
3 Amanah Terakhir Kang Mas Tarmadji Untuk SH Terate
Ilmusetiahati.com, MADIUN — Dokumentasi Pertemuan yang melibatkan Kang Mas Tarmadji, Kang Mas Andreas Tri, Kang Mas Taufiq, Kang Mas Harun Sunarso, dan Kang Mas Richard Simorangkir ini dilatarbelakangi oleh dinamika pascareorganisasi PSHT pada tahun 2014, serta adanya tuntutan dari saudara-saudara Gerakan Penyelamat Organisasi (GPO).
Baca Juga : Kesepakatan LKBH PSHT Dengan Kapolres Madiun, Pertemukan Mas Taufiq dan Moerdjoko
3 pesan dan amanah penting yang disampaikan oleh Kang Mas Tarmadji di pengujung hayatnya:
1. ”Kalau saya pengennya [Ketua Umum] Mas Harun.”
Kang Mas Harun Sunarso merupakan tokoh sepuh di PSHT yang mendapat gemblengan langsung dari Kang Mas RM. Imam Koessoepangat. Bahkan, beliaulah yang setia mendampingi dan membereskan urusan duniawi RM. Imam Koessoepangat hingga akhir hayatnya. Selain dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah mengembangkan PSHT di wilayah Jabodetabek hingga Banten, beliau bersama Mas Taufiq juga merupakan kader kepercayaan yang diamanahi untuk duduk di Pengurus Besar IPSI.
2. ”PSHT jangan dipimpin orang Madiun dulu.”
Amanah ini tercermin dari pilihan terakhir Kang Mas Tarmadji kepada Kang Mas Richard Simorangkir, seorang warga PSHT asal Sleman yang berlatar belakang non-Madiun. Entah kode alam apa yang ada di balik keputusan tersebut, yang pasti hal ini menjadi wawasan tersendiri bagi arah kepemimpinan organisasi.
3. “Seng uwes yo uwes” (yang sudah ya sudah).
Menjelang akhir hayatnya, Kang Mas Tarmadji berpesan agar segala konflik di masa lalu dimaafkan dan dilupakan, serta mengajak seluruh warga untuk fokus menatap masa depan demi kebaikan PSHT. Pesan ini sangat relevan hingga kini, mengingat kelompok-kelompok yang tidak ingin PSHT utuh dan nyawiji (bersatu) kerap sengaja mengungkit luka serta sejarah lama demi memelihara konflik yang tak kunjung padam.(ikrar)
