
Munas Persinas ASAD VI, Fokus pada Penguatan Organisasi dan Budaya
Ilmusetiahati.com –Munas Persinas ASAD (Musyawarah Nasional) ke-VI tahun 2026 sukses diselenggarakan dengan agenda utama pemilihan kepenguran baru serta peresmian fasilitas organisasi. Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Marsma TNI (Purnawirawan) H. Sukur, M.Si. (Han) secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persinas ASAD untuk masa bakti 2026 hingga 2031. Agenda yang berlangsung di Jakarta ini tidak hanya menjadi momentum suksesi kepemimpinan, tetapi juga langkah strategis organisasi dalam memperkuat infrastruktur melalui peresmian Gedung dan Padepokan Baru di kawasan Pondok Gede.
Baca Juga : Pembukaan Latihan PSHT Komisariat Divisi Parako Pasgat TNI AU
Berdasarkan laporan hasil musyawarah yang diterima, proses pemilihan dalam Munas Persinas ASAD berlangsung dalam suasana yang khidmat dan tertib. Seluruh peserta yang mewakili pengurus provinsi dari berbagai penjuru Indonesia sepakat memberikan mandat kepada H. Sukur secara aklamasi. Keputusan bulat ini mencerminkan tingginya kepercayaan seluruh elemen organisasi terhadap integritas dan kemampuan kepemimpinan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara tersebut dalam menakhodai perguruan pencak silat ini di level nasional.
Struktur Kepengurusan Baru PB Persinas ASAD 2026-2031
Selain penetapan Ketua Umum, forum Munas VI juga menetapkan nama-nama kunci yang akan mendampingi H. Sukur dalam menjalankan roda organisasi. Mengutip data dari hasil keputusan Munas, posisi Sekretaris Umum kini dijabat oleh Weda Hendragiri, S.Pd., MM., sementara posisi Bendahara Umum dipercayakan kepada Ridhan Nandari, S.Pd., SE.
Kombinasi latar belakang militer, pendidikan, dan profesional dalam struktur inti ini diharapkan mampu membawa Persinas ASAD menjadi organisasi yang lebih modern dan akuntabel. Dilansir dari keterangan resmi di lokasi acara, pembentukan kabinet kepengurusan ini telah mempertimbangkan aspek kompetensi dan loyalitas terhadap nilai-nilai luhur pencak silat.
Peresmian Padepokan dan Kehadiran Tokoh Persilatan Nasional
Pelaksanaan Munas Persinas ASAD tahun ini juga memiliki catatan sejarah penting dengan diresmikannya Gedung dan Padepokan Baru PB Persinas ASAD di Pondok Gede, Jakarta. Keberadaan fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan teknik, mental, dan spiritual bagi seluruh atlet serta warga ASAD. Fasilitas baru ini diharapkan mampu menunjang pembinaan prestasi olahraga pencak silat secara berkelanjutan di masa depan.
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi besar bagi insan persilatan tanah air. Pantauan di lokasi menunjukkan kehadiran tokoh-tokoh penting dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan perguruan historis. Tercatat hadir Benny Sumarsono selaku Ketua Harian PB IPSI, Pudji Handoko yang menjabat Ketua Umum PB Persaudaraan Setia Hati, serta Muhammad Taufiq selaku Ketua Umum Pengurus Pusat PSHT. Kehadiran jajaran pimpinan perguruan besar ini menegaskan posisi strategis Persinas ASAD sebagai salah satu pilar penguatan persatuan dalam dunia pencak silat Indonesia.
Visi Strategis Ketua Umum Terpilih
Dalam pidato perdananya setelah terpilih, H. Sukur menekankan pentingnya kerja kolektif dalam memajukan organisasi. Sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya, ia menyatakan rasa syukur dan kerendahan hati atas amanah yang diberikan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kepemimpinan di PB Persinas ASAD tidak dapat dilakukan secara personal semata.
“Kepemimpinan dalam PERSINAS ASAD tidak dapat dijalankan secara individual, melainkan membutuhkan arahan Guru Besar, dukungan Dewan Pembina, serta kerja sama seluruh pengurus, khususnya di tingkat provinsi,” tutur H. Sukur dalam sambutannya.
Lebih lanjut, purnawirawan jenderal bintang satu tersebut mengakui adanya tantangan geografis dan struktural dalam menjangkau seluruh anggota di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah. Merujuk pada penyampaiannya di hadapan peserta Munas, sinergi ini akan difokuskan pada penguatan komunikasi dan mekanisme musyawarah dalam setiap pengambilan kebijakan program kerja.
Menjaga Warisan Budaya dan Integritas Organisasi
Keberlanjutan pembinaan menjadi poin krusial yang dibahas dalam Munas Persinas ASAD kali ini. Menurut pandangan H. Sukur, keberhasilan organisasi sangat bergantung pada soliditas dan kekompakan internal. Ia menekankan bahwa setiap program kerja harus dilandasi dengan niat yang tulus demi menjaga warisan budaya bangsa, yakni pencak silat.
H. Sukur juga menunjukkan sikap terbuka terhadap dinamika organisasi ke depan. Sesuai dengan informasi yang dihimpun, ia menegaskan kesiapannya untuk menerima kritik, saran, dan nasihat demi kebaikan bersama. Komitmen ini bertujuan agar setiap ijtihad dan arahan dari Guru Besar dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab oleh pengurus pusat maupun daerah.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap kepengurusan sebelumnya, H. Sukur menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Agus Susarso, Ketua Umum periode sebelumnya, atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun pondasi organisasi hingga mencapai titik saat ini.
Harapan Masa Depan bagi Pencak Silat Indonesia
Dengan berakhirnya rangkaian Munas Persinas ASAD VI, muncul harapan besar agar kepengurusan baru ini mampu membawa organisasi berkontribusi lebih nyata, baik di kancah nasional maupun internasional. Fokus pada profesionalisme organisasi dan pembinaan karakter warga menjadi agenda utama dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga : Piagam Pengesahan PSHT Mas Tarmadji
Melalui semangat persaudaraan yang kental dan dukungan infrastruktur berupa padepokan baru yang memadai, Persinas ASAD optimistis dapat mencetak atlet-atlet berprestasi yang tetap memegang teguh nilai luhur budi pekerti. Hal ini selaras dengan tujuan besar organisasi untuk terus melestarikan pencak silat sebagai identitas bangsa Indonesia di mata dunia.
Secara keseluruhan, kesuksesan pelaksanaan Munas Persinas ASAD tahun 2026 ini menjadi bukti kematangan organisasi dalam melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan visi untuk masa depan yang lebih solid.
(Nugrhoho)
