Kronologi Bentrok Perguruan SIlat Blitar

Kronologi Bentrok Perguruan SIlat Blitar

 

 

Ilmusetiahati.com – Sebanyak 43 pesilat di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar diminta keterangan oleh polisi setelah dua kelompok silat nyaris bentrok pada Senin (3/5/2021) malam.
 
Dari 43 orang yang diamankan, 28 pesilat berasal dari salah satu perguruan silat dan 15 orang adalah pesilat dari PSH Winongo.
 
Kasus tersebut berawal saat kelompok PSH Winongo yang memasang banner ucapan selamat Idul Fitri.
 
Diduga merasa lebih superior, salah satu perguruan silat tak terima dengan pemasangan banner tersebut.
Mereka kemudian menurunkan dan merusak banner milik PSH Winongo.
 
Bahkan mereka sempat meggeruduk basecamp PSH Winongo tapi aksi mereka berhasil dibubarkan oleh polisi.
 
 
Menurut Kapolres Blitar AKBP Leonard Sinambela, saat polisi datang ke lokasi, ditemukan tumpukan batu dan senjata yang diduga dijadikan senjata.
 
“Ketika polisi tiba di lokasi, kelompok yang menggeruduk basecamp PSH Winongo itu bubar.
Selain banner dirusak, kami juga menemukan tumpukan batu dan kayu yang mungkin akan dipakai sebagai senjata,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).
 
“Mungkin kelompok pesilat yang ada di lingkungan yang sama di desa itu merasa lebih superior atau jumlah mereka lebih banyak dibandingkan kelompok yang pasang banner,” jelas dia.
 
 
Diduga ada sekitar 50 orang yang mendatangi basecamp PSH Winongo. Saat itu di basecamp ada 15 orang dari PSH Winongo yang berkumpul.
 
Polisi kemudian melakukan pengejaran dan menangkap 28 orang di sebuah rumah yang tak jauh dari lokasi PSH Winongo.
 
“Rupanya, sebagian dari mereka yang menggeruduk basecamp Winongo ini berkumpul di sebuah rumah salah satu anggota,” jelasnya.
 
Rencananya ada puluhan orang yang akan dipanggil untuk diminta keterangan.
 
Ia mengatakan anggota kelompok PSH Winongo yang merupakan pelapor juga diminta keterangan.
 
Ada 15 orang di basecamp PSH Winongo yang diminta keterangan di tempat terpisah yakni di Kantor Polsek Lodoyo.
 
“Ketika digeruduk, terdapat 15 orang di basecamp kelompok Winongo.
 
Nah, mereka ini akan kita mintai keterangan di tempat lain, di Kantor Polsek Lodoyo Barat,” ujarnya.
 
Ia mengatakan hal tersebut dilakkan untuk mencegah aksi balas dendam.
 
Selain itu polisi juga telah memanggil pengurus ranting Perguruan Silat tingkat kecamatan terkait dan pengurus cabang tingkat Kabupaten Blitar.
 
“Akan kita periksa semua. Kenapa masih terjadi seperti ini.
 
Kita juga akan minta komitmennya lagi,