Ngaku Tingkat 2 Segerombol Anggota PSHTPM Menolak Nyawiji
Ilmusetiahati.com – Belum lama ini, beredar sebuah video yang cukup mengejutkan masyarakat. Dalam video tersebut, sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota tingkat 2 Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PSHTPM) tampak menyuarakan aksi tolak Nyawiji (persatuan) terhadap usulan penyatuan yang belakangan ini mengemuka. Dalam video tersebut, tampak para anggota dengan wajah serius, suram, dan penuh kebencian serta dendam, menyampaikan pendapat mereka yang bertentangan dengan ide penyatuan yang diusulkan oleh beberapa pihak. Momen tersebut tercatat berlangsung dalam sebuah rapat yang diadakan di Padepokan Agung, Jalan Merak No. 17, Kota Madiun, Jawa Timur, pada Kamis, 1 Mei 2025.
Dalam pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh perwakilan Ketua dan Dewan Cabang se-Jawa Timur, anggota keluarga besar PSHTPM dengan tegas menyatakan penolakan mereka terhadap ide penyatuan(nyawiji) yang digagas oleh Ketua Umum PSHT Dr.Ir.H. Muhammad Taufiq,SH.,M.Sc. Dalam pernyataannya, mereka khawatir bahwa langkah tersebut dapat menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Baca Juga : Pengurus Pusat PSHT Gelar Halalbihalal 2025, Seruan Nyawiji Untuk Kemajuan Bangsa
Menurut pernyataan dari Ketua Perwakilan Pusat (Perwapus) PSHTPM wilayah Jawa Timur, Drs. Hendri Sugeng Santoso, keluarga besar PSHTPM secara keseluruhan tidak menerima dengan alasan kuat apa yang disebut sebagai “nyawiji”. Pernyataan sikap ini, yang muncul sebagai respons terhadap isu penyatuan yang disuarakan oleh seseorang bernama Mas Taufiq, menegaskan bahwa seluruh keluarga besar PSHTPM di Jawa Timur menolak keras segala bentuk usaha penyatuan tersebut.
“Sebagai respons terhadap isu yang berkembang terkait dengan keinginan nyawiji yang disampaikan oleh mas Taufik dan telah viral di berbagai media sosial, kami menyatakan dengan tegas bahwa keluarga besar PSHT se-Jawa Timur menolak keras ide tersebut,” ujar Drs. Hendri Sugeng Santoso, Ketua Perwakilan Pusat PSHTPM wilayah Jawa Timur.
Lebih lanjut, Hendri menekankan bahwa H. Issoebijantoro, S.H dan Drs. R. Moerjoko HW kedua tokoh tersebut dianggap sebagai pemimpin yang sah yang terus memimpin organisasi ini hingga saat ini, mengingat keduanya adalah generasi penerus yang sah dari organisasi yang telah didirikan Ki Hajar Hardjo Oetomo.
“Mereka berdua adalah satu-satunya tokoh yang sah memimpin Persaudaraan Setia Hati Terate yang telah berkiprah lebih dari satu abad,” lanjutnya.
Sebagai tambahan informasi, Hendri mengungkapkan bahwa persoalan dengan oknum yang mengaku sebagai Ketua Umum, yakni M. Taufiq, sebenarnya sudah dinyatakan selesai. Pada tahun 2021, PSHTPM telah mengadakan Perapatan Luhur (Parluh) yang menyatakan bahwa masalah yang ditimbulkan oleh oknum tersebut telah selesai dengan sendirinya. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa semua masalah terkait dengan M. Taufiq dan pernyataan penyatuan yang ditawarkan olehnya tidak lagi relevan dan harus diakhiri.
“Masalah yang melibatkan M. Taufiq telah selesai sejak Perapatan Luhur 2021. Segala hal yang berhubungan dengan masalah internal organisasi ini terkait dirinya sudah selesai. Kami meminta agar hal ini tidak lagi dipermasalahkan,” jelasnya.
Di sisi lain, Hendri juga menegaskan bahwa yang sah di Indonesia adalah yang berkedudukan di Pusat Madiun.
“PSHT yang sah adalah yang berada di bawah Pimpinan Dewan Pusat H. Soebiantoro dan Ketua Umum Drs. R. Moerjoko HW. Semua administrasi dan legalitasnya tercatat dengan jelas di sistem Badan Hukum Kemenkumham,” tegas Hendri Sugeng Santoso.
Sebagai langkah terakhir dalam penutupan masalah ini, Hendri mengungkapkan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Ketua Dewan Pusat PSHTPM, M. Taufiq telah dicabut keanggotaannya secara permanen. Keputusan ini diambil setelah melalui proses yang cukup panjang dan dengan pertimbangan matang dari seluruh pihak yang berwenang.
“M. Taufikq sudah dicabut keanggotaannya untuk selamanya. Hal ini sudah sesuai dengan keputusan yang ditetapkan dalam rapat internal kami,” kata Hendri.
Perkembangan isu mengenai penyatuan yang muncul dalam tubuh Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PSHTPM) telah memunculkan reaksi keras dari sejumlah pihak. Terlepas dari adanya kelompok yang mendukung.
Baca Juga : Susunan Pengurus Pusat PSHT 2021 – 2026
Penolakan terhadap ide Nyawiji ini sungguh memalukan, sesepuh yang harusnya penuh cinta dan welas asih nampak tidak dapat memberikan contoh yang baik pada adik adiknya.

