PBB Didesak Israel, PSHT Lebanon Bersama UNIFIL Bubar
Ilmusetiahati.com – Keberadaan PSHT di Lebanon memiliki keterkaitan erat dengan kiprah prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui penugasan sebagai bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sejumlah prajurit Indonesia yang juga merupakan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ikut menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon selatan.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya dinamika geopolitik yang memengaruhi kelanjutan misi ini. Dewan Keamanan PBB pada 28 Agustus 2025 memutuskan untuk mengakhiri keberadaan UNIFIL setelah lebih dari empat dekade bertugas. Resolusi tersebut menetapkan bahwa mandat UNIFIL hanya berlaku hingga 31 Desember 2026, sebelum dilakukan penarikan pasukan secara bertahap dan aman.
Baca Juga : Kenapa PSHT Tidak Terlibat Demo DPR?
Tekanan Politik Israel-AS
Keputusan pembubaran UNIFIL tidak terlepas dari tekanan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Israel, yang sejak lama menilai keberadaan pasukan internasional tersebut tidak efektif dalam membatasi aktivitas Hizbullah. Menurut laporan Al Jazeera (29/8/2025), Israel menuduh UNIFIL gagal mengendalikan kelompok bersenjata di Lebanon selatan, meskipun pasukan penjaga perdamaian ini telah beroperasi sejak 1978.
Utusan Israel untuk PBB, Danny Danon, menyebut keputusan Dewan Keamanan sebagai “kabar baik” bagi Tel Aviv. Sementara itu, Dorothy Shea, pejabat dari misi AS di PBB, menegaskan bahwa Washington tidak akan lagi mendukung perpanjangan UNIFIL setelah periode ini berakhir.
Sejak gencatan senjata November 2023, UNIFIL bersama Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) berhasil membongkar ratusan instalasi milik Hizbullah, termasuk gudang senjata dan jaringan terowongan. Namun, menurut pejabat Lebanon yang dikutip oleh Reuters (30/8/2025), LAF masih menghadapi keterbatasan dalam menjaga stabilitas di selatan tanpa dukungan internasional.
Juru bicara UNIFIL, Andrea Tenenti, memperingatkan bahwa peran misi perdamaian tersebut masih sangat penting. “Lebanon memiliki peluang untuk mendapatkan kembali otoritas negara di wilayah selatan, namun hal itu membutuhkan waktu dan penguatan pasukan,” ujarnya.
Kekhawatiran muncul bahwa penarikan UNIFIL justru membuka ruang bagi meningkatnya agresi Israel. Amnesty International melaporkan bahwa sebagian besar kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban sipil di Lebanon selatan terjadi setelah gencatan senjata November 2023, akibat serangan udara Israel.
Peran Indonesia dan PSHT di Lebanon
Indonesia menjadi salah satu negara yang berkontribusi besar dalam misi UNIFIL. Ribuan prajurit TNI telah ditempatkan di Lebanon selatan sejak 2006, termasuk di antaranya para anggota yang juga merupakan warga PSHT. Mereka tidak hanya menjalankan tugas militer, tetapi juga mempererat hubungan sosial dengan masyarakat lokal melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
Keberadaan PSHT di Lebanon sendiri berkembang seiring dengan kehadiran prajurit TNI dalam misi ini. Organisasi pencak silat tersebut dikenal aktif menjaga ikatan persaudaraan dan melestarikan budaya Indonesia di tanah rantau. Selain itu, melalui latihan pencak silat, para anggota PSHT juga menjalin komunikasi dengan komunitas internasional di Lebanon, sekaligus memperkenalkan seni bela diri Indonesia ke dunia.
Pembubaran UNIFIL pada akhir 2026 dikhawatirkan akan berdampak besar terhadap stabilitas Lebanon selatan. Dengan mundurnya pasukan internasional, tanggung jawab sepenuhnya akan jatuh kepada Angkatan Bersenjata Lebanon yang saat ini masih kekurangan sumber daya.
Bagi Indonesia, keputusan ini berarti berakhirnya salah satu kontribusi terbesar dalam misi perdamaian global. Bagi PSHT, hal ini juga menandai berkurangnya ruang interaksi antarwarga di kancah internasional melalui jalur misi militer.
Baca Juga : Cara Masuk Menjadi Anggota PSHT
Meski demikian, jejak PSHT di Lebanon melalui prajurit TNI akan tetap tercatat sebagai bagian dari sejarah peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Seperti ditegaskan dalam Piagam PBB Pasal 1 Ayat 1, salah satu tujuan utama PBB adalah “memelihara perdamaian dan keamanan internasional.” Dalam konteks ini, PSHT Lebanon menjadi simbol kontribusi masyarakat sipil Indonesia dalam misi tersebut.




