
Diguyu Kodok! Saat Surat Keterangan Domisili Diklaim Jadi Sertifikat Sakti
Ilmusetiahati.com , Madiun —Ada-ada saja kelakuan segelintir oknum gerombolan PSHTPM yang mendadak bikin netizen dan warga Setia Hati Terate geleng-geleng kepala. Baru-baru ini, muncul foto mereka dengan bangganya berpose di depan sebuah spanduk, seolah-olah mau ngasih tahu dunia kalau kubu mereka adalah yang paling legal, paling sah, dan paling punya padepokan.
Tapi lucunya, bukti otentik yang mereka pamerkan ke publik ternyata cuma… Surat Keterangan Domisili. Sontak saja hal ini langsung jadi bahan lelucon di mana-mana. Sejak kapan surat numpang ngontrak atau keterangan domisili dari kelurahan berubah fungsi jadi sertifikat kepemilikan aset? Ada-ada saja rumus hukum versi mereka!
Baca Juga : PSHT Kembali Menang Telak, Mas Taufiq Sah Berpusat di Madiun
Padahal, kalau mau ngomongin bukti otentik, faktanya sudah sangat jelas dan benderang. Padepokan Agung Madiun yang beralamat di Jalan Merak No. 10, Nambangan Kidul, adalah pusat resmi organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Hal ini bahkan sudah diketok palu dalam perkara perdata nomor 292/Pdt.G/2025/PN Blb dan terus diperkuat sampai tingkat banding. Jadi, secara hukum jelas-jelas clean and clear!
Baca Juga : PSHT Surabaya dan Polisi Sepakat Perangi Preman Debt Collector Bersama Sama
Belum lagi urusan kepemilikan aset. Seluruh aset yang ada di dalam kompleks tersebut, termasuk Padepokan Agung Madiun, sepenuhnya berada di bawah penguasaan Yayasan SH Terate dengan nomor AHU-AH.01.06.0060389.
Biar makin paham siapa yang pegang kendali, berikut susunan Dewan Pembina Yayasan SH Terate yang sah:
Ketua: Ir. RB Wiyono (Ketua Majelis Ajar PSHT)
Anggota:
Ir. Eddy Asmanto (Ketua Majelis Luhur PSHT)
Bagus Rizki Dinarwan (Ketua Komisariat Padepokan Agung Madiun)
Harun Sunarso (Ketua 3 Pengurus Pusat PSHT)
Makanya, kalau bikin pencitraan itu pakai data dan hukum yang valid, bos. Jangan cuma bermodal spanduk sama surat domisili terus berharap bisa nge-klaim yang bukan haknya. Kalau nggak, ya siap-siap aja terus diguyu kodok!.(ikrar)
