Kang Jasman – Seni Silat Setia Hati ESHA

Kang Jasman - Seni Silat Setia Hati ESHA

Ilmusetiahati.com – Kang Jasman lengkapnya adalah Abdullah Muhammad Jasmani Haqiki Bin Hj. Mohd. Ali pendiri Seni Silat Setia Hati (ESHA/ EZHAR), Kang Jasman lahir di Tasek Utara Singapura pada tahun 1918. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Kota Raja. Setelah lulus dari sekolah, ia menjadi Guru Magang, tetapi kemudian berhenti dan kemudian menjadi kurir.

Karena ibunya tidak menyetujui sebagai kurir akhirnya Kang Jasman menjadi petugas Polisi sampai dengan pangkat Kopral, dan ditugaskan ke Pusat Latihan Polisi sebagai pelatih (instruktur). Selain menjadi pelatih bagi polisi, Beliau juga mengajar agama dan seni bela diri.

Pada tahun 1939 Kang Jasman mulai merintis Seni Silat Setia Hati (ESHA), ESHA ini adalah singkatan dari Nama Asalnya SETIA HATI (SH) di tanah jawa logat bahasa mereka menyebuthuruf  S = ES, H= HA. maka dengan hal demikian perguruan ini di namakan ESHA.

Sebelum mengenalkan senisilat Setia Hati dikalangan masyarakat di Singapura Beliau mengajar permainan yang diberi nama Pateh Gajah Mada. Permainan ini deperoleh dari ayahanda beliau sendri.

Kemudian Kang Jasman mulai mengenal Silat Setia Hati setelah bertemu Kang Munaji beliau adalah anak turun Yudonegoro pengawal Pangeran Diponegoro yang tinggal di Wonosobo Jawa Tengah Indonesia, adik kandung alm.Jend Kunkamdani generasi ke 2 murid Ki Ngabehi Surodiwiryo serta pernah menimba ilmu ke Eyang Munandar Harjowiyoto, Kang Munaji saat itu merupakan seorang tahanan politik, beliau bertemu dengan Beliau yang saat itu adalah seorang Polisi Pemerintah Temasek, disitulah terjadilah pengangkatan saudara oleh Kang Munaji.

Maka barulah kemudian permainan yang didapatkan dari perguruan dan aliran yang terbaik disusun dan diolah sehingga menjadi 7 jurus Sebagai tapak asas dalam perguruan ESHA di-Singapura.

Karena terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan antara Kang Jasman dengan Kepala Petugas di Pusat Latihan Kepolisian serta hal-hal yang bertentangan dengan jiwanya, maka ia bertindak melawan Ketua Petugas beliau. Akibatnya Kang Jasman dipecat dari jawatan polisi. Ia dan keluarganya pindah ke sebuah desa di Henderson Rd. (Glass Warehouse) pada tahun 1956.

Kemudian pindah lagi ke Brickworks Estate di sinilah ia terus rajin mengembangkan seni bela diri ESHA kepada hampir 4.000 muridnya. Mereka yang datang bergantian, mempelajari silat ESHA setiap hari, kecuali pada hari Sabtu dan Minggu.

Kang Jasman kembali ke rahmatullah pada hari Senin 14 Maret 1971, Ia menghembuskan nafas terakhir di rumah putranya yang tinggal di Katong 45, Kampong Amber, Singapura 15 sekitar pukul 10.15 pagi. Hanya dihadiri oleh keluarganya. Sedangkan di saat-saat terakhir tidak ada satupun muridnya yang bisa menemuinya. Dan jenazahnya dimakamkan di Pusara Bidadari di Jalan Seranggon, Singapura (muji,nugroho).