Logo Baru ‘ Madiun Kota Pendekar ’ Jadi Polemik, Berbagai Tokoh Bersuara

Logo baru ‘ Madiun Kota Pendekar ’ jadi polemik, berbagai tokoh bersuara

Ilmusetiahati.com – Usai diresmikannya logo baru “Madiun Kota Pendekar” beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun banyak menuai kritikan dari masyarakat. Logo tersebut menjadi pembahasan hangat di kalangan warganet Kota Madiun melalui media sosial hingga saat ini.

Logo baru yang tengah menjadi polemik tersebut, dimaksudkan untuk menjadi logo city branding “Madiun Kota Pendekar” guna mendukung program Pemkot Madiun yang tengah gencar-gencarnya menggarap sektor pariwisata.

Anggota Dewan Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Timur Arief Rahman, ST., MM, berharap, Pemkot, masyarakat dan media dapat berkolaborasi dengan apik dan erat. Kolaborasi antar pemangku kepentingan ini penting untuk menggencarkan promosi dan melejitkan pariwisata Kota Madiun.

Baca Juga : Seluruh Ketua Umum SH Terate

“Saya berharap ada sinergi dan kolaborasi yang baik dan kuat antara pemerintah dan masyarakat, khususnya juga dengan warganet,” ujar Arief Rahman kepada Lensaindonesia.com melalui sambungan seluler, Selasa (11/5/2021).

“Di era menguatnya peran media sosial saat ini, warganet memiliki peran penting dalam mempromosikan dan memviralkan apa pun, hal ini bisa digunakan untuk mempromosikan sektor pariwisata di Kota Madiun. Saat ini semua serba digital, cepat sekali semua informasi sampai kepada publik,” tambah Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur tersebut.

Pada kesempatan yang terpisah, Hari Andri Winarso, tim dokumentasi dan publikasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Timur mengatakan, perkembangan Kota Madiun sudah sangat pesat, dan ke depannya bisa masuk dalam kategori Kota Wisata.

“Kemajuan di Kota Madiun sudah sangat pesat, jika kemajuannya seperti ini terus, tidak lama lagi Kota Madiun bisa menjadi salah satu Kota Wisata di Jawa Timur,” ujarnya.

“Hanya saja, mungkin diperlukan pola komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat agar sektor pariwisata di Madiun bisa segera booming,” tambah Kepala Biro Madiun Lensaindonesia.com tersebut.

Baca Juga : Sejarah Pamter atau Paspamter PSHT

Sebagai informasi, seperti yang telah disampaikan oleh Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo, S.Sos., MM. beberapa waktu lalu, Disbudparpora akan menggelar Sarasehan Budaya guna membahas konsep yang lebih baik dan sempurna untuk logo city branding “Madiun Kota Pendekar”. Acara tersebut sedianya akan diadakan pada akhir Mei mendatang.

(lensaindonesia.com)