Berita Terkini

Pembukaan Latihan PSHT Komisariat Divisi Parako Pasgat TNI AU

Ilmusetiahati.comPSHT Divisi Parako Pasgat TNI AU kini secara resmi menjadi bagian dari penguatan mental dan fisik prajurit di lingkungan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara. Langkah strategis ini ditandai dengan pembukaan resmi Komisariat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Divisi Para Komando (Parako) Pasgat TNI AU Halim Perdanakusuma. Upacara peresmian dan pembukaan latihan perdana ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH. M.Sc, pada Rabu (07/01/2026).

Kegiatan yang berpusat di Batalyon Parako 461 Korpasgat Lanud Halim Perdanakusuma tersebut menjadi momentum bersejarah bagi organisasi pencak silat tertua di Indonesia ini. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, pembukaan latihan perdana di komisariat ini diikuti oleh sebanyak 349 orang siswa yang terdiri dari para prajurit aktif. Kehadiran PSHT di barak militer ini bukan sekadar menambah kecakapan bela diri praktis, melainkan menjadi sarana penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi para personel elit TNI AU.

Baca Juga : Meredam Polemik, Klarifikasi Mbah Gun Terkait Narasi Fiktif Tokoh Besar PSHT dan PSHW

Fokus pada Pembentukan Karakter dan Watak Fundamental
Pendidikan dalam PSHT memiliki distingsi yang jelas dibandingkan dengan olahraga bela diri lainnya. Mengutip pernyataan dari Komandan Divisi Para Komando Pasukan Gerak Cepat TNI AU, Marsma TNI Ahmad Sunawar S. Qodri, M.Han, ditegaskan bahwa orientasi utama dari kurikulum latihan ini mencakup aspek yang lebih luas daripada sekadar ketangkasan fisik.

“Pendidikan PSHT tidak hanya membentuk fisik material, namun jauh lebih fundamental, yaitu dapat membentuk watak dan karakter para pendekarnya,” ucap Marsma TNI Ahmad Sunawar S. Qodri sebagaimana dilansir dari keterangan resmi saat peresmian berlangsung.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa integrasi pencak silat dalam pendidikan militer memiliki dimensi spiritual dan mental. Bagi seorang prajurit Parako yang terbiasa dengan disiplin tinggi, nilai-nilai persaudaraan dan etika dalam PSHT diharapkan mampu menjadi penyeimbang dalam menjalankan tugas negara.

Keterlibatan perwira tinggi TNI dalam organisasi PSHT bukanlah hal baru. Marsma TNI Ahmad Sunawar S. Qodri sendiri merupakan bagian dari keluarga besar organisasi ini sejak puluhan tahun silam. Dalam sambutannya, beliau mengenang kembali manfaat latihan yang ia rasakan sejak mulai bergabung sebagai anggota PSHT pada tahun 1990.

“Hal ini (pendidikan karakter) kami alami selama latihan dulu, dan disahkan tahun 1990. Nilai-nilai itu tertanam dan melekat hingga kondisi saat ini,” jelas Marsma TNI Ahmad Sunawar S. Qodri. Pengalaman personal ini menjadi bukti autentik bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Setia Hati mampu bertahan dan membentuk kepemimpinan seseorang dalam karier militer.

Lansiran sumber menyebutkan bahwa pemilihan Batalyon Parako 461 sebagai lokasi komisariat didasari oleh posisi strategis satuan ini dalam struktur pertahanan udara nasional. Dengan adanya 349 siswa yang memulai latihan, diharapkan terjadi transformasi positif yang selaras dengan semboyan Kopasgat, yaitu Karmaye Vadhikaraste Ma Phaleshu Kadachana (bekerja tanpa menghitung untung rugi).

PSHT sebagai Garda Terdepan Benteng NKRI

Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH. M.Sc, dalam pidatonya menekankan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki akar sejarah yang kuat dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hal ini menjadi landasan mengapa PSHT sangat relevan jika bersinergi dengan instansi militer seperti TNI AU.

“Pendiri PSHT ialah salah satu pejuang kemerdekaan, oleh karenanya semangat PSHT membumi bagi siapapun, komponen bangsa dan eksistensinya akan tetap menjadi garda terdepan sebagai benteng NKRI dan Pancasila,” tegas Dr. Ir. Muhammad Taufiq.

Secara historis, PSHT yang didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 memang ditujukan untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan keberanian rakyat melawan penjajah. Semangat itulah yang kini dibawa ke dalam lingkungan Divisi Parako Pasgat TNI AU sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga kedaulatan negara.

Harapan besar juga datang dari tataran pengurus daerah. Ketua PSHT Cabang Jakarta Timur, Kolonel (Purn) Sudiro, menyatakan bahwa keberadaan komisariat di instansi militer ini merupakan langkah taktis untuk mempererat hubungan antara elemen sipil dan militer melalui jalur budaya.

Berdasarkan referensi dari visi organisasi, Kolonel (Purn) Sudiro berharap berdirinya latihan di Komisariat Divisi Parako Pasgat TNI AU Halim Perdanakusuma bisa berdampak positif bagi keutuhan bangsa. Beliau menekankan konsep Memayu Hayuning Bawono yang menjadi filosofi dasar PSHT, yaitu kewajiban manusia untuk memperindah dan menjaga kelestarian dunia.

“Prajurit terlatih akan selalu berkontribusi positif terhadap keutuhan bangsa, demikian pula PSHT yang senantiasa berkomitmen untuk memayu hayuning bawono,” harap Kolonel (Purn) Sudiro dalam kesempatan tersebut.

Data dan Detail Teknis Komisariat

Pembentukan komisariat ini merupakan hasil koordinasi panjang antara pihak PSHT Cabang Jakarta Timur dengan pimpinan Korpasgat. Berikut adalah beberapa poin detail terkait pembukaan komisariat tersebut:

Lokasi: Batalyon Parako 461 Korpasgat, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Peserta Awal: 349 orang personel TNI AU.

Legalitas: Diresmikan langsung oleh Pengurus Pusat PSHT.

Materi Pendidikan: Meliputi bela diri praktis, olah pernapasan, kerohanian, dan penguatan mental ideologi Pancasila.

Keberadaan PSHT Divisi Parako Pasgat TNI AU ini diprediksi akan menjadi pionir bagi pembentukan komisariat serupa di satuan-satuan elit TNI lainnya di masa depan. Dengan penggabungan antara teknik tempur modern militer dan kearifan lokal pencak silat, para prajurit diharapkan tidak hanya menjadi mesin perang yang tangguh, tetapi juga insan yang memiliki budi pekerti luhur sebagaimana tujuan utama dari pendidikan Persaudaraan Setia Hati Terate.

Sinergi ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya asli Indonesia seperti pencak silat tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat umum, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di lingkungan Tentara Nasional Indonesia untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Baca Juga : Soetino Pencipta Lambang SH Winongo Tunas Muda Berpulang

Demikian informasi lengkap mengenai peresmian dan pembukaan latihan PSHT Divisi Parako Pasgat TNI AU yang menjadi tonggak baru dalam kolaborasi organisasi bela diri dengan satuan elit TNI Angkatan Udara.(indra)

Rizkia Putra

Saya ada seorang jurnalis berpengalaman dalam bidang media dan SEO selama 5 tahun