadap keutuhan bangsa. Mengutip dari teks komitmen kebangsaan mereka:
“Napas kami adalah persatuan, dan langkah kami adalah pengabdian. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) akan selalu berdiri tegak bersinergi dan mendukung penuh langkah strategis PB IPSI. Sebagai garda terdepan pembela bangsa, kami pantang mundur dan akan selalu pasang badan demi menjaga dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI Harga Mati!”
Harapan dari Penyelenggaraan Munas XVI
Sepanjang rentang waktu 4 (empat) hari penyelenggaraan, mulai dari 9 hingga 12 April 2026, Munas PB IPSI diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan dan kebijakan visioner. Fokus pada transparansi administrasi dan penguatan hukum organisasi menjadi prioritas utama guna menghindari konflik internal yang dapat menghambat prestasi atlet.
Dengan diterbitkannya SK resmi bagi kepengurusan Dr. Ir. Muhammad Taufiq, stabilitas organisasi di tingkat perguruan diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung terhadap persiapan atlet nasional di berbagai ajang multievent mendatang. Pengakuan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk kepercayaan federasi terhadap kepemimpinan yang taat pada konstitusi dan aturan main organisasi.
Baca Juga : Profil Issoebiantoro, Tokoh Sesepuh PSHT yang Kini Mengaku Jadi Dewan Pusat
Keberhasilan penyelenggaraan Munas PB IPSI ini menjadi simbol kebangkitan pencak silat Indonesia yang lebih terorganisir, profesional, dan siap menaklukkan panggung dunia dengan semangat persaudaraan dan keluhuran budi.
.(muji)
