hari pencak silat

Tanggal 12 Desember sesepuh pencak silat dan tokoh Jawa Barat mengusulkanya sebagai Hari Pencak Silat.

Menurut sesepuh, tugas berat kedepan untuk melindungi, mengembangkan dan juga memanfaatkan.

Tradisi pencak silat bukan hanya sekadar bela diri, namun menjadi bagian dari pedoman hidup bagi para pelakunya. Pencak silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan.

Meskipun pencak silat mengajarkan teknik menyerang, namun yang terpenting pencak silat mengajarkan kita untuk dapat menahan diri dan menjaga keharmonisan.

Pencak Silat, sebagai salah satu seni bela diri, merupakan tradisi khas Indonesia yang telah ada dari generasi ke generasi. Tradisi Pencak Silat berawal dari Sumatera Barat dan Jawa Barat dan berkembang ke seluruh wilayah Indonesia dengan masing-masing keunikan gerakan dan musik yang mengiringinya.

Tradisi Pencak Silat memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya tak benda.

Pencak Silat mencakup tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual dan festival, kerajinan tradisional, pengetahuan dan praktik sosial serta kearifan lokal.

Indonesia berkomitmen kelestarian pencak silat, yaitu melalui pendidikan pencak silat yang tidak hanya fokus pada aspek olah raga/bela diri, tapi juga sebagai bagian dari kurikulum seni dan budaya.

PSHT adalah salah satu organisasi pencak silat pendiri dan masuk dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Hingga sekarang ini PSHT sudah mempunyai anggota pesilat sekitar 7 juta diseluruh indonesia dan mempunyai cabang di 236 kabupaten atau kota di Indonesia.