Gelapkan Dana Yayasan SH Terate, Polda Jatim Mulai Gelar Perkara

Gelapkan Dana Yayasan SH Terate, Polda Jatim Mulai Gelar Perkara

Ilmusetiahati.com – Gelapkan Dana Yayasan SH Terate, Polda Jatim Mulai Gelar Perkara

Menindak lanjuti kasus penggelapan dana Yayasan Setia Hati Terate hari ini Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim mulai melakukan proses gelar perkara terkait kasus dugaan penggelapan dana yayasan Setia Hati Terate (SHT) senilai Rp37 miliar. Sebelumnya, kasus ini dilaporkan Ketua Yayasan Setia Hati Terate melalui kuasa hukumnya pada 18 Desember 2018 lalu.

Sebelumnya, kasus dugaan penggelana dana yayasan ini diduga melibatkan oknum petinggi PPSHTPM yaitu HW, IS dan RM.

Terkait perkembangan kasus ini, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto didampingi Kepala Subdit 1 Kriminal Umum Polda Jatim AKBP Rofikoh membenarkan adanya gelar perkara terkait kasus tersebut.

Baca Juga : R.M Sukoco Lawan Tanding R.M Imam Koessoepangat

“Ini sifatnya teknis, kami masih melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri. Untuk hasilnya akan segera kami sampaikan,” tuturnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko juga membenarkan. “Benar, hari ini ada gelar. Namun, masih dilakukan pendalaman dari gelar perkara oleh penyidik Ditkrimum Polda Jatim,” terangnya.

Kerja penyidik Ditresrimum Polda Jatim ini mendapat apresasi dari kuasa hukum pelapor yakni Hermawan Naulah, Welly Dany Permana, Mohamad Samsodin, Agung Hadiono dan Hendrayanto.

“Kami mengucapkan apresiasi kepada, Kapolda Jatim dan khususnya Direktur Krimum Kombes Pol Totok Suharyanto, dan para penyidik yang telah memeriksa dugaan tindak pidana di Yayasan Setia Hati Terate,” kata salah satu kuasa hukum pelapor, Mohammad Samsodin.

Dia menegaskan dalam kasus Yayasan Setia Hati Terate ini adalah murni perbuatan Oknum yang melanggar hukum dan Yayasan Setia Hati Terate hanyalah sebagai korban. “Harapan kami atas gelar perkara yang dilaksanakan Ditkrimum Polda Jatim hari ini membuat kami sedikit lega. Selanjutnya segera penyidik melakukan proses lanjutan,” ungkapnya.