Seluruh Tugu Perguruan Silat di Jember Akan Dirobohkan

Seluruh Tugu Perguruan Silat di Jember Akan Dirobohkan

Ilmusetiahati.com – Pemkab Jember akan merobohkan seluruh tugu atau bangunan lain yang menjadi simbol perguruan pencak silat yang dibangun di luar padepokan. Kebijakan itu untuk mencegah bentrok antarpesilat.

Rencana merobohkan tugu perguruan silat itu disampaikan Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman seusai rapat terkait pencegahan bentrokan antarperguruan silat di DPRD Jember, Kamis (27/5).

“Kita akan buat forum bersama yang mengundang 33 perguruan silat yang ada di Jember. Saya harap rencana ini bisa didukung semua perguruan. Tujuannya untuk menumbuhkan kebersamaan,” ujar Firjaun seusai rapat.

Saat ini tugu atau bangunan lain yang menjadi simbol perguruan pencak silat berdiri hampir di setiap desa atau kelurahan. Seolah-olah kawasan itu menjadi kekuasaan mereka.

Baca Juga : Seluruh Ketua Umum SH Terate

Kondisi ini dinilai berpotensi memicu benturan antarperguruan. “Kalau ada pihak yang tidak bertanggung jawab, tinggal dirobohkan. Lalu terjadi konflik,” tutur Firjaun.

Tugu Silat dirobohkan untuk penertiban seluruh bangunan itu harus dilakukan Pemkab untuk menjamin rasa keadilan bagi semua perguruan silat. “Kalau satu perguruan dibiarkan mendirikan simbol tertentu seperti tugu, maka bisa memicu kecemburuan. Nanti yang lain juga akan memasang. Kami sebagai pemerintah harus adil,” tegas mantan anggota DPRD Jatim ini.

Rapat yang turut dihadiri Kapolres Jember itu digelar atas permintaan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Jember. Hal ini dipicu oleh serangkaian penyerangan yang menimpa perguruan silat Pagar Nusa yang ada di bawah naungan NU.

“Sejak saya menjadi ketua pada tahun 2015, sudah belasan kali pesilat Pagar Nusa diserang. Dan semua pelakunya berasal dari PSHT,” tutur H Fathorrozi, Ketua Pagar Nusa Jember dalam pertemuan tersebut.

Namun, PSHT yang juga hadir dalam pertemuan tersebut membantah anggapan bahwa perguruannya mengajarkan aksi premanisme. “Kami mengajarkan keluhuran akhlak budi pekerti. Kalau ada oknum yang anarkistis, mohon jangan digeneralisir,” tutur Jono Wasinuddin, Ketua PSHT Jember dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga : Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal Meninggal, Ternyata Warga PSHT

Berita acara tersebut dibuat dalam pertemuan di gedung parlemen, Kamis (27/5/2021), yang melibatkan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi dan jajaran pimpinan, Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin, Wakil Ketua PCNU Ayub Junaidi, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Agus Supaat, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jono Wasinuddin, dan Ketua Perguruan Silat Pagar Nusa Fathurrozi.

Rapat tersebut digelar menyusul terjadinya sejumlah aksi penganiayaan oleh anggota perguruan silat terhadap warga dan anggota perguruan silat lainnya. Data kasus di kepolisian juga sudah menunjukkan angka yang menggelisahkan: sepanjang 2021, ada 10 kasus penganiayaan yang dilakukan anggota perguruan silat.