Berita TerkiniTerpopuler

Ketua Umum PSHT Silaturahmi Kunjungi Padepokan PSHW Tunas Muda

Ilmusetiahati.comKetua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antarorganisasi pencak silat melalui langkah-langkah diplomasi kebudayaan yang inklusif. Sebagai pimpinan tertinggi dari salah satu organisasi pencak silat terbesar di dunia, langkah Muhammad Taufiq sering kali menjadi tolok ukur bagi iklim kondusif di akar rumput, khususnya di wilayah Madiun yang dikenal sebagai pusat perkembangan silat di Indonesia.

Kunjungan Silaturahmi ke Padepokan PSHW Tunas Muda

Pada Minggu, 1 Februari 2026, sebuah momentum penting terjadi ketika Dr. Muhammad Taufiq melakukan kunjungan resmi ke Padepokan Persaudaraan “Setia-Hati” Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) Pusat Madiun. Kunjungan yang bertempat di Jalan Doho No. 123, Kota Madiun ini, bukan sekadar pertemuan formalitas, melainkan sebuah simbol penguatan persaudaraan antarinsan silat.

Baca Juga : 10 Manfaat Pencak Silat untuk Kesehatan Fisik dan Kematangan Mental

Mengutip dari data kunjungan tersebut, kehadiran rombongan pengurus pusat PSHT disambut langsung oleh Bapak Pengasuh PSHW-TM dalam suasana yang penuh keakraban. Pertemuan ini menegaskan bahwa perbedaan wadah organisasi bukanlah penghalang untuk menjalin komunikasi yang konstruktif. Dilansir dari laporan kegiatan di lapangan, pertemuan tersebut mencerminkan nilai-nilai luhur pencak silat yang mengutamakan budi pekerti dan penghormatan terhadap sesama.

Filosofi Keterbukaan di Jalan Doho

Salah satu poin menarik dalam kunjungan tersebut adalah lokasi pertemuan di Padepokan PSHW-TM yang unik karena dikenal tidak memiliki gerbang fisik. Hal ini mengandung filosofi mendalam tentang keterbukaan. Sumber dari dokumentasi internal organisasi menyebutkan bahwa ketiadaan gerbang tersebut adalah representasi dari sikap PSHW-TM yang menerima siapa pun tanpa sekat sosial maupun golongan.

Setiap tamu yang hadir, termasuk Ketua Umum PSHT, disambut dengan prinsip ketulusan. Filosofi ini selaras dengan semangat yang dibawa oleh Muhammad Taufiq dalam memimpin PSHT, yakni mengedepankan persaudaraan yang melampaui batas-batas organisasi. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap elemen pencak silat di Madiun dan sekitarnya dapat terus bersinergi dalam menjaga kelestarian budaya bangsa.

Profil dan Rekam Jejak Dr. Ir. Muhammad Taufiq

Untuk memahami urgensi dari gerakan silaturahmi ini, perlu ditinjau profil dari Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc. Beliau merupakan sosok akademisi sekaligus praktisi hukum yang membawa pendekatan manajerial modern ke dalam organisasi PSHT. Sebagai tokoh yang memiliki latar belakang pendidikan multidisiplin, Taufiq sering menekankan pentingnya legalitas dan kepatuhan organisasi terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.

Berdasarkan referensi dari struktur organisasi pusat, kepemimpinan Taufiq fokus pada tiga pilar utama:

  1. Penguatan Organisasi: Memastikan administrasi dan legalitas cabang di seluruh Indonesia tetap solid.

  2. Pelestarian Ajaran: Menjaga kemurnian ajaran “Setia Hati” agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

  3. Harmonisasi Sosial: Aktif membangun komunikasi dengan instansi pemerintah, TNI/Polri, serta perguruan silat lainnya.

Pentingnya Harmoni Pencak Silat bagi Stabilitas Nasional

Pencak silat telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Oleh karena itu, tanggung jawab seorang Ketua Umum PSHT tidak hanya terbatas pada internal anggota, tetapi juga pada citra bela diri Indonesia di mata internasional. Konflik antarperguruan yang terkadang terjadi di masa lalu kini diredam melalui dialog-dialog intensif seperti yang dilakukan di Madiun tersebut.

Kegiatan silaturahmi ke PSHW Tunas Muda ini merupakan langkah preventif sekaligus edukatif. Dengan melihat para pemimpin tertinggi mereka duduk bersama, diharapkan para anggota di tingkat bawah (akar rumput) dapat mencontoh sikap tersebut. Upaya ini dilakukan demi menjaga keharmonisan dan nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi utama dalam pembentukan karakter seorang pesilat.

Menjaga Warisan Budaya di Era Digital

Di bawah kepemimpinan Dr. Muhammad Taufiq, PSHT juga mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan jati diri tradisionalnya. Transformasi digital dalam pendataan anggota dan penyebaran informasi resmi menjadi salah satu agenda utama. Hal ini krusial untuk menangkal disinformasi yang sering kali memicu gesekan di media sosial.

Mengutip dari pernyataan tokoh dalam pertemuan tersebut, menjaga persaudaraan adalah tugas kolektif. Dr. Muhammad Taufiq senantiasa berpesan kepada seluruh warga PSHT agar tidak mudah terprovokasi dan selalu mengedepankan prinsip ayu hayuning bawana (memperindah keindahan dunia).

Kunjungan silaturahmi Ketua Umum PSHT ke pusat PSHW Tunas Muda di Madiun pada awal Februari 2026 ini menandai babak baru dalam hubungan antarperguruan silat di Indonesia. Dengan mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap filosofi masing-masing lembaga, diharapkan stabilitas keamanan dan kelestarian budaya dapat terus terjaga.

Baca Juga : Hak Cipta Pemeriksaan Ayam Jago PSHT

Sebagai penutup, peran Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc. sebagai Ketua Umum PSHT dalam menjalin komunikasi antarlembaga ini diharapkan menjadi inspirasi bagi organisasi bela diri lainnya untuk terus mengedepankan kepentingan nasional dan persatuan di atas kepentingan kelompok.(rizky)

Rizkia Putra

Saya ada seorang jurnalis berpengalaman dalam bidang media dan SEO selama 5 tahun