
Ribuan Masa PSHT Datangi Padepokan Agung Tuntut PSHTPM BUBAR
Ilmusetiahati.com – Padepokan Agung PSHT Pusat Madiun yang berlokasi di Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun, kini menjadi pusat perhatian nasional seiring dengan pengamanan super ketat yang dilakukan aparat kepolisian.
Baca : PSHT DKP Madiun Demo, Tuntut Tolak Parluh PSHTPM 2026
Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya dinamika organisasi internal menjelang agenda besar Parapatan Luhur (Parluh) 2026. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis, 5 Februari 2026, akses menuju jantung organisasi pencak silat terbesar ini diperketat guna menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Kronologi Massa dan Upaya Penyekatan di Pintu Masuk Kota
Ketegangan sempat terjadi ketika sekelompok massa yang diidentifikasi sebagai pendukung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kubu Muhammad Taufiq mencoba memasuki area Padepokan Agung PSHT Pusat Madiun. Melansir informasi dari laporan lapangan Sinergia, massa tersebut bergerak menuju lokasi namun tertahan oleh barikade petugas gabungan.
Aparat Kepolisian Resor Madiun Kota telah melakukan pemetaan strategis dengan melakukan penyekatan di berbagai titik krusial. Beberapa titik penyekatan utama meliputi Jembatan Ngebrak yang menghubungkan Takeran Magetan dengan Josenan Kota Madiun, serta Jembatan Sambirejo Jiwan yang mengarah langsung ke wilayah Kelurahan Nambangan Kidul.
Mengutip pernyataan resmi dari Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyandi, tindakan tegas namun humanis diambil karena pergerakan massa tersebut tidak mengantongi izin pemberitahuan resmi. “Memang ada beberapa massa yang datang mencoba memasuki area padepokan, kita kembalikan. Karena perkumpulan massa tersebut tidak ada pemberitahuan. Kami juga akan memberikan pengamanan saat dikembalikan,” tegas AKBP Wiwin saat memberikan keterangan di lokasi.
Penyebab Dinamika Internal: Penolakan Parapatan Luhur 2026
Aksi massa yang terjadi di sekitar Padepokan Agung PSHT dipicu oleh adanya perbedaan pandangan terkait pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 Februari 2026. Massa dari kubu M. Taufiq menyuarakan keberatan terhadap agenda yang diselenggarakan oleh kubu R. Moerdjoko.
Dilansir dari sumber berita Kris-Sinergia, pihak M. Taufiq menganggap bahwa pelaksanaan Parluh 2026 tersebut tidak sah secara konstitusi organisasi atau ilegal. Ketidaksepahaman ini memicu gelombang aksi massa yang sempat menyebabkan kemacetan di kawasan Jalan Raya Sambirejo-Madigondo. Meski sempat terjadi aksi dorong antara massa dengan personel kepolisian di Jalan Merak, situasi berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan kerusuhan yang meluas.
Pengerahan 1.500 Personel dan Pemasangan Kawat Berduri
Untuk menjamin kondusivitas selama rangkaian Parluh 2026, skala pengamanan di Padepokan Agung PSHT ditingkatkan secara signifikan. Sumber kepolisian menyebutkan bahwa sebanyak 1.500 personel gabungan telah dikerahkan ke titik-titik rawan. Personel ini terdiri dari unsur Polres Madiun Kota, Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Polres jajaran sekitar, serta personel dari Polda Jawa Timur.
Selain unsur TNI dan Polri, pengamanan juga dibantu oleh unsur internal yakni Satgas Sentot Prawirodirdjo dari Paguyuban Pencak Silat Madiun. Merujuk pada data lapangan, pengamanan fisik di lokasi Padepokan Agung PSHT melibatkan pemasangan pagar kawat berduri di sekeliling area strategis dan penutupan total akses jalan utama menuju padepokan di Jalan Merak.
AKBP Wiwin Junianto Supriyandi menjelaskan bahwa banyaknya personel yang diterjunkan merupakan bentuk kewaspadaan terhadap narasi-narasi di media sosial. “Pihaknya juga mengantisipasi terkait dugaan narasi-narasi provokasi yang tersebar di media sosial. Ada narasi ‘hitamkan kota’ dan sebagainya. Tentunya itu menjadi pertimbangan Kamtibmas secara aman dengan upaya yang baik dan humanis,” tambah AKBP Wiwin dalam kutipan resminya.
Mengenal Padepokan Agung PSHT Pusat Madiun
Sebagai informasi tambahan yang memperkuat konteks, Padepokan Agung PSHT bukan sekadar kantor sekretariat, melainkan simbol spiritual dan sejarah bagi jutaan anggota PSHT di seluruh dunia. Terletak di Madiun sebagai “Kota Pendekar”, padepokan ini menjadi titik temu bagi para pengurus dari tingkat cabang hingga pusat dalam mengambil keputusan tertinggi organisasi melalui Parapatan Luhur.
Parapatan Luhur sendiri merupakan kedaulatan tertinggi dalam organisasi PSHT yang diadakan secara berkala untuk menentukan arah kebijakan organisasi dan memilih pimpinan pusat. Mengingat krusialnya agenda ini, stabilitas di sekitar Jalan Merak menjadi prioritas utama bagi otoritas keamanan setempat agar aktivitas masyarakat umum tidak terganggu.
Dampak Terhadap Lalu Lintas dan Aktivitas Warga
Akibat adanya konsentrasi massa dan pengetatan keamanan, arus lalu lintas di sekitar Kelurahan Nambangan Kidul sempat mengalami hambatan. Namun, petugas keamanan melakukan gerak cepat untuk melakukan rekayasa lalu lintas guna melancarkan arus kendaraan warga. Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih tetap bersiaga di titik-titik ploting untuk memastikan tidak ada massa tambahan yang masuk tanpa izin ke wilayah kota.
Pihak kepolisian terus menghimbau kepada seluruh anggota organisasi pencak silat untuk menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial. Keamanan Kota Madiun tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan seluruh lapisan masyarakat.
Situasi di Padepokan Agung PSHT Pusat Madiun saat ini terpantau terkendali meski di bawah penjagaan ketat. Parapatan Luhur 2026 diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dengan tetap menghormati koridor hukum yang berlaku. Sinergi antara aparat keamanan dan kesadaran masing-masing kubu untuk menahan diri menjadi kunci utama dalam menjaga marwah Kota Madiun sebagai pusat perkembangan pencak silat di Indonesia.
Baca Juga : Ketua Umum PSHT Silaturahmi Kunjungi Padepokan PSHW Tunas Muda
Bagi masyarakat yang hendak melintasi kawasan Jalan Merak, disarankan untuk mencari rute alternatif guna menghindari penutupan jalan selama kegiatan berlangsung.(rizky)
