Misi Berat Timnas Pencak Silat Indonesia di SEA Games 2025
Ilmusetiahati.com – Timnas pencak silat Indonesia kembali mengemban misi bersejarah di kancah Asia Tenggara, menargetkan predikat juara umum pada gelaran akbar SEA Games XXXIII tahun 2025 di Thailand. Keberangkatan kontingen atlet-atlet terbaik bangsa ini dilepas melalui sebuah acara pelepasan dan doa bersama yang khidmat di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Rabu, 10 Desember 2025. Prosesi ini menegaskan bahwa perjuangan para pendekar bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, melainkan representasi kehormatan bangsa dan upaya melestarikan warisan budaya asli Nusantara di mata dunia.
Sinergi Organisasi dan Dukungan Penuh PB IPSI
Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), sebagai induk organisasi, menunjukkan komitmen penuh dalam mempersiapkan tim. Acara doa bersama yang melibatkan anak-anak yatim piatu tersebut menjadi simbol restu spiritual sebelum para atlet bertolak ke Negeri Gajah Putih. Dikutip dari lansiran Humas PSHT, kegiatan ini turut dihadiri oleh figur-figur penting yang berperan sentral dalam pembinaan dan manajemen tim nasional.
Baca Juga : Sejarah Kelam BRB, Ketua Cabang dipecat dan dihentikan 3 Tahun
Manajer Tim Pencak Silat PB IPSI, Irjen Pol Nunung Saifuddin, yang merupakan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), memimpin langsung acara pelepasan. Irjen Pol Nunung Saifuddin didampingi oleh Ketua Umum PSHT yang juga menjabat sebagai Pembina PB IPSI, Kangmas Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H. M. Sc. Kehadiran beliau menggarisbawahi kolaborasi kuat antara organisasi pencak silat besar di Indonesia dengan PB IPSI. Jajaran penting dari PSHT yang turut menangani tim juga hadir, termasuk Kangmas Kuswadi dan Kangmas Sunarno yang dipercaya sebagai asisten manajer, serta Mas Gigih sebagai pelatih fisik yang bertanggung jawab memantapkan kesiapan raga para atlet.
Target Realistis Menuju Juara Umum
Target meraih kembali predikat juara umum bukanlah sekadar ambisi tanpa dasar. Merangkum data pencapaian sebelumnya, Tim Pencak Silat Indonesia sukses menjadi juara umum pada SEA Games 2023 di Kamboja dengan borongan sembilan medali emas, enam perak, dan satu perunggu, atau dikenal dengan prestasi 961. Kenaikan prestasi yang signifikan tersebut menjadi modal moral yang tak ternilai.
Meskipun demikian, tantangan di SEA Games 2025 terbilang berat mengingat adanya pengurangan beberapa nomor yang biasa menjadi andalan Indonesia. Oleh karena itu, dilansir dari Liputan6.com dan Radar Madiun, kontingen Merah Putih kali ini menurunkan 15 atlet yang akan bertanding di 13 nomor. Secara spesifik, tim pelatih Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PB IPSI, seperti yang ditegaskan oleh Indro Catur Haryoni, telah menetapkan target minimum raihan tujuh medali emas untuk mengunci posisi juara umum. Target ini lebih realistis mengingat penyesuaian kelas yang dipertandingkan.
Bahkan, sebelum keberangkatan, timnas telah mengumpulkan modal penting. Manajer Timnas, Irjen Pol Nunung Saifuddin, sempat menyambut kepulangan para atlet dari Kejuaraan Pencak Silat Asia ke-9 di Vietnam, di mana kontingen Indonesia berhasil membawa pulang empat medali emas dari 12 kelas yang diikuti. “Empat medali emas ini jadi penyemangat kita menuju SEA Games. Target kami jelas juara umum, dengan minimal enam medali emas,” ujar Nunung, seperti yang dilansir dari Jawa Pos, yang menunjukkan optimisme tinggi di tubuh tim.
Pencak Silat: Misi Kehormatan dan Pembinaan Jangka Panjang
Dalam wawancara eksklusif bersama CNN Indonesia di sela acara pelepasan, Ketua Umum PSHT sekaligus Pembina PB IPSI, Kangmas Muhammad Taufiq, menegaskan bahwa keberangkatan timnas merupakan “misi kehormatan bangsa.” Beliau menekankan bahwa Pencak Silat, sebagai warisan luhur budaya Indonesia, harus mampu tampil sebagai “ikon kebanggaan nasional di pentas Asia Tenggara.” Aspek yang menjadi perhatian utama selain teknik dan strategi bertanding adalah penguatan mental, disiplin, dan integritas atlet.
Kangmas Muhammad Taufiq juga mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk turut mendoakan para atlet. “Saya mengajak para warga PSHT, ayo kita doakan para atlet yang akan bertanding ini. Semoga mereka menjadi juara, pulang lagi ke tanah air dengan selamat dan rasa bangga,” harapnya.
Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya sinergi antar-pemangku kepentingan dalam menjaga marwah Pencak Silat Indonesia. Beliau mengungkapkan bahwa prestasi internasional lahir dari “kerja besar, kerja kolektif, dan konsistensi pembinaan jangka panjang,” bukan dari hasil kerja instan. Dukungan maksimal telah diberikan melalui pelatihan terpusat, pemantapan fisik, hingga pembinaan karakter.
Komitmen pembinaan ini selaras dengan upaya diplomasi yang lebih luas. Pencak silat Indonesia juga berjuang untuk dapat dipertandingkan secara berkelanjutan di level yang lebih tinggi. Upaya diplomasi intensif yang dilakukan oleh Presiden PERSILAT dan Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, sebelumnya berhasil memastikan Pencak Silat kembali dipertandingkan di SEA Games 2023 Kamboja setelah sempat tidak masuk dalam daftar, dan terus mendorong agar beladiri asli Indonesia ini dapat menembus Asian Games hingga Olimpiade. “Pencak silat beladiri asli Indonesia. Semoga semakin diminati masyarakat dan semoga bisa dipertandingkan di Olimpiade,” pungkas Kangmas Taufiq, mempertegas visi jangka panjang tersebut.
Pilar Utama di Arena Tanding
Di antara 15 atlet yang berangkat, terdapat nama-nama yang menjadi tumpuan utama Merah Putih. Salah satu atlet yang kembali menjadi andalan adalah srikandi PSHT, Puspa Arum Sari, yang dikenal memiliki segudang prestasi nasional dan internasional. Puspa Arum Sari merupakan peraih medali emas nomor tunggal putri artistik pada SEA Games 2023 di Kamboja. Dilansir dari Liputan6.com, Puspa Arum Sari membidik emas ketiganya di ajang SEA Games kali ini, menjadikannya senjata utama di sektor artistik.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan organisasi yang solid, para anggota tim nasional tampak antusias menerima motivasi dari para pembina. Di akhir acara pelepasan, Kangmas Muhammad Taufiq menyampaikan pesan tegas kepada para ksatria yang akan bertanding: “Bertandinglah dengan jiwa ksatria, junjung tinggi sportivitas, dan bawa pulang nama baik bangsa.”
Keberangkatan timnas pencak silat Indonesia menuju SEA Games XXXIII di Thailand pada Desember 2025 ini merupakan puncak dari kerja kolektif dan pembinaan bertahap yang melibatkan seluruh elemen Pencak Silat nasional. Dengan target realistis tujuh medali emas dan tekad menjadi juara umum, kontingen Indonesia membawa harapan besar bangsa. Semangat juang yang dilandasi nilai-nilai luhur Pencak Silat diharapkan mampu mengukir sejarah baru dan menempatkan Indonesia Raya di posisi teratas, sekaligus semakin mendekatkan Pencak Silat pada panggung Olimpiade sebagai identitas budaya dan olahraga kebanggaan dunia.
Baca Juga : Legalitas Pelestari Jurus Lama (PJL)
Informasi mengenai perjuangan timnas Pencak Silat Indonesia di SEA Games 2025 dapat terus diikuti sebagai bagian penting dari laporan prestasi olahraga nasional.(rizki)

