SejarahTerpopuler

Arti Lambang PSHT Beserta Sejarah dan Filosofinya

Ilmusetiahati.comArti lambang PSHT atau Persaudaraan Setia Hati Terate merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur, spiritualitas, dan pedoman hidup bagi setiap anggotanya. Sebagai salah satu organisasi pencak silat terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922, PSHT tidak hanya mengajarkan ketangkasan fisik, tetapi juga olah rasa dan budi pekerti luhur. Setiap elemen dalam lambang PSHT, mulai dari pemilihan warna hingga bentuk bunga, menyimpan pesan filosofis yang mendalam mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.

Sejarah Penciptaan Lambang: Sinergi Tiga Tokoh

Memahami identitas organisasi ini tidak terlepas dari sejarah pembuatannya. Dilansir dari uraian sejarah yang disampaikan oleh Kangmas Soewignyo Dibyomartono, putra dari Bapak Santoso (Ketua Dewan Pertama PSHT), lambang yang digunakan saat ini merupakan hasil pemikiran dan laku tirakat dari tiga sosok penting.

Baca Juga : Tabloid Keinsafan Rakyat, Warisan Hardjo Oetomo Melawan Penjajah Belanda

Ketiga tokoh tersebut adalah Mas Badini, Mas Soesanto, dan Ny. Santoso. Berdasarkan sumber data sejarah organisasi, proses desain ini bermula dari kediaman Ny. Santoso. Peran masing-masing tokoh sangat spesifik: Ny. Santoso bertindak sebagai penentu desain utama, sementara Pak Badini mengatur tata letak gambar. Guna menyempurnakan dimensi spiritual dari lambang tersebut, Pak Badini dan Mas Soesanto melakukan ritual tirakat nyepi untuk memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mengutip dari catatan Ilmu Setia Hati, Eyang Badini dikenal sebagai sosok dengan jiwa seni tinggi. Beliau merupakan murid langsung Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang dikecer pada tahun 1938. Sebagai seniman lukis kaca, Eyang Badini mewujudkan desain tersebut ke dalam media kaca cermin di bawah bimbingan Ny. Santoso, hingga akhirnya lambang tersebut disahkan dan digunakan secara resmi oleh organisasi hingga saat ini.


Makna Terperinci Setiap Unsur dalam Lambang PSHT

Setiap goresan dan warna dalam atribut resmi PSHT memiliki rujukan filosofis yang ketat. Berikut adalah rincian detail mengenai arti dan lambang tersebut:

1. Bentuk dan Warna Dasar

  • Segi Empat Panjang: Melambangkan perisai, yang berarti setiap anggota harus mampu menjadi pelindung bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

  • Warna Dasar Hitam: Bermakna kekal dan abadi. Ini melambangkan sifat persaudaraan di PSHT yang diharapkan tidak lekang oleh waktu dan situasi.

  • Bentuk Segi Empat (Empat Kiblat Lima Pancer): Mengutip prinsip dasar SH, bentuk ini bermakna bahwa di mana pun seorang pendekar berada, mereka harus tetap berpegang teguh pada prinsip Setia Hati.

2. Simbol Hati dan Sinar

  • Hati Putih Bertepi Merah: Terletak di tengah lambang sebagai simbol netralitas. Maknanya adalah cinta kasih itu ada batasnya.

  • Merah Melingkari Hati Putih: Melambangkan keberanian untuk menyuarakan apa yang ada di dalam hati atau kata hati yang benar.

  • Sinar: Melambangkan jalannya hukum alam atau hukum kelimpahan. Sumber lain menyebutkan sinar putih ini melambangkan berlakunya hukum timbal balik atau hukum karma dalam kehidupan manusia.

  • Hati sebagai Pusat: Hati diartikan sebagai pusat pikiran dan perbuatan. Jika hati baik, maka seluruh perbuatan manusia akan baik, begitu pula sebaliknya.

3. Bunga Terate (Lotus)

Bunga Terate menjadi ikon sentral yang memberikan nama pada organisasi ini.

  • Ketahanan Hidup: Bunga terate melambangkan kepribadian luhur dan kemampuan untuk hidup di mana saja, dalam situasi dan kondisi apa pun (seperti terate yang tetap bersih meski hidup di lumpur).

  • Tiga Fase Bunga (Kuncup, Setengah Mekar, Mekar): Simbol ini menegaskan bahwa dalam persaudaraan tidak ada perbedaan latar belakang. Kuncup melambangkan kondisi miskin, setengah mekar melambangkan sederhana, dan mekar melambangkan kaya. Di PSHT, semua status sosial tersebut dianggap sama derajatnya.

4. Senjata dan Garis Tegak

  • Senjata Silat: Berbagai jenis senjata yang ada dalam lambang bermakna bahwa pencak silat adalah benteng pertahanan bagi persaudaraan dan alat untuk melindungi diri.

  • Garis Putih Tegak Lurus: Berada di tengah warna merah, melambangkan prinsip “Berani karena benar, takut karena salah”.

  • Pita Putih dengan Garis Merah: Menegaskan kembali sikap ksatria untuk selalu membela kebenaran.

5. Makna Tulisan dan Warna Tambahan

  • Persaudaraan: Menunjukkan hubungan batin antar sesama manusia yang tulus, ikhlas, dan bersih, bahkan melebihi saudara kandung.

  • Setia: Makna jiwa yang tidak dapat dipisahkan oleh situasi dan kondisi apa pun.

  • Setia Hati: Bermakna percaya pada diri sendiri, berkiblat kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan meyakini bahwa kekuatan tertinggi hanya milik-Nya.

  • Warna Kuning: Melambangkan kejayaan dan kemuliaan bagi orang-orang Setia Hati Terate.


Warisan Eyang Badini dan Relevansinya Saat Ini

Sebagai tokoh yang menyempurnakan lambang PSHT, peran Eyang Badini sangat krusial. Selain aspek visual, beliau juga membawa ruh prestasi ke dalam organisasi. Dilansir dari sumber sejarah Ilmu Setia Hati, Eyang Badini pernah memimpin PSHT sebagai Ketua Umum pada periode 1977-1981 sebelum akhirnya jabatan tersebut diteruskan oleh Mas Tarmadji Boedi Harsono.

Kutipan pernyataan tokoh yang terekam dalam sejarah menyebutkan:

“Yang membuat lambang Persaudaraan Setia Hati Terate itu ada 3 orang… Pak Badini telah melukis beberapa lambang tersebut dalam kaca cermin atas bimbingan Ny. Santoso.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa lambang tersebut bukan sekadar gambar teknis, melainkan karya seni spiritual yang lahir dari kolaborasi batin para tokoh terdahulu.

Bagi masyarakat umum dan calon anggota, memahami arti lambang PSHT adalah langkah awal untuk mengenal kedalaman filosofi Jawa dan bela diri asli Indonesia. Lambang ini mengajarkan bahwa seorang pendekar tidak hanya dinilai dari kekuatannya, tetapi dari kemampuannya menjaga kesucian hati dan kemaslahatan bagi orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga : 10 Manfaat Pencak Silat untuk Kesehatan Fisik dan Kematangan Mental

Demikian penjelasan lengkap mengenai sejarah dan filosofi di balik lambang Persaudaraan Setia Hati Terate. Semoga informasi ini dapat memperluas wawasan mengenai kekayaan budaya pencak silat di Indonesia.(ikrar, nugroho)

Rizkia Putra

Saya ada seorang jurnalis berpengalaman dalam bidang media dan SEO selama 5 tahun