Sejarah

Perjalanan PSHT, Dulu Melawan Penjajah Kini Jadi Beladiri Militer

Ilmusetiahati.comSejarah PSHT dari melawan penjajah hingga kini jadi beladiri militer, menarik untuk diulas.

Cikal bakal Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC), perguruan pencak silat yang dirintis oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, di Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, tahun 1922.

BACA JUGA : 
Rakernas PSHT 2024 Sukses, Semakin Berprestasi, Solid dan Memancarkan Cita

Desa Pilangbango pada masa penjajag Belanda ialah desa yang berada di wilayah Kecamatan Wungu, Madiun (sekarang Desa Pilangbango statusnya berubah menjadi kelurahan, didalam Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun).

Beliau mendapatkan ilmu Pencak Silat dari Ki Ngabehi Soerodiwirjo atau dikenal sebagai Eyang Suro, pendiri dan pencipta aliran pencak silat Setia Hati (SH) pada tahun 1917.

Seiring perjalanan waktu terjadi perbedaan prinsip antara Ki Hadjar Hardjo Oetomo dengan Eyang Suro, Sang Guru berpendapat bahwa dalam Persaudaraan Setia Hati tidak boleh membeda bedakan antara pribumi dengan bangsa Belanda, sehingga bangsa Belanda boleh mendapat pelajaran Pencak Silat SH.

Ki Hadjar Hardjo Oetomo mempunyai pendapat yang berlainan, silang pendapat yang cukup prinsip adalah beliau berpendapat bahwa bangsa Belanda adalah penjajah yang harus dilawan.

BACA JUGA : Ribuan Pendekar PSHT Hitamkan Monas Hingga Bundaran HI

Oleh sebab itulah sebagai dasar pelatihan pemuda dalam rangka menyusun kekuatan melawan penjajah, beliau mengajarkan pencak silat.

Tahun 1924, Ki Hadjar Hardjo Oetomo membuat perkumpulan dengan nama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC). Perkumpulan tersebut dibuat guna membedakan antara Setia Hati Eyang Suro yang berada di Desa Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dengan Setia Hati Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang berbasis di Desa Pilangbango.

Dalam Setia Hati Eyang Suro terdapat sumpah yang berisi larangan mengajarkan ajaran SH kepada yang bukan saudara, untuk mensiasati sumpah tersebut dalam Hadjar Hardjo Oetomo merubah Jurus yang didapat dari Eyang Suro menjadi jurus yang berbeda, kini dikenal sebagai Jurus Lama PSHT sebagai materi pokok SH PSC.

Pada masa perjuangan tercatat beberapa kali beliau  ditangkap pemerintahan kolonial Belanda dan dipenjarakan. Berbagai aksi yang beliau dan kawan kawanya lancarkan antara lain beberapa kali melempar kereta api yang lewat dan menyerang Tangsi dan pos belanda di Bosbo Madiun.

Ki Hadjar Hardjo Oetomo berluang kali dipenjara. Beliau ditangkap Belanda atas tuduhan melakukan gerakan menentang Pemerintah Kolonial Belanda di Madiun dan dihukum selama 3 (tiga bulan) di Talang, Jember.

Tahun 1925, Beliau ditangkap lagi dan dipenjara 6 bulan. Istri beliau Ibu Inem, saat itu juga ikut ditangkap dan di bawa ke Bereau Velpolitie. Tapi dipulangkan lagi setelah diinterograsi.
Dalam penjara pun tidak menurunkan semangat juang beliau, hasilanya ia dipanggil dan dibawa ke pengadilan landraad Belanda atas tuduhan merencanakan pemogokan dan menentang kebijakan pemerintah kolonial di dalam penjara.

BACA JUGA : Tingkatan di SH Panti Persaudaraan Setia Hati 1903

Ki Hadjar Hardjo Oetomo divonis penjara 5 tahun, Berdasarkan putusan itu beliau dipindahkan dari penjara Talang, Jember ke penjara Cipinang.

2 tahun di dalam penjara Cipinang,ia kembali melakukan gerakan melawan penjajah. Akhirnya, Pemerintah Belanda mengasingkan beliau ke penjara Padang Panjang (Sumatera).

Ki Hadjar Hardjo Oetomo masuk dalam deretan nama-nama pejuang Perintis Kemerdekaan RI yang akan dibuang ke Boven Digul. Tapi hukuman itu urung dijalankan karena beliau sudah menjalani hukuman selama 3 tahun di penjara Padang Pandjang.

Sebagai Beladiri Militer

Tahun 1942 era berganti ke pendudukan Jepang, di zaman ini Pencak Silat bukan lagi sebagai gerakan terlarang tapi berubah sebagai alat pergerakan untuk melawan sekutu di Perang Dunia II.

Tokoh SH PSC ( Cikal Bakal PSHT) yang terkenal saat itu adalah Hassan Soewarno, beliau dipercaya Jepang sebagai Ketua Persatuan Perkumpulan Pencak Silat di Madiun tahun 1943.

PSHT juga tumbuh subur di wilayah Indonesia Timur, sebut saja di Timor Leste, Maluku hingga Papua.

Pencak Silat PSHT diperkenalkan di Timor Leste melalui Kontingen prajurit TNI ataupun Pejabat Negara yang pernah bertugas di daerah Konflik tersebut. Pencak Silat cukup digemari oleh warga setempat dan tak dipungkiri menjadi sarana latihan fisik dan mental bagi pemuda setempat.

Tokoh PSHT yang mempunya kontribusi besar dalam berkembangnya pencak silat di bumi Timor Leste adalah Kang Mas Gunung dan Kang Mas Bambang Tunggul Wulung ke 2 nya adalah Putra Bapak Soetomo Mangkujoyo.

Di Timor Leste juga cukup banyak Warga PSHT yang mempunyai kedudukan penting di Pemerintahan, selain itu banyak juga Tokoh yang punya kedekatan dengan PSHT sebut saja Xanana Gusmao Perdana Menteri Timor Leste yang cukup akrab dengan Kang Mas Nurhadi Abbas (Ketua PSHT Pengprov Jawa Tengah).

Papua pun juga tak asing dengan PSHT, perkembanganya pun juga sama yaitu melalui Prajurit TNI dan Pejabat Negara yang bertugas di wilayah tersebut, tokoh PSHT yang cukup terkenal adalah Kang Mas Klemen Tinal.

Klemen Tinal menjabat sebagai wakil gubernur Papua selama 8 Tahun, beliau juga dipercaya oleh Ketua Umum PSHT Kang Mas Muhammad Taufiq sebagai Ketua PSHT Pengprov Papua.

Pencak Silat PSHT cukup tumbuh subur dilingkungan TNI mulai dari tingkat Koramil hingga Kodam, sebut saja Komisariat / Rayon PSHT Kodim 0413/Bangka, PSHT Yonarhanud 10/ABC, PSHT Komisariat KODAM IV/Diponegoro, PSHT Yonif Para Raider 328 Kostrad serta puluhan satuan lainya.

PSHT bisa diterima dengan mudah dilingkungan Militer selain sebagai bentuk melestarikan budaya bangsa tapi juga pencak silat PSHT memang cukup efektif digunakan sebagai beladiri, selain itu PSHT merupakan Organisai Netral yang tidak terikat oleh kekuatan politik maupuan kelompok agama tertentu sehingga cocok untuk TNI yang berasal dari beragam latar belakang.

Pencak Silat juga tumbuh subur di Eropa, Pasukan khusus anti teror Prancis RAID (Recherche, Assistance, Intervention, Dissuasion) dan GIGN (Groupe d’Intervention de la Gendarmerie Nationale) juga memasukan pencak silat sebagai salah satu ilmu bela diri militer.

Sang Instruktur bernama Eric Godart menimba ilmu Pencak silat dari Frank Ropers seorang grand master pencak silat Setia Hati Terate, yang sangat terkenal tidak hanya di Perancis namun juga di belahan eropa lainya.

Dengan berkembangnya PSHT semoga dapat memancarkan cita di seluruh penjuru bumi.

(ikrar, syk)

Rizkia Putra

Saya ada seorang jurnalis berpengalaman dalam bidang media dan SEO selama 5 tahun