
Daftar Tingkat 3 PSHT Trah Eyang Harsono
Ilmusetiahati.com – Eyang Harsono, lahir di Madiun pada tahun 1928, adalah putra kandung dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo, sosok yang tak lain adalah pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Mengalir darah pendekar dari ayahnya, Eyang Harsono telah mulai mendalami ilmu pencak silat sejak usianya baru menginjak enam tahun.
Selama masa hidupnya, beliau mengabdikan diri di PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan berkarier di sana hingga pensiun pada tahun 1984.
Pada tahun 1948, di bawah bimbingan langsung ayahnya, Ki Hadjar Hardjo Oetomo, Eyang Harsono secara resmi disahkan sebagai warga Tingkat 3. Prosesi pengesahan bersejarah ini disaksikan oleh Hardjo Mardjoet. Dengan postur tubuh yang tinggi dan kokoh, mencapai 177 cm, fisik beliau mencerminkan ketangguhan seorang pendekar.
Baca Juga : Pengaruh Silat Keraton PSHT dalam Dinamika Suksesi Raja Pakubuwono XIV Surakarta
Eyang Harsono membina rumah tangga sebanyak dua kali. Pernikahan pertamanya adalah dengan Ibu Sriatun, seorang wanita dari Maospati-Magetan, yang berlangsung pada tahun 1953. Sayangnya, dari pernikahan ini, mereka tidak dikaruniai keturunan. Ibu Sriatun wafat pada 5 Februari 1994 dan dimakamkan di Pilangbando, Madiun. Dengan harapan mendapatkan keturunan, Eyang Harsono menikah lagi dengan Ibu Bingah Saestu, yang berasal dari Jember, pada 3 Agustus 1995. Namun, dari pernikahan kedua ini pun beliau tidak dikaruniai putra.
Karena tugasnya di PT KAI, Eyang Harsono menetap di Surabaya, tepatnya di Jalan Pemuda 118. Di sinilah beliau menjadi salah satu perintis dan pengembang utama PSHT, terutama di kota-kota besar seperti Madiun, Jember, dan Surabaya. Rumah beliau di Jalan Pemuda menjadi tempat beliau melatih dan membimbing para saudara yang berhasrat mendalami pencak silat warisan Ki Hadjar Hardjo Oetomo.
Beliau dikenal sangat aktif dalam mengembangkan materi jurus kawak SH PSC (Setia Hati Pencak Silat Club) di berbagai institusi, termasuk di IAIN Surabaya (yang kini menjadi UINSA) dan SMPN 13 Surabaya.
Pengesahan Tingkat 3
Pada tahun 1986, Eyang Harsono mengadakan pelatihan khusus untuk para warga Tingkat 2 di Surabaya, yang juga bertempat di kediaman beliau. Total ada enam warga Tingkat 2 dari Surabaya yang berhasil menyelesaikan latihan dan bimbingan untuk mencapai Tingkat 3 di bawah Eyang Harsono.
Murid Eyang Harsono dari Surabaya ini diantaranya : .Ir. FX Sentot Sutikno , Drs.Sudarmadji ,Bambang Dwi Tunggal, Pram Abraham dan T. Mariadi. Mereka kemudian dipertemukan di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Madiun. Mereka digabungkan dengan tiga murid Tingkat 3 dari Madiun yang dibimbing oleh Eyang Harjo Giring—salah satu murid Tingkat 3 pertama Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang disahkan pada tahun 1936.
Di sana, dilakukanlah proses persamaan, pencocokan, dan validasi. Hasilnya membenarkan bahwa jurus dan wejangan Tingkat 3 yang diajarkan oleh Eyang Harsono benar-benar sama persis dengan yang diwariskan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo.
Sebagai penutup dari proses panjang ini, prosesi pengesahan Tingkat 3 dilaksanakan dengan khidmat pada 28/29 Maret 1986 di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Jalan Pilangadi 2, Madiun. Pengesahan ini disaksikan langsung oleh Ibu Inem (istri Ki Hadjar Hardjo Oetomo), Eyang Harsono, dan Eyang Hardjo Giring.
Baca Juga : Sejarah SH Terate Cup II Surakarta 1981
Eyang Harsono wafat pada hari Kamis, 24 Agustus 2000, di RS Dr. Soetomo Surabaya. Jenazah beliau kemudian dibawa ke Padepokan Agung SH Terate Pusat Madiun untuk disembahyangkan, sebelum akhirnya dimakamkan di Pemakaman Pilangbando, Madiun, tempat peristirahatan terakhirnya.(ikrar, rizky)
