
Sejarah Kelam BRB, Ketua Cabang dipecat dan dihentikan 3 Tahun
Ilmusetiahati.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo bersiap menggelar acara akbar tahunan mereka, Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025, yang dijadwalkan berlangsung dari 21 hingga 28 Desember 2025. Mengusung tema besar “Mewujudkan Sinergitas Budaya dan Religi dalam Bingkai Persaudaraan,” kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi, nilai-nilai spiritual, dan kecintaan terhadap budaya lokal di tengah masyarakat.
Sebelumnya, kegiatan BRB sempat mengalami pembekuan selama tiga tahun, yakni dari tahun 2021 hingga 2023, dan baru kembali diselenggarakan pada tahun 2024. Pembekuan ini menyusul keputusan Dewan Pusat PSHTPM Issoebiantoro pada 25 November 2020. Keputusan tersebut, yang tertuang dalam SK 023/SK/DP-PSHT.000/XI/2020, mencopot perintis dan Ketua Cabang saat itu, Prijono Boedi Setiawan, SH, atas tuduhan memanfaatkan organisasi untuk kepentingan politik praktis pada Pilkada 2020.
Sebagai langkah awal persiapan, PSHT Cabang Ponorogo telah mengadakan rapat koordinasi intensif bersama jajaran Polres Ponorogo di Aula Tathya Dharaka pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Baca Juga : Daftar Tingkat 3 PSHT Trah Eyang Harsono
Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Kang Mas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., Ketua Panitia BRB 2025, Kang Mas Nur Hamid, S.Pd.I., M.Pd., serta perwakilan pengurus. Sementara dari pihak kepolisian, hadir Kabag Ops Polres Ponorogo Kompol Edi Suyono dan Kasat Intelkam Iptu Donny Ardhianto.
Dalam arahannya, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, melalui Kabag Ops, Kompol Edi Suyono, menekankan pentingnya koordinasi yang kuat mengenai perizinan dan pengamanan. Beliau secara tegas mengimbau peserta untuk:
Menjaga Kondusivitas: Memanfaatkan kendaraan roda empat dan mematuhi larangan penggunaan knalpot brong atau sound system berlebihan.
Mempererat Persaudaraan: Mengingatkan agar hubungan baik antar-perguruan pencak silat yang telah terjalin tetap dipertahankan dan ditingkatkan.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Kang Mas Moh. Komarudin, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mematuhi semua prosedur keamanan dan perizinan dari Polres Ponorogo. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga upaya kami dalam memperkuat sinergi antara nilai budaya dan religius di masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian Kegiatan BRB 2025
Rangkaian acara BRB 2025 disusun secara komprehensif, memadukan aspek budaya dan religi:
| Tanggal | Kegiatan Utama | Detail |
| Minggu, 21 Des | Pembukaan: Kirab Panji dan Obor | Kirab melibatkan 200–300 warga, dimulai dari Patung Sukowati dan berakhir di Ngepos. Dilanjutkan doa bersama dan ruwatan yang dipimpin oleh Gus Kautsar. |
| Selasa, 23 Des | Ziarah Tokoh dan Sesepuh | Ziarah ke makam tokoh penting seperti Batoro Katong, Tegalsari, dan para sesepuh PSHT. |
| 24–26 Des | Bakti Sosial (Baksos) | Dilaksanakan di Padepokan PSHT, melibatkan 103 peserta sebagai simbol usia organisasi yang telah mencapai 103 tahun. |
| Sabtu, 27 Des | Pentas Seni Pencak Silat dan Musik | Acara untuk menampilkan kreativitas warga PSHT, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan kebanggaan terhadap budaya lokal. |
| 28 Des | Puncak Acara Berdzikir | Puncak kegiatan. |
Demi menjamin kelancaran dan keamanan, pengamanan BRB 2025 akan melibatkan sinergi antara Pamter PSHT (Pengamanan Internal Terate) dengan aparat kepolisian dan perwakilan dari perguruan pencak silat lain di Ponorogo.
Untuk memfasilitasi peserta, panitia juga menyiapkan tiga titik welcome gate strategis, yaitu di selatan Perempatan Tambakbayan, utara Pertigaan Jenes, dan barat Ngepos. Setiap gate akan dilengkapi dengan layanan medis, pos informasi, sponsor, dan area merchandise.
Mengakhiri rapat koordinasi, Kang Mas Moh. Komarudin berpesan agar setiap ranting PSHT berkoordinasi erat dengan Pamter dalam mengatur dan mengawal rombongan peserta, baik saat kedatangan maupun kepulangan.
Baca Juga : Daftar Tingkat 3 PSHT Trah Eyang Harsono
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan BRB 2025 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan manfaat positif bagi seluruh masyarakat Ponorogo,” tutupnya..(yudit)
