Profil

Profil Rama Supandhi, Pesilat PSHT yang Sukses di Dunia MMA

Ilmusetiahati.comRama Supandhi, yang lebih dikenal dengan julukan “Hellboy”, menjadi salah satu nama menonjol dalam dunia bela diri campuran (MMA) di Indonesia. Lahir pada 7 November 1991 di Los Angeles, Amerika Serikat, ia kini berkiprah di kelas terbang (flyweight) dan memperkuat tim Warrior Camp MMA di Jakarta. Artikel ini menghadirkan profil terbaru dan menyeluruh Rama Supandhi — mulai dari biodata, catatan pertarungan profesional, hingga perjalanan karier dan afiliasi beladirinya — yang dirangkum dari berbagai sumber guna menjawab pencarian “profil Rama Supandhi” secara komprehensif.

Biodata & Informasi Pribadi Rama Supandhi

  • Nama lengkap: Rama Supandhi.
  • Nama panggilan: Rama.
  • Julukan: Hellboy.
  • Tanggal lahir: 7 November 1991.
  • Usia: 33 tahun (per Oktober 2025).
  • Tempat lahir: Los Angeles, California, Amerika Serikat.
  • Tinggi badan: 5′5″ (165 cm) menurut Sherdog.
  • Berat badan bertanding: ±125 lbs (≈56,7 kg) di kelas Flyweight.
  • Gaya bertarung / stance: Southpaw.
  • Tim / klub: Warrior Camp MMA (sebagai tim tercatat).
  • Catatan rekor profesional: 11 kemenangan – 5 kekalahan – 0 seri, menurut beberapa sumber.
  • Rangking regional: Tercatat sebagai #8 di kelas Flyweight Asia Tenggara pada database Tapology.
    Catatan: Beberapa sumber menyebutkan rekor 7-4-0 dengan tim Warrior Camp MMA.
  • Sosial Media : Instagram.com/@ramanomanmma

Informasi seperti agama atau follower media sosial belum secara resmi diumumkan secara lengkap untuk publik.

Baca Juga : Profil Paris Pernandes Dari Salam Dari Binjai hingga CEO Holywings Sport Show

Karier & Pencapaian

Debut & Perjalanan Awal

Rama Supandhi memulai karier profesionalnya di ajang ONE Pride MMA di Indonesia sejak 2016. Dalam debutnya, ia mengalahkan Edo Ardo Hutagalung melalui kuncian rear‐naked choke pada 2 April 2016.

Sejak saat itu, ia tampil konsisten dalam ajang ONE Pride, mencatat sejumlah kemenangan melalui submission serta beberapa kekalahan yang menjadi bagian dari proses pengalamannya.

Momen Penting

Pada 15 Februari 2020 di ONE Pride Fight Night 36, Rama berhasil menang atas Wardi Suwardi via submission (rear‐naked choke) di ronde ke-3.

Pada 12 Februari 2022, ia kembali menumbangkan Suwardi dalam laga lima ronde di Fight Night 56 dengan kemenangan keputusan.

Dalam turnamen Road to UFC: Episode 1 pada 9 Juni 2022, ia menghadapi Seung Guk Choi namun kalah melalui keputusan bulat.

Lebih baru lagi, ia mengalahkan Agus Setia Budi melalui guillotine choke hanya dalam 32 detik pada 9 Desember 2023 di ONE Pride Fight Night 75.

Gaya Bertarung & Statistik

Rama dikenal kuat dalam submission: dari rekor 11 kemenangan, 9 di antaranya melalui submission (≈82 %).
Ia juga memiliki jangkauan (reach) sekitar 66 inchi (≈168 cm) yang memberi keunggulan dalam pengaturan jarak.
Tapology

Afiliasi dengan PSHT

Selain MMA, Rama Supandhi juga telah menunjukan minat pada beladiri tradisional Indonesia. Ia pernah bergabung dengan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjelang duel melawan Suwardi untuk memperdalam teknik silat sebagai bagian dari persiapan pertarungan.

Menurut pernyataannya:

“Saya meyakini beladiri tradisional Indonesia harus dipelajari, apalagi di MMA agar lebih dikenal orang. Dan PSHT adalah salah satu perguruan silat terbesar di Indonesia. Makanya saya memilih ke sana.”

Peresmian sebagai warga tingkat 1 PSHT dilakukan pada 7 September 2020, yang mempertegas komitmennya terhadap beladiri tradisional.

Meskipun lahir di Los Angeles, ia memilih untuk menetap dan berkompetisi mewakili Indonesia, dengan basis di Jakarta.
Berdasarkan database regional, ia menduduki posisi peringkat #194 di Asia Pacific pound-for-pound untuk kelas terbang.
Dari catatan pertarungan: pada 25 Oktober 2024, ia meraih kemenangan lewat submission atas Jinbo Zou di WLF (W.A.R.S. 79).
Meski banyak artikel yang menyebut akun Instagram @hellboy711 sebagai miliknya, namun verifikasi resmi belum ditemukan di sumber utama.

Rama Supandhi adalah pejuang MMA Indonesia yang memiliki rekam jejak cukup matang di kelas flyweight. Dengan julukan “Hellboy”, tinggi badan 165 cm, dan kemampuan submission yang tinggi, ia telah menghadapi berbagai lawan di ajang ONE Pride dan Road to UFC. Selain itu, keterlibatannya dengan PSHT menunjukkan kepeduliannya terhadap beladiri tradisional Indonesia.

Informasi ini diharapkan menjadi referensi lengkap bagi siapa saja yang mencari profil “Rama Supandhi” secara detail.

Baca Juga : 4 Pendekar PSHT yang Sukses di MMA

Sebagai penutup, profil Ram­a Supandhi hadir sebagai gambaran seorang atlet yang tidak hanya fokus di oktagon, tetapi juga menghargai akar beladiri tradisional. Semoga artikel ini memberikan pemahaman menyeluruh bagi pembaca dan menjadi rujukan utama ketika mencari latar belakang sang pejuang.(rizky)

Rizkia Putra

Saya ada seorang jurnalis berpengalaman dalam bidang media dan SEO selama 5 tahun