Arsip Kategori: Terpopuler

Terpopuler Ilmu Setia Hati Official merupakan sebuah jaringan media Setia Hati yang bertujuan memberikan informasi berimbang tentang berbagagai aliran, trah dan oraganisasi Setia Hati di tengah-tengah arus informasi modern dan globalisasi.

Ilmusetiahati.com juga menjadikan media jurnalisme sebagai wadah perjuangan intelektual dan spiritual untuk membangun karakter pribadi yang berbudi pekerti luhur tahu benar dan salah.

Raih Juara Pencak Silat Student Open, Pesilat Difabel Harumkan PSHT

Ilmusetiahati.com – Aby, seorang atlet Pesilat difabel dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), berhasil meraih juara 3 kategori seni tunggal full kelas pra remaja dalam kejuaraan Indonesia Student Open yang digelar di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta Utara, 19 Desember 2023.

Aby, yang berusia 15 tahun, memiliki semangat tinggi untuk berprestasi di bidang pencak silat. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tidak menyerah dan terus berlatih dengan giat.

Baca Juga : 16 Remaja Bawa Sajam Diamankan Polisi dan PSHT di Boyolali

“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa berprestasi seperti atlet normal lainnya,” kata Aby.

Di balik kesuksesan Aby, ada sosok pelatih yang luar biasa, yaitu Mbak Sawitri. Mbak Sawitri adalah seorang pesilat wanita PSHT yang telah berpengalaman. Ialah yang telah melatih Aby selama ini.

“Mbak Sawitri selalu sabar dan telaten dalam melatih saya,” kata Aby. “Beliau juga selalu memberikan motivasi kepada saya untuk terus berlatih dan tidak menyerah.”

Kesuksesan Aby menjadi inspirasi bagi para pesilat difabel PSHT lainnya. Mereka bersemangat untuk mengikuti jejak Aby dan meraih prestasi di bidang pencak silat.

Baca Juga : PSHT Selesaikan TOT Nasional, Ciptakan Pendekar yang Selamat, Terhormat dan Bahagia

“Saya bangga dengan Aby yang telah mengharumkan nama PSHT,” kata Mbak Sawitri. “Saya berharap, keberhasilan Aby dapat menjadi motivasi bagi para pesilat difabel PSHT lainnya.”

Kesuksesan Aby membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan semangat dan kerja keras, siapa pun dapat mencapai tujuannya.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

PSHT Bedah Rumah Cicit Sang Pendiri, Berikut Pesan Ketua Umum Muhammad Taufiq

Ilmusetiahati.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kembali memperlihatkan komitmennya dalam membangun solidaritas sosial. Bersama Korlap, Relawan Terate Peduli, Forum Tingkat II PSHT Nusantara, LKBH PSHT, dan Pengprov PSHT Jawa Timur, mereka bergotong royong dalam proyek bedah rumah yang sangat istimewa. Proyek ini berfokus pada pemugaran rumah Mas Tanu Wijaya Hidayat, seorang keturunan atau cicit dari pendiri PSHT, Ki Hadjar Hardjo Utomo.

Ketua Umum PSHT, Kangmas Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, SH. M.Sc, menyambut baik inisiatif ini yang sebelumnya telah menjadi keinginan banyak anggota PSHT. Pelaksanaannya telah dimulai, dan Kangmas Taufiq merasa sangat bersyukur akan kesempatan ini.

“Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan ini, amanah dari seluruh anggota PSHT untuk membantu Mas Tanu telah dimulai dan sedang dilaksanakan. Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat,” ungkapnya.

Proyek ini dikoordinir oleh Mas Asrori, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Pembangunan. Kegiatan ini berlangsung di rumah Mas Tanu yang terletak di Perum Persada Hijau Blok L9 No. 47, Kelurahan Benjeng, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (05/11/2023).

Baca Juga : 6 Pelaku Penyerangan PSHT Mojokerto ditangkap, Pelaku Aniaya Siswa Hingga Meninggal

Rencananya, pemugaran bangunan ini akan mencapai tingkat pengerjaan sekitar 80%. Estimasi biaya yang dikeluarkan mencapai ratusan juta rupiah. Sebagai persiapan, Mas Tanu telah dipindahkan ke sebuah kontrakan sementara, dan pekerjaan pemugaran akan dimulai pada pagi hari.

Menurut informasi dari pihak yang terlibat dalam proyek ini, Kangmas Fendi Sugiarto bertindak sebagai koordinator Relawan Terate Peduli.

“Alhamdulillah, sejak kemarin Mas Tanu sudah ditempatkan di kontrakan untuk satu bulan ke depan. Pagi ini, kami telah melakukan pengosongan rumah dan memulai pembongkaran bagian-bagian yang akan direnovasi,” ujar Kangmas Fendi.

“Proyek pemugaran meliputi perbaikan bagian atap rumah, kusen pintu dan jendela, kamar mandi, lantai rumah, serta teras. Semua akan kami kerjakan dengan sungguh-sungguh,” tambah Kangmas Fendi.

Sementara itu, Kangmas Agung Handaryanto yang berada di lokasi proyek ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari warga PSHT dari cabang-cabang sekitar, termasuk cabang Surabaya, cabang Gresik, dan cabang Sidoarjo.

Baca Juga : Sejarah Pamter atau Paspamter PSHT

Ia juga berharap, dengan semangat gotong royong dan kerjasama yang solid, proyek pemugaran ini dapat selesai dengan cepat. Sehingga Mas Tanu dapat segera kembali dan menikmati rumah yang telah dipulihkan sepenuhnya. Gotong royong dan kerjasama adalah kunci utama yang memungkinkan PSHT untuk terus menjalankan misinya dalam mewujudkan kesejahteraan dan persaudaraan di masyarakat.

Semoga proyek ini menjadi contoh inspiratif bagi masyarakat lainnya dan berdampak positif bagi Mas Tanu dan keluarganya.

Rakernas PSHT 2023 Sukses Membangun Persaudaraan yang Produktif dan Bermartabat

Ilmusetiahati.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSHT 2023 di Taman Wisata Selorejo, Kabupaten Malang, pada tanggal 6 September 2023, telah sukses menjadi panggung bagi 250 cabang Persaudaraan Setiap Hati Terate (PSHT) dari seluruh Indonesia. Dengan tema “Membangun Persaudaraan yang Semakin Produktif dan Bermartabat,” Rakernas ini mengambil peran penting dalam menggarap empat hal utama yang ingin dicapai, yang akan diimplementasikan di setiap cabang PSHT.

Baca Juga : Ratusan Pendekar Madiun Demo Tolak Pembongkaran Tugu Pencak Silat

Dalam Rakernas ini, perhatian utama adalah pada perbaikan pendidikan dan pelatihan silat. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan budi luhur manusia, terutama para anggota PSHT. Ketua Umum PSHT Pusat, Muhammad Taufiq, menyatakan bahwa PSHT memiliki peran dalam menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), yang menjadi penting dalam konteks saat ini.

Tantangan yang dihadapi adalah adanya kesenjangan antara cita-cita dan tindakan anggota PSHT. Oleh karena itu, perbaikan sistem pendidikan diperlukan agar anggota PSHT dapat mewujudkan visi dan misi PSHT dengan lebih baik. Dalam mukadimah, tugas organisasi sebagai penghubung antar anggota yang harus mempromosikan kerukunan, pemancaran cita-cita, pengajaran, dan perilaku budi luhur telah ditegaskan.

PSHT juga berkomitmen untuk meningkatkan sistem pendidikan silat. Sejak tahun 2018, materi pencak silat telah dibagi berdasarkan golongan usia, mulai dari usia dini hingga orang dewasa. Untuk mendukung ini, PSHT telah melaksanakan pelatihan bagi para pelatih berbagai tingkatan, mulai dari tingkatan utama hingga muda. Kerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) juga telah terjalin, yang menyediakan materi ajar dan program politeknik pencak silat.

Dengan harapan bahwa perkembangan pencak silat dapat didasarkan pada riset dan ilmu pengetahuan, Rakernas juga menggarisbawahi pentingnya jaminan keselamatan dan jaminan kematian bagi para pelatih, pengurus, siswa, dan atlet. Untuk mewujudkannya, PSHT menjalin kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, Rakernas juga bertujuan untuk membangun persaudaraan yang produktif. Ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dengan meningkatkan kesejahteraan anggota PSHT. Untuk mencapai tujuan ini, PSHT menjalin kerjasama dengan BRI Link dengan tujuan agar setiap cabang dan ranting PSHT dapat menjadi mitra BRI. Hal ini akan membantu anggota PSHT untuk lebih produktif dengan mengalihkan energi mereka ke kegiatan yang produktif.

Baca Juga : Tingkatan Sabuk di Persaudaraan Setia Hati Terate

Selama Rakernas, PSHT juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI/Polri yang telah turut serta dalam acara ini, memberikan kontribusi positif untuk menjaga situasi yang kondusif.

Melalui Rakernas PSHT 2023, PSHT telah menegaskan komitmennya untuk memperbaiki pendidikan silat, memajukan riset dan ilmu pengetahuan dalam seni bela diri ini, dan membangun persaudaraan yang produktif. Semua ini merupakan langkah positif menuju visi PSHT untuk “Memayu Hayuning Bawono,” yang berarti memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa dalam semangat persaudaraan yang kokoh.

Bentrok Perguruan Silat di Taiwan Pecah, Seorang Pendekar PSHT Tewas

Ilmusetiahati.com – Bentrok Perguruan Silat di Taiwan memilukan hati para pencinta seni bela diri Indonesia. Peristiwa tragis ini mengguncang dunia persilatan dan menciptakan sensasi di media sosial Taiwan. Dalam berita yang ditampilkan oleh TVBS News pada tanggal 4 September lalu, kita dapat melihat bahwa konflik ini dimulai ketika dua kelompok perguruan silat Indonesia PSHT dan IKSPI, yang saling melemparkan tantangan melalui media sosial.

Kedua kelompok ini akhirnya setuju untuk bertemu di stasiun kereta api, namun jumlah anggota dari masing-masing kelompok sangat tidak seimbang. IKSPI, salah satu kelompok perguruan silat, datang dengan anggota sebanyak 23 orang, lengkap dengan berbagai senjata. Hal ini jelas melanggar kesepakatan awal yang menyatakan bahwa pertarungan akan berlangsung dalam format duel satu lawan satu, dengan hanya 6 orang dari setiap kelompok yang diizinkan bertanding.

Baca Juga : Ratusan Pendekar Protes Tak Terima Tugu PSHT Jember dibongkar

Menurut Ari Hartono, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, membenarkan ada seorang warga Trenggalek yang meninggal dunia dalam insiden tragis ini. Bahkan, ada PMI lain yang mengalami luka parah. Kedua korban ini adalah saudara kembar yang bekerja di Taiwan. Salah satu dari mereka berasal dari Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Hingga saat ini, pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek masih berusaha memahami secara lebih mendalam tentang peristiwa tragis ini. Mereka terus berkomunikasi dengan BP2MI untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Baca Juga : Terbesar di 2023! PSHT Cabang Magetan Sahkan 7000 Warga Baru Selama 12 Hari

Umtingah, Kepala Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, mengkonfirmasi bahwa korban yang meninggal dunia adalah salah satu warganya. Kembarannya juga menjadi korban dalam peristiwa ini, mengalami luka.

Menurut Kepala Desa, korban yang meninggal adalah kakak dari saudara kembar yang telah bekerja di Taiwan selama beberapa waktu. Saat ini, pihak desa masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Trenggalek maupun pemerintah pusat.

Sebagai informasi tambahan, bentrok antara dua kelompok perguruan silat asal Indonesia ini terjadi di Stasiun Kereta Api Changhua, Kota Changhua, Taiwan. Puluhan orang dari PSHT dan IKSPI ini terlibat dalam pertarungan sengit, menggunakan pisau dan tongkat sebagai senjata.

Akibat insiden tersebut, seorang pekerja migran berusia 32 tahun meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka tusuk di bagian punggung. Seorang korban lain mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga : Tingkatan Sabuk di Persaudaraan Setia Hati Terate

Tim reaksi cepat dari kepolisian setempat segera dikerahkan untuk menangani bentrokan ini. Polisi berhasil menangkap tersangka utama yang diduga melakukan pembunuhan, seorang individu berusia 24 tahun. Selain itu, 15 anggota IKSPI yang terlibat langsung dalam insiden ini diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Changhua untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam kejadian tragis ini, semoga pihak berwenang dapat mengungkap semua fakta yang terjadi dan memastikan keadilan terwujud. Kita semua berharap agar perdamaian dan persatuan dapat mendominasi dunia perguruan silat di masa depan.

Ratusan Pendekar Protes Tak Terima Tugu PSHT Jember dibongkar

Ilmusetiahati.com – Ratusan pendekar dari perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) telah menggelar aksi protes yang menggemparkan di Jember. Mereka bersatu menentang rencana pembongkaran tugu PSHT yang telah berdiri di wilayah Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Pakusari. Dalam aksi yang dilangsungkan pada Senin (28/3/2023), para pendekar ini dengan tegas menolak pembongkaran tugu penting bagi perguruan mereka. Mari kita simak secara mendalam alasan dan implikasi dari protes bersejarah ini.

Muhammad Fadil, salah satu pendekar utama dari PSHT Jember, memberikan pengertian mendalam mengenai mengapa pembongkaran tugu menjadi pemicu kemarahan. Ia menegaskan bahwa proses pembangunan tugu yang berlokasi di pinggir jalan nasional Jember-Banyuwangi merupakan suatu perjuangan tak terhingga.

Baca Juga : Suran SH Panti 2023, Walikota Madiun Ajak Jaga Kondusifitas

“Fokus utama kami adalah pada upaya besar yang kami curahkan untuk mendirikan tugu ini,” ucap Fadil dengan semangat.

Fadil menambahkan dengan lugas bahwa tugu silat tersebut merepresentasikan lebih dari sekadar simbol bagi perguruan PSHT. Di samping itu, situasi di Kecamatan Pakusari dan lingkungannya saat ini telah menciptakan kedamaian yang tak ternilai.

“Kami berjuang agar tugu kami tetap berdiri tak tergoyahkan. Lokasi ini memang tanah negara, namun kami telah berkorban besar dalam membangun tugu ini,” tandasnya dengan mantap.

Lebih menarik lagi, tugu ini adalah yang pertama dan satu-satunya yang berdiri di Kecamatan Pakusari, dibangun dengan susah payah antara tahun 2014 hingga 2015.

“Sejumlah anggota cabang lokal kami merasa tidak bisa menerima keputusan pembongkaran ini,” tambahnya.

Wakil Ketua III Cabang Jember PSHT, Heri Sudiono, menceritakan bahwa awalnya mereka memiliki niat untuk membongkar tugu secara mandiri. Namun, mengingat situasi yang belum kondusif dan dampak negatif yang mungkin timbul terhadap pengguna jalan, akhirnya keputusan pembongkaran itu dikesampingkan.

Baca Juga : Terbesar di 2023! PSHT Cabang Magetan Sahkan 7000 Warga Baru Selama 12 Hari

“Jika pembongkaran dilakukan, dampaknya bisa jadi jauh lebih luas daripada ini,” ungkapnya dengan bijak.

Camat Pakusari, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa rencana pembongkaran ini merupakan hasil dari kesepakatan bersama antara pengurus PSHT dan Muspika Pakusari.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Dayat, panggilan akrabnya, menjelaskan ada dua opsi yang diusulkan. Opsi pertama adalah melakukan pembongkaran tugu, dan opsi kedua adalah menggantinya dengan tugu Pancasila.

“Kesepakatan yang dicapai untuk wilayah (kecamatan) Sukowono adalah mengganti dengan tugu Pancasila, sementara untuk wilayah Pakusari diputuskan untuk membongkar tugu,” terang Camat Dayat.

Dalam pelaksanaannya, proses pembongkaran akan dilakukan oleh anggota internal PSHT sendiri. Sementara, pihak Muspika dan Satpol PP bertanggung jawab dalam menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Kami bertanggung jawab untuk menjaga situasi tetap kondusif, sedangkan teknis pembongkaran akan dijalankan oleh anggota internal PSHT,” ujar Camat Dayat.

Namun, ketika tiba saatnya untuk memulai pembongkaran tugu, sejumlah besar anggota PSHT datang dan menolak tegas rencana tersebut. Akibatnya, kerumunan yang terus bertambah menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan raya nasional yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.

“Dalam usaha menghindari konflik lebih lanjut, kami memutuskan untuk membatalkan rencana pembongkaran,” tambah Camat Dayat.

Akhirnya, tugu silat tersebut terbebas dari ancaman pembongkaran. Namun, jalan yang dipilih adalah memindahkannya ke lokasi lain.

“Sebenarnya, ada niat untuk melakukan pembongkaran. Namun, tujuannya bukan menghancurkan, melainkan memindahkannya ke tempat lain,” ungkap Camat Dayat.

Menurut Camat Dayat, tugu tersebut selama ini berdiri di atas tanah milik negara. Letaknya berada di sisi jalan raya yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.

“Jadi, tugu ini sebenarnya dibangun di atas tanah yang secara resmi merupakan Ruang Milik Jalan (Rumija), yang mana berdasarkan aturan tidak diperbolehkan untuk membangun apa pun di atasnya,” terang Camat Dayat.

“Proses pemindahan tugu berlangsung dengan hati-hati. Tugu tersebut dicongkel dengan hati-hati, lalu diangkut menggunakan truk menuju lokasi baru. Sayangnya, saya tidak tahu secara pasti lokasi baru tersebut. Akan tetapi, katanya tugu akan ditempatkan di lahan pribadi milik anggota PSHT,” sambung Camat Dayat.

Proses pemindahan tugu tersebut melibatkan sekitar 20 anggota PSHT yang secara cermat dan hati-hati melaksanakan tugas ini. Sedangkan pihak Muspika hanya berperan sebagai penonton dalam proses ini.

“Secara teknis, anggota PSHT sendirilah yang bertanggung jawab atas proses pemindahan ini. Kami di Muspika hanya mengawasi,” tegasnya.

Kisah dramatis protes ratusan pendekar PSHT di Jember menggambarkan betapa kuatnya ikatan persaudaraan dan dedikasi mereka terhadap simbol-simbol penting bagi perguruan mereka. Aksi tegas ini telah mengamankan tugu silat dari ancaman pembongkaran, sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah dan aturan yang mengawalnya. Kita pun diajak untuk merenung tentang kekuatan solidaritas dan tekad dalam menghadapi perubahan yang datang.

Kerap Konflik! 17 Tugu Pencak Silat diBongkar di Jawa Timur

Ilmusetiahati.com – Sejumlah Tugu Pencak Silat di Jawa Timur dibongkar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jatim, Eddy Supriyanto terus mengimbau kepada perguruan silat di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Jatim agar mau membongkar tugu perguruan silat secara mandiri.

“Pembongkaran secara mandiri ini bisa dilakukan masing-masing pengurus perguruan silat guna menjaga kondusivitas di Jatim, dengan limit waktu pertengahan Agustus 2023. Hingga hari ini 16 Agustus, ada 17 tugu silat di 13 kabupaten/kota yang dibongkar,” kata Eddy saat dikonfirmasi beritajatim.com, Rabu (16/8/2023).

Menurut Eddy, terkait konflik yang sering terjadi antarperguruan silat di Jatim sudah menjadi pembahasan lama antara Polri, TNI, Pemda, dan banyak pihak.

Update sampai Rabu (16/8/2023), data pembongkaran tugu pencak silat secara mandiri di kabupaten/kota di Jawa Timur adalah:

A. Kabupaten/Kota.

1. Kab. Jombang:
Pukul 20.45 WIB dilaksanakan pembongkaran Tugu Pagar Nusa di Ds. Senden Kec. Peterongan.

2. Kab. Banyuwangi:
a. Pukul 12.30 s/d 13.00 Wib bertempat di tanah milik SDN 1 Kalipuro alamat lingk. Krajan Rt. 02/01, Kel/ Kec. Kalipuro Bwi dilaksanakan pembongkaran tugu perguruan silat IKS dihadiri oleh Humas Cab. IKS, Ket. Ranting IKS, 2 Pers. Polsek Kalipuro dan Pers. Sat Intelkam.

b. Pukul 13.00 s/d 13.45 WIB bertempat di Tanah milik Dinas Pengairan Umum alamat Dsn. Kopenbayah Rt. 02 Rw. 02 Ds. Kelir Kec. Kalipuro Bwi dilaksanakan pembongkaran secara mandiri oleh pengurus dan warga IKS.

c. Melaporkan pada hari Sabtu 5 Agustus 2023 jam 14.20 WIB, Telah dilaksanakan Pembongkaran Tugu (Simbol) Perguruan Setia Hati (PSHT) Kalibaru, Bangunan tersebut berdiri di Tanah Milik PT KAI yang berbatasan dengan tanah median Jalan Raya lintas Provinsi dan Pembongkaran tersebut dilakukan sendiri Oleh Ketua ranting PSHT Kalibaru sesuai Instruksi Ketua PSHT Cabang Banyuwangi.

Baca Juga : Pengesahan Warga Baru PSHT Timor Leste 2023 dihadiri Ketua Umum

3. Kabupaten Sampang:
Pukul 20.00 WIB s.d selesai (malam hari) Hari Kamis 13 Juli 2023 pembongkaran secara mandiri Tugu PSHT yg melekat/nempel di Gapura Desa (pemdes Asem rajeh) Fasum milik pemdes Asem Raje Kec Jrengik Kab. Sampang oleh PSHT di Kecamatan Jrengik. Kab. Sampang

4. Kabupaten Tuban:
Pada tanggal 04 Agustus 2003 pukul 13.50 s.d pukul 14.35 WIB, bertempat di Dsn, Kepanjen Ds. Lajo Kidol Kec. Singgahan Kab. Tuban telah dilaksanakan Pembongkaran Tugu Persaudaraan Setia Hati (PSH) yang dilakukan oleh Warga PSH diikuti 15 orang sebagai penanggung jawab Sdr. Oky Priyanto (Ketua Ranting PSH Singgahan).

5. Kabupaten Sidoarjo:
Pada hari Sabtu tanggal 05 Agustus 2023 pukul 20.00 WIB s.d 22. 25 WIB bertempat di J1 Raya Jati Rt 04 Rw.02 Ds. Jati Kec/Kab Sodoarjo (sebelah timur SPBU Jati Sidoarjo) telah dilaksanakan kegiatan pelepasan atribut pencak silat PSHT yang berada di Tugu Batas Desa, dikarenakan Tugu tersebut berada di tanah irigasi/pengairan dan lambang PSHT tersebut akan dihapus di kembalikan seperti semula menjadi tugu batas desa.

6. Kabupaten Pacitan:
Pada hari Minggu tanggal 6 Agustus 2023 Pukul 14.00 WIB s/d 17.00 WIB telah dilaksanakan giat monitoring pembongkaran tugu PSHT yang berdiri di tanah kas desa milik pemerintah Desa Sidomulyo, yang berlokasi di JL Sidomulyo – Padi Dusun Pagutan RT. 0 1/03 Ds. Sidomulyo Kec Ngadirojo

7. Kabupaten Ngawi:
Hari ini Minggu tanggal 6 Agustus 2023 telah dilkasanakan pembongkaran tugu lambang perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di ranting Kecamatan Kedunggala Kab. Ngawi

8. Kabupaten Tulungagung:
a.Pembongkaran Tugu IKS-PI Ranting Rejotangan Cab. Tulungagung oleh warga IKS-PI Ranting Rejotangan Cab. Tulungagung.
b. Pada hari Senin tanggal 14 Agustus 2023, pukul 12.00 s.d 13.15 WIB, bertempat di Dsn. Prayan Ds. Sobontoro Kec. Boyolangu Kab. Tulungagung, telah dilaksanakan Pemahatan Tugu PSHT di Wilayah Kab. Tulungagung.

9. Kabupaten Ponorogo:
Pada tanggal 10 Agustus 2023 pukul 10.45 s.d 11.30 WIB, di Ds. Sampung Kec. Sampung Kab. Ponorogo telah berlangsung Perobohan Tugu Perguruan IKSPI Kera Sakti.

10. Kabupaten Magetan:
Pari Jum’at tanggal 11-08-2023 mulai pukul 08:30 wib s.d selesai bertempat di Jl.Rajawali Kel.Maospati Kec. Maospati telah dilaksanakan Pembongkaran tugu PSHT Ranting Kelurahan Maospati Kecamatan Maospati Kab. Magetan.

11. Kabupaten Situbondo:
a. Mohon ijin melaporkan pada hari hari Sabtu tanggal 12 Agustus 2023 pukul 09.30 s.d. 10.50 WIB bertempat di Dsn. Krajan Ds. Tlogosari Kec. Sumbermalang Kab. Situbondo telah dilaksanakan pembongkaran Tugu Perguruan Silat PSHT.
b. Pada hari hari Kamis tanggal 10 Agustus 2023 pukul 22.00 s.d. 22.30 Wib Pengurus PSHT Parluh 16 Cabang Situbondo.

12. Kabupaten Lamongan:
Pada hari Minggu tanggal 13 Agustus 2023 pukul 07.10 s.d 08.35 WIB, bertempat di area Dusun Nataan Desa Gedungboyountung Kec. Turi Kab. Lamongan telah dilaksanakan kegiatan “Penertiban Tugu Persilatan Pagar Nusa”

13. Kota Malang:
Pada hari Selasa tanggal 15 Agustus 2023 pukul 13.30 s.d 19.40 WIB, bertempat di GOR Ken Arok Jl. Mayjen Sungkono Kec. Kedungkandang Kota Malang, telah dilaksanakan kegiatan Apel Pengamanan yang dilanjutkan dengan Pembongkaran dan Perobohan Tugu Silat PSHT.

Dari hasil inventarisir/update perkembangan pembongkaran/alih fungsi tugu perguruan pencak silat di Jawa Timur, ada 17 Tugu dari 13 Kab/Kota di Jawa Timur yang telah melakukan pembongkaran/alih fungsi Tugu, yaitu:

1. Kabupaten Jombang: 1 Tugu (Pagar nusa).
2. Kabupaten Banyuwangi: 3 Tugu, 2 Tugu (IKS) dan 1 Tugu (PSHT).
3. Kabupaten Sampang: 1 Tugu (PSHT).
4. Kabupaten Tuban: 1 Tugu (PSHT).
5. Kabupaten Sidoarjo: 1 Tugu (PSHT).
6. Kabupaten Pacitan: 1 Tugu (PSHT).
7. Kabupaten Ngawi: 1 Tugu (PSHT).
8. Kabupaten Tulungagung: 1 Tugu (IKSPI) dan 1 Tugu (PSHT).
9. Kabupaten Ponorogo: 1 Tugu (IKSPI) Kera Sakti.
10.Kabupaten Magetan: 1 Tugu (PSHT).
11. Kabupaten Situbondo: 2 Tugu (PSHT).
12. Kabupaten Lamongan: 1 Tugu Pagar Nusa.
13. Kota Malang : 1 Tugu (PSHT).

Baca Juga : Sejarah dan Kronologi Demo Padepokan PSHT

Eddy menjelaskan, saat rapat pembahasan di Polda Jatim pada 26 Juni 2023 diketahui banyak masukan dari semua pihak. Salah satu penyebab konflik perguruan itu karena adanya tugu perguruan silat. Tugu ini sebagai ‘tanda daerah kekuasaan’ sebuah perguruan silat.

“Kalau ada tugu yang rusak, mereka akan marah dan menyerang lawannya yang dianggap merusak. Antisipasinya, salah satunya adalah pembongkaran tugu yang ada di tanah negara atau fasum. Sampai hari ini belum ada yang membongkar. Kami beri toleransi sampai pertengahan Agustus 2023. Kalau ingin diskusi lagi, kami selalu siap. Ini bukan untuk menang-menangan,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa ada masukan dari seorang bupati di Jatim, agar tugu perguruan silat di wilayahnya akan dijadikan Tugu Pancasila. “Kami menyambutnya dengan baik usulan itu. Mungkin pembongkaran tugu butuh biaya. Sebenarnya kami juga berat hati, pro kontra pasti terjadi dengan imbauan pembongkaran tugu itu. Kami tetap akan merangkul yang kontra. Ini demi kerukunan dan kebaikan bersama. Ada sebanyak 870 tugu di fasum atau tanah negara, di luar fasum ada ribuan tugu,” ujarnya.

Kebijakan pembongkaran tugu perguruan silat itu berdasarkan surat dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim bernomor 300/5984/209.5/2023. Dalam surat yang diterbitkan pada 26 Juni 2023 tersebut, mengimbau seluruh tugu perguruan-organisasi pencak silat untuk ditertibkan atau dibongkar secara mandiri oleh masing-masing pengurus perguruan silat paling lambat di pertengahan bulan Agustus 2023.

Keputusan itu berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Bakesbangpol Jatim, Polda Jatim, Kodam V/Brawijaya, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim, Ketua Umum PSHW dan PSHT, serta beberapa pihak terkait lainnya, Senin (26/6/2023) lalu di Mapolda Jatim. Pasalnya, dari hasil rapat diketahui jika salah satu penyebab terjadinya konflik antarperguruan pencak silat dikarenakan adanya tugu.

Terbesar di 2023! PSHT Cabang Magetan Sahkan 7000 Warga Baru Selama 12 Hari

Ilmusetiahati.comPSHT Cabang Magetan tahun 2023 ini sahkan 7000 calon warga baru yang akan diwisuda secara bertahap mulai dari tanggal 1 – 12 Agustus 2023 di 13 lokasi berada di wilayah administratif Kabupaten Magetan.

Gelombang pertama pengukuhan warga baru PSHT dilaksanakan di Padepokan Cabang Magetan dan Padepokan Ranting Takeran pada Selasa (01/08) malam, dengan jumlah 690 calon warga baru yang siap mengikuti upacara pengesahan.

Bupati Magetan, Suprawoto, memberikan sambutan di acara pengesahan dan mengajak seluruh warga PSHT untuk mempertahankan predikat Kabupaten Magetan sebagai daerah zero konflik.

Baca Juga : SAH! PSHT Timor Leste Hanya Satu

“Mari pertahankan predikat Magetan sebagai daerah tanpa konflik. PSHT adalah wadah untuk membangun SDM yang baik dan memahami benar serta salah,” ujarnya dengan tegas di hadapan warga PSHT yang memadati Padepokan Cabang Magetan.

Ketua PSHT Cabang Magetan, Mas Nanang, memberikan pesan kepada calon warga baru agar senantiasa berpegang teguh pada ajaran setia hati, demi mewujudkan insan setia hati sejati.

“Marilah kita tetap memegang teguh cita-cita para leluhur kita, yaitu membentuk manusia berkarakter Budi Luhur, untuk ikut serta memayuhaning Bawono melalui ajaran setia hati di organisasi PSHT,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Acara pengesahan yang sama juga dihadiri oleh Ketua Pengurus PSHT Provinsi Jawa Timur yang memberikan sambutan mengajak calon warga baru PSHT untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menebarkan ajaran PSHT.

“Sesuai pesan dari Ketua Umum PSHT, Kang Mas Muhammad Taufiq, kita semua memiliki peran penting dalam pembangunan jiwa dan raga di Indonesia. Mari kita mulai dari Magetan ini dengan mengedepankan tema Persaudaraan Produktif, yaitu kebersamaan yang saling memberi manfaat dalam bingkai persaudaraan,” sambutnya penuh semangat.

Sebagai organisasi persaudaraan, PSHT selalu menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman. Dengan pengesahan 7000 warga baru, diharapkan semakin banyak orang yang dapat diajak bergabung dalam kebersamaan ini.

Pengesahan 7000 warga baru PSHT di Kabupaten Magetan ini menjadi momen bersejarah yang patut dikenang. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai angka peserta sebanyak ini, termasuk sosialisasi intensif dan pendekatan persuasif kepada calon-calon warga baru.

Dalam ajaran PSHT, setia hati menjadi konsep utama yang harus ditanamkan dalam diri setiap anggotanya. Dengan mengikuti prosesi pengukuhan ini, diharapkan para calon warga baru dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai setia hati sejati dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran PSHT dan pengukuhan 7000 warga barunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Magetan. Prestasi ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam menjaga harmoni dan menjalin persaudaraan di tengah-tengah perbedaan.

Sebagai bagian dari persaudaraan besar, PSHT terus berkomitmen untuk ikut serta dalam pembangunan bangsa. Melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan, PSHT berperan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, berbudaya, dan mencintai tanah air.

Dalam tema Persaudaraan Produktif yang diangkat pada pengukuhan warga baru kali ini, kebersamaan menjadi kunci utama untuk mencapai keberhasilan. Dengan saling berbagi manfaat dan bekerja sama, PSHT siap berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Tradisi dan nilai-nilai luhur dalam ajaran PSHT terus dijaga dan dilestarikan melalui prosesi pengukuhan warga baru. Generasi penerus PSHT diharapkan dapat menghormati dan meneruskan warisan kebijaksanaan dari para pendahulunya.

Semangat para warga baru PSHT dalam mengikuti prosesi pengukuhan terlihat begitu menggebu-gebu. Mereka menyambut keanggotaan ini sebagai kesempatan berharga untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan menjadi bagian dari komunitas yang peduli dan bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari perjalanan menjadi anggota PSHT, proses belajar dan pengembangan diri akan terus berlangsung. Melalui berbagai kegiatan internal dan eksternal, para warga baru diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas diri dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Baca Juga : Ketua Umum Kukuhkan Pengurus PSHT Cabang Magetan Periode Baru

Dengan mengesahkan 7000 warga baru, PSHT membuktikan komitmennya dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Setiap langkah kecil dalam persaudaraan ini menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan cita-cita besar bersama demi kemajuan bangsa dan negara.

Para calon warga baru yang diwisuda juga merupakan penerus kepemimpinan PSHT di masa depan. Di tangan mereka, harapan akan adanya pemimpin visioner yang mampu membawa persaudaraan ini menuju kemajuan akan semakin nyata.

Pengukuhan 7000 warga baru PSHT ini juga menjadi momentum positif bagi bangsa. Dalam era dinamis yang terus berkembang, kebersamaan dan semangat persaudaraan adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan dan meraih masa depan yang cerah.

Pengesahan 7000 warga baru PSHT di Cabang Magetan merupakan momen bersejarah yang penuh semangat. Melalui ajaran setia hati, persaudaraan ini terus berkontribusi dalam membangun generasi berkarakter dan membentuk manusia bermartabat. Dengan semangat kebersamaan, PSHT siap berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan merajut harmoni di tengah-tengah keberagaman. Kehadiran PSHT menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Magetan dan bangsa Indonesia, serta menjadi inspirasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Pendekar PSHT Jepara Dikeroyok, Polisi Minta Tahan Diri

Ilmusetiahati.comSebuah Insiden Pengeroyokan Terjadi di Jepara, Anggota PSHT Menjadi Korban

Pada Minggu (16/7/2023) sekitar pukul 02.00 WIB, seorang pesilat menjadi korban pengeroyokan di depan Indomaret di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.

RF (18), anggota PSHT Kabupaten Jepara dari Desa Karangdandu, Kecamatan Pecangaan, baru saja pulang dari latihan di padepokan Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, saat dia diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Pengeroyokan itu terjadi secara tiba-tiba, menyebabkan RF mengalami luka-luka di bagian kepala akibat serangan senjata tajam dan batu paving.

Baca Juga : Operasi Aman Suro 2023, 1.500 Personel Siap Amankan Perayaan 1 Suro Madiun

Achmad Zainuri, Ketua Cabang PSHT Kabupaten Jepara, menanggapi insiden tragis ini dengan tenang. Dia meminta seluruh anggota PSHT untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan sendiri terhadap para pelaku pengeroyokan. Zainuri menekankan pentingnya menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan percaya bahwa Satreskrim Polres Jepara akan dapat menangani dan menangkap para pelaku dengan baik.

Tidak hanya kali ini saja anggota PSHT Jepara menjadi korban kekerasan. Sebelumnya, terdapat kasus serupa di mana anggota lain juga diserang ketika mengenakan seragam kebesaran PSHT. Zainuri berharap kasus saat ini segera diselesaikan oleh pihak berwenang untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Zainuri menegaskan bahwa seluruh anggota PSHT Jepara bergerak sebagai satu kesatuan dan tidak akan bertindak sendiri. Dia telah memberikan instruksi kepada seluruh anak asuhnya untuk mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada polisi. Dengan begitu, tidak akan ada keputusan sepihak yang bisa menimbulkan masalah lebih lanjut.

Baca Juga : Hak Cipta Pemeriksaan Ayam Jago PSHT

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Pecangaan, dan saat ini sedang dalam tahap penyelidikan oleh Polres Jepara. Para saksi telah diperiksa untuk membantu proses investigasi.

Demikianlah peristiwa tragis yang menimpa anggota PSHT Kabupaten Jepara. Semoga kasus ini segera terungkap dan para pelaku dapat ditangkap serta diadili sesuai hukum yang berlaku. Mari kita dukung penegakan hukum demi keamanan dan ketertiban bersama. Selalu waspada dan tetap tenang dalam menghadapi situasi apapun.

Operasi Aman Suro 2023, 1.500 Personel Siap Amankan Perayaan 1 Suro Madiun

Ilmusetiahati.com – Pada malam 1 Suro Madiun, perayaan Tahun Baru Islam 1445 Hijriah akan diselenggarakan oleh para pesilat di Kota Madiun, Jawa Timur. Untuk memastikan acara ini berjalan aman dan lancar, Kepolisian Resor Madiun Kota telah menyiagakan 1.500 personel gabungan dalam Operasi Aman Suro 2023. Operasi ini melibatkan anggota polres jajaran Korwil V, termasuk Polres Madiun Kota, Polres Madiun, Polres Ngawi, Polres Magetan, dan Polres Ponorogo, serta didukung oleh personel dari TNI setempat.
Menjaga Keamanan dan Ketertiban Kota Madiun

Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto, menyatakan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban kota selama perayaan 1 Suro. Dalam keterangan pers menjelang persiapan pengamanan 1 Muharam 1445 Hijriah di Madiun, Jumat, ia mengungkapkan beberapa langkah yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Penyekatan di Pintu Masuk Kota.

Baca Juga : 38 Kata-Kata Mutiara PSHT, Lengkap Dengan Artinya Bahasa Indonesia

Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan selama perayaan 1 Suro, akan dilakukan penyekatan di pintu masuk kota, termasuk di jalan-jalan alternatif yang menuju Kota Madiun. Dengan kehadiran personel yang ketat, pergerakan masyarakat akan diminimalisasi, sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah.
Pengamanan Dalam Jangka Waktu Tertentu

Pengamanan dan penyekatan akan dilaksanakan mulai dari H-2 dan akan diperketat lagi pada H-1 serta hari-H perayaan. Titik-titik rawan akan dipantau dengan cermat guna mengantisipasi potensi masalah keamanan.
Peran Aktif Jajaran RT dan RW

Pihak kepolisian mengajak jajaran RT dan RW untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. Langkah ini akan diwujudkan dengan pendataan orang yang masuk ke wilayah mereka dan memastikan tujuan kedatangan mereka.Pihak berwajib juga akan melakukan sweeping di hotel dan tempat penginapan di Kota Madiun. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan potensi gangguan keamanan yang berasal dari tempat-tempat penginapan.

Baca Juga : Seluruh Ketua Umum PSHT 

Kegiatan Suran Agung hanya dihadiri oleh perwakilan pengurus maksimal 10 orang dari setiap daerah. Oleh karena itu, para perguruan diminta untuk melakukan pendataan tamu yang akan hadir. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya tamu yang terdaftar dan diizinkan hadir dalam acara tersebut.

Kapolres Madiun Kota menekankan pentingnya keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Madiun. Keamanan merupakan kebutuhan mendasar setiap individu, dan menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama.

Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Madiun selama perayaan 1 Suro. Dengan kerjasama dan kesadaran dari semua pihak, acara ini akan berjalan sukses dan memberikan kesan yang baik bagi seluruh peserta serta masyarakat. Selamat merayakan Tahun Baru Islam 1445 Hijriah!

38 Kata-Kata Mutiara PSHT, Lengkap Dengan Artinya Bahasa Indonesia

Ilmusetiahati.com – Kata-kata mutiara Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sering digunakan sebagai motivasi atau pembelajaran dalam menjalani proses kehidupan. PSHT sendiri merupakan singkatan dari Persaudaraan Setia Hati Terate.
Persaudaraan Setia Hati Terate Artinya : PSHT adalah organisasi pencak silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia Artinya : IPSI. Dalam menjalankan kehidupan, PSHT sering menggunakan kata-kata mutiara sebagai motivasi dan pembelajaran. Kata-kata ini memiliki makna mendalam dan diwariskan dari budaya Jawa. Dalam artikel ini, kami akan membagikan kumpulan kata-kata PSHT yang bijak dan menginspirasi.

Dalam menjaga rasa persaudaraan di dalamnya, PSHT kerap menggunakan kata kata mutiara atau falsafah dalam bahasa jawa yang dikenal sebagai kata-kata mutiara PSHT. Penggunaan falsafah Jawa digunakan karena PSHT merupakan organisasi pencak silat yang berasal dari Jawa.
Masyarakat Jawa selalu menggunakan nilai-nilai budi luhur dalam budaya Jawa, baik dalam bertutur kata maupun bersikap. Semuanya tertuang dalam kehidupan sehari-hari yang diungkapkan menjadi kata kata mutiara atau falsafah yang sarat makna.

Baca Juga : Pengurus Pusat PSHT Hadiri Pelantikan Kabinet Pemerintah Timor Leste 2023

Kumpulan Kata-Kata Mutiara PSHT dan Artinya Bahasa Indonesia :

1. Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton.
Artinya : Jangan banyak tapi juga harus bisa membuktikan.

2. Ojo Rumongso Biso Ning Sing Biso Rumungso.
Artinya : Jangan merasa bisa, namun juga harus bisa merasa

3. Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan.
Artinya : Jangan suka membuat susah orang lain, apa jeleknya membahagiakan orang lain

4. Ngunduh Wohing Pakarthi.
Artinya : Siapa yang berbuat pasti akan mendapat balasanya.

5. Amemangun karyenak tyasing sesama.
Artinya : Membuat nyaman perasaan sesama.

6. Sukeng tyas yen den hita.
Artinya : Suka/bersedia menerima nasihat.

7. Aja Adigang, Adigung, Adiguna.
Artinya : Jangan merasa sok kuasa, sok besar dan sok sakti.

8. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman.
Artinya : Jangan terobsesi kedudukan, keduniawian dan kepuasan.

9. Sing Resik Uripe Bakal Mulya.
Artinya : Yang bersih hidupnya akan sejahtera.

10. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas.
Artinya : Jangan sok pintar karena akan salah arah, jangan suka curang karena akan celaka, yang ragu-ragu akan
binasa.

Baca Juga : Seluruh Ketua Umum PSHT

11. Urip Iku Urup.
Artinya : Hidup itu menghidupi. Maksudnya dalam hidup harus bisa menjadi manfaat bagi orang disekitarnya.

12. Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan.
Artinya : Sebaik-baiknya orang adalah memberi pertolongan tanpa ingin diketahui orang lain.

13. Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti.
Artinya : Segala sifat keras hati, picik dan angkara murka dapat diluluhkan dengan sifat budi pekerti luhur.

14. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli.
Artinya : Bekerja dengan giat tanpa pamrih, cepat tanpa mendahului dan tinggi tanpa menandingi.

15. Jer Basuki Mawa Beya.
Artinya : Semua kesuksesan membutuhkan pengorbanan.

16. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara.
Artinya : Memperindah keindahan dunia serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

17. Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe.
Artinya : Seberapa tinggimu mencari pengetahuan, seberapa dalammu menuntut ilmu, seberapa banyak guru yang
mengajarmu, sejatinya di akhir pasti bertemu sejati diri sendiri.
18. Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi.
Artinya : Gejolak jiwa seharusnya tidak mengubah kepastian.

19. Tega Larane, Ora Tego Patine.
Artinya : Tega melihat sakitnya, tidak tega melihat matinya. Jadi maksudnya adalah warga PSHT berani menyakiti seseorang dalam rangka memperbaiki bukan merusak/membunuh

20. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha.
Artinya : Mendatangi tanpa kawan, menang tanpa mengalahkan, sakti tanpa kesaktian dan kaya tanpa kekayaan.

21. Sepira Gedhening Sengsara Yen Tinampa Amung Dadi Coba.
Artinya : Seberapapun besarnya kesengsaraan jika mampu menerimanya hanya akan jadi cobaan semata.

22. Ala Tanpa Rupa Yen Tumandhang Amung Sedhela.
Artinya : Setiap rasa kesusahan, keburukan, serta masalah-masalah apabila dijalani dengan berlapang dada maka
kemudian terasa sebentar saja.

23. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan.
Artinya : Jangan sakit hati kala musibah menimpa, jangan susah kala kehilangan.

24. Budhi Dayane Manungso Tan Keno Ngluwihi Kodrate Sing Maha Kuwoso.
Artinya : Segala daya upaya manusia tidak akan bisa melebihi ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa.

25. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo.
Artinya : Jangan tergoda kemewahan, jangan mudah mendua agar semangat tidak kendur.

26. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman.
Artinya : Jangan mudah heran, jangaan mudah kecewa, jangan mudah kaget, jangan manja.

27. Satria Ingkang Pilih Tanding.
Artinya : Seorang ksatria mampu memilih lawan.

28. Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti.
Artinya : Segala kesempurnaan hidup Artinya : Kesaktian, Kepandaian, Kejayaan, dan Kekayaan tetap kalah jika dibandingkan dengan budi pekerti yang luhur.

29. Cilik ora kurang akal, gede ora luweh akal.
Artinya : Kecil bukan berarti kurang akalnya, namun besar juga bukan berarti lebih berakal jika selalu ingat maka tidak akan mundur.

30. Sopo suci adoh saka bebaya pati.
Artinya : Siapa yang pemikiranya suci dan terpuji pasti akan di jauhkan dari segala macam mara bahaya.

31. Satria Ingkang Pilih Tanding.
Artinya : Seorang ksatria mampu memilih lawan. Artinya seseorang yang berjiwa ksatria hanya mau melawan orang yang mampu menghadapinya, bukan orang yang lemah daripadanya.

32. Budhi Dayane Manungso Tan Keno Ngluwihi Kodrate Sing Maha Kuwoso.
Artinya : Segala daya upaya manusia tidak akan bisa melebihi ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa.

33. Sepira Gedhening Sengsara Yen Tinampa Amung Dadi Coba. Artinya : Seberapapun besarnya kesengsaraan jika mampu menerimanya hanya akan jadi cobaan semata.

34. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas.
Artinya : Jangan sok pintar karena akan salah arah, jangan suka berbuat curang karena akan celaka, yang ragu-ragu akan binasa.

35. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara.
Artinya : Memperindah keindahan dunia serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak pada diri.

36. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli.
Artinya : Bekerja dengan giat tanpa pamrih, cepat tanpa mendahului dan tinggi tanpa menandingi

37. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman.
Artinya : Jangan terobsesi kedudukan, keduniawian dan kepuasan.

38. Sukeng tyas yen den hita.
Artinya : Suka/bersedia menerima nasihat.