BERITA DUKA, TELAH BERPULANG UNTUNG SUBAGIJO PERINTIS PSHT MOJOKERTO

Berita Duka Telah Berpulang Untung Subagijo Perintis PSHT Mojokerto

Ilmusetiahati.com – Inalillahi Wa Inalillhai Rojiun Berita Duka telah berpulang saudara kita Bapak Untung Subagijo Perintis PSHT Cabang Mojokerto Kamis, 4 Maret 2021 pukul 13.00 WIB di Sanding, Ds Sobo, Desa Wonosobo, Kec Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.

Bapak Untung Subagijo mulai latian PSHT pada tahun 1968 hingga 1971 digembleng pencak silat langsung oleh Mas Imam Koessoepangat dan Mas Tarmadji.

Baca Juga : Paradigma Ajaran Setia Hati : Antara Pengakuan dan Kenyataan

Namun keinginan tidak seindah kenyataan beliau waktu itu belum mampu membiayai dana pengesahan yang waktu itu dibutuhkan untuk beli ubo rampe, beli ayam jago, mori, piagam, dll. Akhirnya pengesahan beliau pada tahun 1971 tertunda dan Beliau masih menyandang siswa sabuk putih di PSHT.

Kemudian 1972 beliau melamar pekerjaan di Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan diterima jadi PNS dengan penempatan kerja di Kabupaten Mojokerto. Saat itulah Beliau punya gaji dan melanjutkan lagi latihan PSHT di Madiun.

Di tahun 1971 Bapak Untung Subagijo sering bolak-balik Mojokerto-Madiun untuk langsung disahkan menjadi warga PSHT tingkat 1 oleh Pendekar Wesi Kuning RM Imam Koesoepangat.

Beliau menjumpai PSHT di Mojokerto yang waktu itu sebetulnya sudah ada dipimpin oleh Mbah Sujono Bertamapat Latihan di rumah Mbah Sujono sendiri. Bapak Untung Subagjo kemudian Memohon restu Mbah Sujono, Beliau kemudian membuka latihan pencak silat PSHT pertamanya di Balai Desa Jabon. Setelah mencetak warga, Beliau buka latihan lagi di kantor Karesidenan Jl. Pemuda, Mojokerto. Lanjut lagi buka di Kedundung, Kupang, Dawar, dll.

Baca Juga : Pelucutan, Penganiayaan, Intimidasi saudara PSHT apakah dibenarkan?

Beliau didaulat jadi Ketua Cabang PSHT Mojokerto pada tahun 1982, Kemudian beliau melanjutkan latihan tingkat 2 dan disyahkan pada tahun 1985, Estafet PSHT Mojokerto selanjutnya dipegang oleh Mas Agus, berlanjut ke Mas Djarot Santoso.

Beliau sudah pensiun dari PNS Pertanian dan mandeg pandito dari PSHT Mojokero. Pulang kampung menikmati masa tua nya di sebuah pegunungan yang terpencil di pedalaman Kabupaten Pacitan hingga menhembuskan nafas terakir pada hari ini.

Semoga segala dosa dosa diampuni dan amal ibadahnya diterima Allah SWT. Aamiin.

(ikrar, rizki)