
PSHT Jawa Timur Siapkan 10.000 Masa Buru Debt Collector Ambon
Ilmusetiahati.com , SURABAYA — Kota Surabaya sempat mencekam menyusul aksi kekerasan yang melibatkan kelompok penagih utang atau debt collector (mata elang) dari ormas M1R dengan petugas keamanan kafe yang juga merupakan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Bentrokan pecah di kawasan Taman Apsari, Surabaya, pada Sabtu (25/7) dini hari, dan mengakibatkan jatuhnya korban luka dari kedua belah pihak akibat senjata tajam.
Baca Juga : Bentrok! PSHT Buru Markas Debt Collector M1R di Surabaya
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika sejumlah anggota kelompok M1R mendatangi sebuah kafe di kawasan tersebut untuk menarik unit kendaraan yang diduga mengalami kredit macet milik seorang pegawai. Saat petugas keamanan kafe meminta surat tugas penagihan resmi, pihak debt collector tidak dapat menunjukkannya. Ketika kelompok tersebut berupaya menerobos masuk, pihak keamanan dan petugas parkir dengan tegas menolak memberikan akses demi menjaga ketertiban di dalam area kafe.
Lantaran kecewa, ketegangan sempat mereda setelah kelompok penagih mundur dari lokasi. Namun, mereka kembali tidak lama kemudian dengan membawa tambahan massa serta senjata tajam. Akibat penyerangan mendadak tersebut, beberapa petugas keamanan kafe mengalami luka-luka, bahkan dilaporkan ada yang berada dalam kondisi kritis akibat luka bacok. Dari pihak kelompok penagih, jatuh korban luka yang diduga meninggalkan jari tangan di lokasi kejadian.
Massa PSHT Berkumpul, Polisi Turun Tangan
Buntut dari insiden berdarah tersebut memicu reaksi keras dari solidaritas pendekar PSHT. Sejumlah massa mendatangi dan berkumpul di kawasan Jalan Teuku Umar, Surabaya, sejak Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) dini hari. Massa bergerak untuk mendatangi markas kelompok debt collector M1R yang berada di Jalan Teuku Umar No. 42, Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, langsung turun ke lokasi untuk meredam situasi dan mengimbau massa yang berkumpul agar segera membubarkan diri serta kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. Kombes Pol Luthfie menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan menginstruksikan jajarannya untuk segera memburu serta menangkap para pelaku penyerangan dan penganiayaan.
“Kami meminta para terduga pelaku untuk segera menyerahkan diri. Jika tidak, pihak kepolisian akan melakukan pencarian dan penangkapan tegas,” ujar Luthfie di lokasi kejadian. Hingga kini, aparat Polrestabes Surabaya terus memburu kelompok debt collector M1R yang melarikan diri demi memastikan situasi keamanan dan ketertiban di Kota Surabaya kembali kondusif.
Komunitas Arush Bawah PSHT Jatim Layangkan Pemberitahuan Aksi Damai
Sebagai respons lanjutan atas insiden kekerasan tersebut, Komunitas Arush Bawah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jawa Timur resmi melayangkan surat pemberitahuan aksi penyampaian pendapat di muka umum kepada Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.
Berdasarkan surat bernomor 022/AD-PSHT/VII/2026, aksi damai ini dijadwalkan untuk merespons kasus penganiayaan dan pembacokan yang menimpa anggota mereka. Berikut adalah rincian rencana pelaksanaan aksi:
Hari/Tanggal: Jumat, 31 Juli 2026
Waktu: Pukul 13.00 WIB – Selesai
Titik Kumpul: Basra (Basuki Rahmat)
Lokasi Aksi: Markas Debt Collector (Jl. Teuku Umar) dan Mako Polrestabes Surabaya
Estimasi Massa: Sekitar $\pm 10.000$ orang
Dalam aksinya nanti, massa mengusung tema Aksi Damai Menolak Kekerasan dan Mendesak Penegakan Hukum. Komunitas Arush Bawah PSHT Jatim secara tegas mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap dan mengadili oknum debt collector yang terlibat dalam aksi penganiayaan dan pembacokan terhadap rekan sesama saudara PSHT.
Pihak penyelenggara turut mengimbau agar seluruh massa aksi nantinya tetap menjaga ketertiban, mematuhi koridor hukum yang berlaku, serta menyampaikan aspirasi secara damai demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kota Surabaya.(ikrar)
