Arsip Tag: Silat

Berita tentang Silat terkini dan terlengkap hari ini, menyajikan info berita Silat terupdate dan terbaru seputar Silat …

Ngamuk! Massa Pesilat Gresik Buat Onar di Polsek dan Rumah Sakit

Ngamuk! Massa Pesilat Gresik Buat Onar di Polsek dan Rumah Sakit

Ilmusetiahati.com – Ratusan massa pesilat Gresik menyerbu Polsek Balongpanggang dan menimbulkan keonaran. Beberapa warga yang melintas di jalan juga menjadi korban serangan para pesilat tersebut.

 Informasi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, bahwa terjadi kerusuhan yang melibatkan beberapa pesilat Gresik di RS Walisongo, Jalan Balongpanggang-Mojokerto, Gresik. Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai penyebab kerusuhan tersebut.

Baca Juga : Kapolda Jatim: Wajib Contoh Pencak Silat Magetan, Potensi Konflik Terendah Pencetak Pendekar Terbanyak

PU, salah satu keluarga pasien di RS Walisongo, mengatakan bahwa informasinya adalah para pesilat akan menggelar aksi demo di Polsek Balongpanggang. Namun, yang terjadi justru kerusuhan di rumah sakit. PU juga tidak mengetahui pasti penyebab kerusuhan tersebut, karena ia hanya sedang menunggu saudaranya yang sedang sakit di dalam rumah sakit.

PU mengecam tindakan pesilat Gresik yang mengadakan kerusuhan di rumah sakit. Menurutnya, rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang tenang untuk mempercepat penyembuhan pasien, bukan malah menjadi gaduh akibat ulah para pesilat.

Tidak hanya itu, kerusuhan juga terjadi di Jalan Pacuh yang berada dekat dengan Polsek Balongpanggang. Beberapa pengendara yang tidak mengetahui apa yang terjadi menjadi sasaran kemarahan para pesilat.

Beredar pula video korban pemukulan yang dilakukan oleh para pesilat. Dalam video tersebut, terlihat dua pria yang mengalami luka di kepala akibat pemukulan tersebut. Video tersebut juga menyebar di grup WhatsApp.

Baca Juga : Benarkah Ki Hadjar Hardjo Oetomo Tidak Punya Cucu ?

Kedua korban dipukul karena dianggap menghalangi konvoi pesilat Gresik yang hendak demo ke Polsek Balongpanggang.

SE, seorang warga Surabaya, adalah salah satu orang yang terjebak di tengah-tengah massa pesilat Gresik. Ia mengaku masih takut untuk pulang ke Surabaya karena situasi di Balongpanggang masih mencekam.

Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Aldhino Prima Wildan, mengaku masih belum mendapat informasi mengenai kerusuhan yang terjadi di rumah sakit. Namun, situasi di depan Polsek Balongpanggang saat ini masih kondusif.

Kapolda Jatim: Wajib Contoh Pencak Silat Magetan, Potensi Konflik Terendah Pencetak Pendekar Terbanyak

Kapolda Jatim: Wajib Contoh Pencak Silat Magetan, Potensi Konflik Terendah Pencetak Pendekar Terbanyak

Ilmusetiahati.com – Perguruan pencak silat di Kabupaten Magetan memiliki potensi konflik terendah nomor 1 di Jawa Timur, menurut Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Toni Harmanto. Hal ini disampaikan saat kegiatan ‘Jumat Curhat Kapolda Jatim’ di Pendapa Surya Graha, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Jumat (10/3/2023).

Menurut Irjen Pol Toni Harmanto, di Jawa Timur, banyak perguruan pencak silat yang mewarnai kegiatan mereka dengan keributan. Namun, di Magetan, mereka bergotong-royong dan baik-baik saja. Dengan guyub rukunnya perguruan di Magetan, Irjen Pol Toni Harmanto berharap hal ini dapat menjadi role model teladan bagi berbagai perguruan pencak silat di Jawa Timur. Bagaimana stake holder Pemerintah Kabupaten Magetan bisa membangun keguyuban tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipelajari.

Irjen Pol Toni Harmanto dan PJU Polda Jatim tiba di Pendapa Surya Graha, Magetan kurang lebih pukul 10:10 WIB. Kehadiran orang nomor satu di Polda Jatim tersebut disambut oleh Bupati Magetan Suprawoto, Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Ridwan, Drs. Nanang Budi Setyaji, M.Pd, Dewan Pembina IPSI Magetan sekaligus Ketua Cabang PSHT Magetan dan beberapa pejabat lainnya.

Baca Juga : 6 Fakta Kasus PSHT PM di Mojokerto,Pesilat Serang dan Lukai Warga

Sebelum memulai kegiatan ‘Jumat Curhat Kapolda Jatim’, Irjen Pol Toni Hermanto memberikan santunan kepada anak stunting dan yatim di Magetan. Selain itu, dia juga meninjau langsung cek kesehatan gratis yang bekerjasama dengan Si Dokes Polres Magetan dan RS Bhayangkara Nganjuk, serta donor darah dan vaksinasi booster yang bekerjasama dengan PMI Magetan.

Bupati Magetan Suprawoto yang juga merupakan Dewan Cabang PSHT Magetan mengatakan bahwa kegiatan ‘Jumat Curhat Kapolda Jatim’ sangat bermanfaat untuk menampung aspirasi masyarakat. Dengan demikian, jika ada suatu persoalan, maka bisa segera diselesaikan. Dia berharap kegiatan tersebut bisa terus berjalan di Magetan, sehingga problem Kamtibmas bisa terjaga dan segera diselesaikan jika ada.

Drs. Nanang Budi Setyaji, M.Pd, berharap agar Kapolda memberikan dukungan terhadap slogan “sing akur kabeh sedulur” untuk menjadi slogan resmi IPSI dan memperkuat rasa kebersamaan antara para pesilat di Magetan. Slogan tersebut digagas oleh Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Ridwan, saat ia menyelenggarakan Turnamen Pencak Silat Kapolres Cup beberapa waktu lalu. “Kami, sebagai anggota IPSI, belum memiliki slogan kebersamaan. Oleh karena itu, kami meminta izin dari Pak Kapolres untuk menggunakan slogan tersebut sebagai slogan resmi,” tambahnya.

Baca Juga : Sejarah Pamter atau Paspamter PSHT

Kapolda Jatim, Toni Harmanto, mengungkapkan bahwa sejumlah perselisihan antar perguruan silat di Jawa Timur telah menyebabkan beberapa korban luka dan bahkan kematian. Oleh karena itu, himbauan untuk tidak melakukan latihan pada hari Sabtu dan Minggu bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya konflik. “Setelah saya memetakan tempat-tempat berkumpul dan bergerombol, masalah muncul pada waktu-waktu tersebut. Setelah adanya himbauan tersebut, jumlah kejadian menurun karena tidak ada pertemuan fisik antara anggota pencak silat,” katanya.

Toni Harmanto mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan permintaan dari para pesilat di Kabupaten Magetan, mengingat tidak pernah ada konflik antar perguruan silat di daerah tersebut. “Silakan jika Kapolres memiliki pertimbangan di sini, karena tidak ada konflik antar perguruan silat di sini,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Jumat Curhat merupakan salah satu program yang diinisiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Program ini juga dilaksanakan Kapolda Jatim di Kabupaten Magetan sebagai salah satu program aspiratif yang diadakan secara tatap muka dengan masyarakat untuk mendengarkan langsung dinamika yang terjadi di masyarakat.

Bripda Meisya Shelonia Polwan Cantik Juara Pencak Silat Tingkat Nasional

Bripda Meisya Shelonia Polwan Cantik Juara Pencak Silat Tingkat Nasional

Ilmusetiahati.com – Bripda Meisya Shelonia Jeyne Kaligis, seorang anggota Polwan Cantik di Polda Sulawesi Utara berhasil meraih gelar juara seni tunggal putri kelas TNI-Polri pada Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Kapolri Cup 1 2023. Kejuaraan ini digelar di Jakarta pada tanggal 3-5 Maret 2023.

Di Manado, Kamis (tanggal), Meisya Shelonia mengatakan dirinya sangat bersyukur atas perolehan hasil terbaik dalam kejuaraan tersebut. Ia juga merasa bangga dan bersyukur karena telah mendapatkan hasil terbaik dalam kejuaraan ini. Tentunya, prestasi ini tidak terlepas dari campur tangan Tuhan.

Baca Juga : Pengertian dan Sejarah Pencak Silat

Selain meraih gelar juara seni tunggal putri, Meisya Shelonia juga meraih predikat sebagai Pesilat Terbaik Khusus TNI-Polri Putri pada kejuaraan tersebut. Meisya yang bertugas di Satbrimob Polda Sulut telah menggeluti olahraga beladiri pencak silat sejak masih anak-anak atau saat duduk di kelas tiga sekolah dasar.

Berbagai prestasi yang telah diraih Meisya dalam bidang pencak silat membuatnya semakin bersemangat untuk terus berprestasi. Prestasi-prestasi tersebut antara lain, peringkat dua O2SN tingkat nasional di Palembang 2012, peringkat tiga PON Remaja I tingkat nasional di Surabaya 2014, peringkat tiga Kejurnas Perguruan di Jakarta 2016, juara SMI Cup 2016, juara Manado Open 2016, juara Porprov Minahasa 2017, juara Piala Pangdam 2017 dan 2018, juara Popwil Sulut 2018, juara Porprov Bitung 2019, peringkat dua Unhas Cup di Makassar 2019, juara Smankor Open 2022, dan juara Porprov Bolmong 2022.

Baca Juga : Usai Pengukuhan Pendekar IKSPI Bentrok dengan Pendekar PSHT di Ngawi

Prestasi-prestasi yang telah ditorehkannya juga menjadi modal utama Meisya saat mengikuti seleksi penerimaan bintara rekrutmen proaktif Polri 2021 dari jalur prestasi dan dinyatakan lulus.

Meisya mengakui, prestasi yang telah diraihnya selama ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, teman, hingga pimpinan. Orang tua Meisya sendiri yang merupakan pelatih pencak silat menjadi orang yang paling memberikan dukungan dalam bidang ini. Selain itu, Satbrimob Polda Sulut juga sangat memberikan dukungan kepada Meisya Shelonia untuk mengikuti pertandingan.

Pengertian dan Sejarah Pencak Silat

Pengertian dan Sejarah Pencak Silat

Ilmusetiahati.com – Pencak Silat merupakan salah satu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini dikenal di seluruh dunia dan populer di beberapa negara seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan, sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara.

Pencak Silat adalah seni bela diri yang menggunakan pukulan dan tendangan, dan hingga saat ini, masih banyak diminati oleh orang banyak, terutama masyarakat Indonesia. Pamornya semakin meningkat berkat kontribusi dari para pelatih Indonesia, dan kini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh.

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah induk organisasi pencak silat di Indonesia. Sedangkan Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat), dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, adalah organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara.

Baca Juga : Asal Usul Pencak Silat: Filosofi dan Perkembangan

Pada setiap laga, para atlet pencak silat diharuskan memiliki konsentrasi tingkat tinggi dan pemikiran yang mendalam. Selain sebagai bela diri, pencak silat juga memiliki unsur seni sehingga para penontonnya bisa menikmati setiap laga tanding pencak silat. Unsur seni tersebut hadir berkat pengaruh budaya Tionghoa, agama Hindu, Buddha, dan Islam. Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih, dan di Jawa Timur ada aliran PSHT dan Perisai Diri.

Pencak Silat selalu dilombakan dalam ajang empat tahunan nasional di Indonesia, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON), dan dipertandingkan dalam ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) sejak tahun 1987. Di luar Indonesia, banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika.

Baca Juga : Kabar Duka, Siswa Tingkat Dua PSHT Meninggal Usai Berlatih

Pada tanggal 13 Desember 2019, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural World Heritage) karena keharuman namanya. Hal ini membawa manfaat besar bagi Pencak Silat, seperti mendapat pengakuan dunia internasional, memiliki peluang dipertandingkan dalam cabang olahraga di Olimpiade, dan menggali nilai budaya yang terkandung dalam seni bela diri ini.

Pencak Silat merupakan khazanah bela diri Nusantara yang kaya akan nilai-nilai budaya, sejarah, dan spiritual. Selain sebagai seni bela diri, Pencak Silat juga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan sikap mental yang baik seperti disiplin, kejujuran, rasa percaya diri, dan kerjasama tim. Oleh karena itu, Pencak Silat harus terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang berharga.

Asal Usul Pencak Silat: Filosofi dan Perkembangan

Asal Usul Pencak Silat: Filosofi dan Perkembangan

Ilmusetiahati.com – Menilik asal usul Pencak Silat, Pencak Silat adalah seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini telah dikenal sejak zaman kerajaan-kerajaan di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Tidak ada catatan pasti mengenai asal mula pencak silat. Namun, ada beberapa teori tentang asal usul pencak silat. Salah satu teori mengatakan bahwa pencak silat berasal dari seni bela diri Cina Kuno, yang dibawa oleh para pedagang Cina ke Indonesia pada abad ke-5.

Teori lainnya mengatakan bahwa pencak silat berasal dari seni bela diri India Kuno, seperti Kalaripayattu, yang dibawa oleh para pedagang India ke Indonesia pada abad ke-7. Selain itu, teori lain mengatakan bahwa pencak silat berasal dari seni bela diri Melayu, yang telah ada sejak zaman prasejarah di Indonesia.

Baca Juga : Piagam Pengesahan PSHT Mas Tarmadji

Pencak Silat memiliki beberapa keunikan. Salah satunya adalah adanya teknik bela diri yang khusus digunakan untuk menghindari serangan dari beberapa orang sekaligus, yang disebut teknik bela diri ganda atau “gerakan dalam banyak orang”.

Selain itu, Pencak Silat juga mengajarkan teknik-teknik bela diri yang menggunakan senjata tradisional, seperti kujang, keris, golok, dan tongkat.

Filosofi Pencak Silat

Pencak Silat adalah seni bela diri tradisional yang memiliki keunikan tersendiri. Seni bela diri ini tidak hanya dikenal sebagai seni bela diri yang efektif dalam pertarungan, namun juga dikenal karena memiliki filosofi yang dalam.

Filosofi pencak silat sangat beragam, tergantung pada asal-usul dan budaya yang mempraktikannya. Namun, ada beberapa konsep filosofi pencak silat yang umum ditemukan di banyak aliran. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang filosofi pencak silat dan bagaimana hal itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : 5 Alat yang Digunakan Dalam Senam Lantai

Filosofi pencak silat sangat penting dalam praktik seni bela diri ini. Konsep filosofi pencak silat mengajarkan pentingnya keseimbangan, kepercayaan diri, keterampilan, dan kejujuran. Berikut ini adalah penjelasan lebih detail tentang konsep-konsep tersebut:

1. Keseimbangan

Keseimbangan adalah konsep yang sangat penting dalam pencak silat. Seni bela diri ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

Keseimbangan tubuh dapat dicapai melalui gerakan-gerakan pencak silat yang melatih keseimbangan dan koordinasi antara bagian-bagian tubuh. Keseimbangan pikiran dapat dicapai melalui meditasi dan latihan pernapasan yang dapat membantu mengendalikan emosi.

2. Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri adalah hal yang sangat penting dalam pencak silat. Seni bela diri ini mengajarkan cara membangun kepercayaan diri melalui latihan-latihan yang dapat meningkatkan kemampuan fisik dan mental. Dalam pencak silat, kepercayaan diri dapat membantu mengatasi rasa takut dan cemas dalam situasi yang sulit.

3. Keterampilan

Keterampilan adalah konsep penting dalam pencak silat. Seni bela diri ini mengajarkan cara mengembangkan keterampilan fisik dan mental. Dalam praktik pencak silat, seseorang akan belajar berbagai teknik dan gerakan yang membutuhkan keterampilan fisik.

Baca Juga : Serang Acara Bedah Buku PSHT UINSA, Oknum Pamter Kena Karma Menderita di Pengadilan

Namun, keterampilan mental juga sangat penting, seperti ketajaman pengamatan, kecepatan reaksi, konsentrasi, dan strategi. Dalam pencak silat, keterampilan fisik dan mental yang baik akan membantu seseorang untuk menjadi lebih efektif dalam melindungi diri dan menghadapi situasi yang sulit.

4. Kejujuran

Kejujuran adalah nilai yang sangat penting dalam pencak silat. Para praktisi pencak silat diajarkan untuk selalu jujur dan tidak berbohong dalam segala situasi. Hal ini karena kejujuran merupakan nilai yang mendasar dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara.

Dalam praktik pencak silat, kejujuran juga berarti memiliki integritas dan keberanian untuk mengakui kesalahan dan menerima kritik dengan baik. Seorang praktisi pencak silat yang jujur akan memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan yang benar dan tepat dalam situasi yang sulit.

Perkembangan Pencak Silat

Pencak Silat bukan hanya seni bela diri, namun juga bagian dari kebudayaan Indonesia. Pencak Silat sering dipertunjukkan pada berbagai acara seperti festival budaya, pernikahan, dan acara adat. Pencak Silat juga sering menjadi bagian dari kompetisi olahraga di Indonesia, seperti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Sea Games.

Dengan semakin populernya Pencak Silat di Indonesia, seni bela diri ini juga semakin menarik minat dari orang-orang di seluruh dunia. Banyak pelatih dan atlet Pencak Silat Indonesia yang telah meraih prestasi di kompetisi internasional, seperti pada Asian Games dan Kejuaraan Dunia Pencak Silat.

Baca Juga : Seluruh Ketua Umum SH Terate

Pencak Silat merupakan salah satu aset budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Melalui Pencak Silat, kita dapat memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke seluruh dunia dan mempromosikan seni bela diri yang unik dan indah ini.

Pencak Silat di Dunia

Pencak Silat tidak hanya populer di Indonesia, namun juga di negara-negara lain di dunia. Pencak Silat telah menyebar ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

Pencak Silat pertama kali diperkenalkan ke luar negeri oleh para pelaut dan pedagang Indonesia yang berlayar ke Asia Tenggara dan Cina pada abad ke-6. Sejak itu, Pencak Silat terus menyebar ke berbagai negara dan berkembang menjadi berbagai aliran dan gaya yang berbeda.

Beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei memiliki tradisi Pencak Silat yang mirip dengan Indonesia. Di Malaysia, Pencak Silat dikenal dengan nama Silat Melayu dan telah menjadi bagian dari olahraga nasional.

Di Eropa, Pencak Silat semakin populer di kalangan seniman bela diri dan penggemar seni budaya. Beberapa pelatih Pencak Silat dari Indonesia telah membuka sekolah Pencak Silat di negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Prancis.

Pencak Silat juga semakin mendapat perhatian di Amerika Serikat, terutama di kalangan pecinta seni bela diri dan olahraga bela diri. Beberapa turnamen Pencak Silat telah diadakan di Amerika Serikat dan atlet-atlet Amerika Serikat telah meraih prestasi di kompetisi internasional Pencak Silat.

Baca Juga : Tingkatan Sabuk di Persaudaraan Setia Hati Terate

Perkembangan Pencak Silat di dunia menunjukkan bahwa seni bela diri ini semakin diakui dan dihargai di berbagai negara. Dengan semakin luasnya jangkauan Pencak Silat, seni bela diri ini dapat mempromosikan kebudayaan Indonesia dan mempererat hubungan antar negara melalui olahraga dan seni budaya.

Berikut adalah pembahasan mengenai Asal usul Pencak Silat dari filosofi dan perkembanganya baik di Indonesia dan Dunia

 

Mengenal 11 Teknik Dasar Pencak Silat

Mengenal 11 Teknik Dasar Pencak Silat

Ilmusetiahati.com – Teknik Dasar Pencak Silat, Pencak Silar sendiri adalah seni bela diri yang berasal dari Kepulauan Melayu dan dikenal di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pencak silat sendiri memiliki dua arti dalam dua kata, yaitu “pencak” yang berarti gerak dasar dengan aturan dan “silat” yang berarti jurus bela diri yang utuh dengan dasar spiritual.

Setiap daerah di Indonesia memiliki gaya, aliran dan perguruan pencak silat yang khas dan berbeda-beda. Misalnya, Jawa Barat memiliki Perguruan Cimande dan Cikalong, Jawa Tengah memiliki Sekolah Merpati Putih, dan Jawa Timur memiliki Perisai Diri dan Setia Hati. Oleh karena itu, pencak silat membutuhkan konsentrasi dan kelincahan yang berbeda-beda sesuai dengan gaya yang dipilih.

Pencak silat adalah salah satu seni bela diri tradisional Indonesia yang sangat memikat. Oleh karena itu, mempelajarinya dapat menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan dan membantu membentuk tubuh dan pikiran yang sehat dan kuat. Jangan ragu untuk memulai mempelajarinya sekarang juga!

Baca Juga : 20 Rekomendasi Makanan Berkalori Tinggi Penambah Berat Badan

Untuk mempelajari pencak silat, kita harus mengetahui teknik dasarnya.

Berikut ini adalah 11 teknik dasar pencak silat yang perlu dikuasai :

    1. Memahami Teknik Kuda-Kuda

      Teknik kuda-kuda adalah teknik pertama yang harus dikuasai oleh setiap petarung. Teknik ini membantu mempertahankan keseimbangan tubuh ketika menyerang maupun bertahan. Trik dalam teknik ini adalah dengan meletakkan kaki pada tanah. Dinamakan kuda-kuda karena posisi kaki saat melakukannya mirip dengan kaki manusia di punggung kuda. Ada tiga jenis teknik kuda-kuda yaitu kuda-kuda ringan, kuda-kuda sedang, dan kuda-kuda berat. Berdasarkan bobot tumpuan, pencak silat terbagi menjadi lima bagian, yaitu kuda-kuda depan, belakang, tengah, silang, dan samping.

    2. Menguasai Teknik Sikap Pasang

      teknik sikap pasang


      Setelah memahami teknik kuda-kuda, petarung perlu belajar teknik sikap pasang. Teknik ini adalah gabungan dari sikap, gerak kaki, dan lengan. Dengan teknik ini, posisi tubuh akan lebih fleksibel dalam menyerang dan bertahan. Teknik sikap pasang bisa dalam bentuk terbuka maupun tertutup. Sikap pasang terbuka adalah tanpa melindungi tubuh dengan tangan dan lengan, sedangkan sikap tertutup adalah dengan melindungi tubuh. Teknik ini bisa dilakukan berdiri, duduk, atau berbaring. Namun, disarankan untuk belajar dengan bantuan profesional. Berikut ini adalah empat sikap yang harus dikuasai :

      A. Pasang Satu
      Teknik bersikap Pasang Satu adalah salah satu teknik dasar dalam pencak silat yang penting untuk dikuasai. Dalam Pasang Satu, posisi badan petarung harus dalam kondisi tegap dengan kedua tangan berada di sisi tubuh. Dalam kondisi siap silat, petarung dapat membuka kedua kaki dengan lebar selebar bahu.

      B. Pasang Dua
      Pasang Dua adalah teknik bersikap berikutnya yang perlu dikuasai dalam pencak silat. Dalam Pasang Dua, posisi badan petarung harus tegak dan membuka kedua kaki selebar bahu. Kedua tangan harus mengepal dan disejajarkan dengan pinggang. Perbedaan Pasang Dua dengan Pasang Satu adalah posisi tangan.

      C. Pasang Tiga
      Teknik Pasang Tiga adalah teknik bersikap berikutnya yang perlu dikuasai dalam pencak silat. Dalam Pasang Tiga, petarung harus memiliki posisi badan seperti ketika melakukan Pasang Dua dan membuka kaki selebar bahu. Tangan harus dalam posisi terangkat dan sejajar dengan mata dengan kepalan tangan terbuka.

      D. Pasang Empat
      Pasang Empat adalah teknik bersikap terakhir yang akan dibahas dalam artikel ini. Dalam Pasang Empat, petarung harus memiliki sikap dan pandangan mata seperti Pasang Tiga. Perbedaannya adalah tangan yang harus dalam posisi angkat dan silang sejajar dengan mata, dengan kepalan tangan yang terkepalkan.

    3. Memahami Pola Langkah

      pola langkah pencak silat

       

      Pencak silat adalah salah satu olahraga bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Dalam pencak silat, teknik pola langkah memegang peran penting untuk membuat gerakan pesilat lebih efektif dan sulit ditebak oleh lawan. Dalam artikel ini, kami akan membahas 6 pola langkah yang dapat Anda pelajari untuk memperkuat gerakan Anda dalam pencak silat.

      A. Pola Langkah Lurus
      Pola langkah lurus adalah ketika pesilat mengambil langkah untuk membentuk garis lurus. Gerakan ini bisa dilakukan dengan maju atau mundur, dan dapat dimulai dari posisi tengah.

      B. Pola Langkah Zig-zag
      Pola langkah zig-zag adalah ketika pesilat bergerak membentuk mata gergaji atau zig-zag. Ini bisa dimulai dengan posisi pasang pertama.

      C. Pola Langkah-S
      Pola langkah-S adalah ketika pesilat melakukan kombinasi tiga posisi untuk membentuk huruf S. Kombinasi ini meliputi posisi samping, belakang, dan tengah.

      D. Pola Langkah U
      Pola langkah U atau tapal kuda memungkinkan pesilat untuk memulai dengan posisi lurus dan melakukan gerakan kaki ke kanan dan kiri, sebelum bergerak maju dan menyatukan kaki.

      E. Pola Langkah Segitiga
      Pola langkah segitiga adalah ketika pesilat bergerak membentuk bidang segitiga dengan menggunakan 2 posisi, depan dan tengah.

      F. Pola Langkah Segi Empat
      Pola langkah segi empat adalah ketika pesilat bergerak membentuk pola persegi panjang dengan menggunakan kombinasi kuda-kuda depan dan tengah, dan pola langkah segitiga.

      Dengan mempelajari teknik pola langkah ini, Anda dapat memperkuat gerakan dalam pencak silat dan membuat lawan kesulitan untuk menebak gerakan Anda. Pelajari satu per satu dan latih secara rutin agar dapat mempraktikkan dengan baik dalam pertandingan.

    4. Teknik Arah atau Delapan Arah Mata Angin 

      Pengertian teknik arah dalam pencak silat adalah memahami arah dalam membentuk gerakan saat menyerang atau bertahan. Arah pencak silat harus dipahami sebagai arah dari 8 arah dasar yaitu sikap atau pola langkah dalam gerakan dasar pencak silat dengan sumbu putaran di tengah. Titik tumpu seorang pesilat ada di tengah dan bisa bergerak ke berbagai arah seperti delapan arah utama, yaitu timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut, utara, timur laut, atau cukup mundur, mundur kiri, samping kiri, maju kiri, maju kanan depan, mundur belakang kanan.

      Baca Juga : Kena Prank! Pendekar PSHT Sragen Ngaku Dikeroyok dan Dibacok, Faktanya Begini

    5. Menguasai Teknik Tendangan dalam Pencak Silat

      Teknik tendangan dalam pencak silat adalah teknik menggunakan kaki untuk menyerang atau bertahan dari serangan musuh. Tendangan atau serangan kaki dalam pencak silat dapat dilakukan dengan menggunakan tulang kering, telapak kaki, dan lutut. Berikut ini adalah beberapa jenis teknik tendangan dalam pencak silat:

      A. Tendangan Lurus
      Tendangan lurus adalah teknik menendang ke depan menuju sasaran dengan menggunakan ujung kaki. Pastikan kaki pesilat lurus dan tubuh juga lurus. Badan menghadap ke lawan dan kaki yang digunakan untuk menyerang lawan adalah pangkal jari kaki.

      B. Tendangan Melingkar
      Tendangan melingkar adalah teknik menendang dengan punggung kaki dan membuat bagian tubuh lawan bersentuhan dengan punggung kaki. Kaki yang tidak digunakan untuk menendang digunakan untuk kuda-kuda. Kedua tangan harus ditempatkan di depan dadanya untuk menyeimbangkan tubuh.

      C. Tendangan Jejag
      Tendangan Jejag atau Tendangan Gejos membuat perut lawan menjadi sasaran utama. Caranya dilakukan dengan mengangkat lutut sejauh mungkin dan mendorong kaki ke perut lawan.

      D. Tendangan Sabit
      Tendangan Sabit memukul perut lawan dengan lintasan melengkung seperti bulan sabit. Teknik ini membutuhkan latihan dan konsentrasi yang baik agar dapat dilakukan dengan efektif.

      E. Tendangan T
      Ada tiga gaya Tendangan T, yaitu T-snaps, T-jump, dan T-hang. Caranya adalah dengan memposisikan tubuh ke samping dan melakukan tendangan ke arah kanan. Lawan akan terkena bagian runcing telapak kaki dan tumit.

      F. Tendangan Belakang
      Tendangan Belakang dilakukan dengan punggung menghadap lawan. Caranya dengan memutar tubuh sambil melakukan tendangan kaki atau tumit ke perut atau kepala lawan. Teknik ini membutuhkan kecepatan dan kekuatan yang baik.

      Semua teknik tendangan dalam olahraga beladiri membutuhkan latihan yang teratur dan konsisten agar dapat dilakukan dengan baik.

    6. Teknik Guntingan

      Teknik guntingan adalah taktik untuk menjatuhkan lawan dengan menjepitkan kedua kaki pada bagian tubuh lawan seperti leher, pinggang, tulang kering, dan sasaran lain. Berikut adalah jenis-jenis teknik guntingan yang harus dikuasai:
      A. Guntingan Bawah
      B. Guntingan Tengah
      C. Guntingan Atas
      Ketiga teknik guntingan ini membutuhkan kecepatan dan ketepatan gerakan kaki, sehingga disarankan untuk melatih teknik ini dengan pelatih profesional untuk menghindari resiko cedera.

      Baca Juga : Seluruh Ketua Umum SH Terate

    7. Mengerti Teknik Tangkisan

      Teknik tangkisan bertujuan untuk memblokir serangan lawan dengan melakukan kontak langsung dengan bagian tubuh lawan yang sedang menyerang. Berikut adalah jenis-jenis teknik tangkisan yang harus dikuasai :
      A. Tangkisan Satu Lengan
      * Tangkisan Dalam: memblokir serangan dari luar ke dalam
      * Tangkisan Luar: memblokir serangan dari dalam ke luar
      * Tangkisan Atas: melindungi kepala dari serangan dari bawah ke atas
      * Tangkisan Bawah: melindungi kaki dan paha dari serangan dari atas ke bawah

      B. Tangkisan Dua Lengan
      * Tangkisan Dua Lengan dengan Telapak Tangan
      * Tangkisan Dua Lengan dengan Lengan Bawah

    8. Menguasai Teknik Kuncian

       

      teknik kuncian pencak silat


      Menjadi seorang pesilat yang handal bukan hanya tentang memiliki kemampuan menyerang dan bertahan, namun juga memiliki kemampuan mengendalikan lawan. Teknik kuncian atau yang juga dikenal dengan teknik cutting memiliki tugas untuk mengunci tubuh lawan dan membuat mereka tidak bisa bergerak. Mungkin Anda pernah menyaksikan pertarungan WWE SmackDown, dalam acara tersebut sering ditunjukkan teknik-teknik kuncian yang menarik.

      Teknik kuncian dalam pencak silat adalah teknik yang memungkinkan Anda untuk mengendalikan, memegang, dan membuat lawan menjadi tidak berdaya. Gerakan ini biasanya melibatkan tangan, kaki, dan bagian tubuh lain dengan melalui hindaran dan tangkapan untuk mengincar bagian tubuh lawan. Biasanya, bagian-bagian tubuh yang menjadi incaran adalah leher, bahu, dagu, lengan, dan pergelangan tangan.

    9. Teknik Pukulan

      Teknik pukulan adalah salah satu aspek penting dalam pencak silat dan berbagai seni bela diri lainnya. Maka, untuk menjadi seorang pencak silat atau pejuang handal, Anda harus memahami teknik pukulan yang benar dan efektif.

      A. Teknik Pukulan Depan
      Pemahaman Dasar Teknik pukulan depan adalah teknik memukul lawan dengan tangan menggunakan gerakan dasar yang sederhana. Ada dua cara melakukan teknik ini, yakni dengan posisi kaki di depan dan tangan sejajar atau dengan posisi kaki di depan dan tangan tidak sejajar.
      Hindari Kesalahan Umum Beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pesilat pemula adalah postur tubuh yang kaku, kaki yang lemah, tangan yang longgar, pukulan yang lemah, dan postur tubuh yang tidak seimbang. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami teknik ini dengan baik dan terus berlatih untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.

      B. Teknik Pukulan Bandul
      Definisi dan Cara Melakukan Pukulan bandul adalah teknik memukul lawan dengan tangan bergerak dari bawah ke atas. Caranya adalah dengan membungkukkan siku pada sudut 90 derajat dan memastikan kaki sejajar atau tidak sejajar. Kemudian, ayunkan kuda-kuda tengah Anda dan silangkan tangan Anda di depan dada.
      Serang dan Bertahan Secara Berkala Setelah itu, miringkan kepala dan ayunkan lengan untuk menyerang. Pertahankan tangan lain pada posisi awal untuk melindungi diri dari serangan lawan. Setelah melakukan pukulan pertama, lanjutkan dengan pukulan berikutnya menggunakan tangan yang lain. Ingat, tangan yang sebelumnya digunakan untuk menyerang dapat juga digunakan untuk bertahan.

      C. Teknik Pukulan Tegak
      Sasaran dan Teknik Pukulan Pukulan tegak adalah teknik pukulan yang membidik bahu atau sendi bahu lawan. Cara melakukan teknik ini adalah dengan memposisikan kuda-kuda tengah dan menempatkan kedua tangan di depan dada (bukan menyilang). Jari-jari tangan yang digunakan untuk memukul harus digenggam erat, dan satu tangan dapat dipukul tegak sementara tangan lain tetap berada di posisi awal untuk melindungi tubuh. Latihlah pukulan tegak dengan bergantian antara tangan kanan dan kiri.

      D. Pukulan Melingkar
      Sasaran dan Teknik Pukulan Pukulan melingkar adalah teknik pukulan yang membidik pinggang lawan. Cara melakukannya adalah dengan membuat gerakan melingkar dengan tangan, mempengaruhi kualitas bidikan dengan membawa bahu dan pinggang ke arah bidikan. Latihlah teknik ini dengan berfokus pada gerakan tangan yang melingkar dan kontrol gerakan bahu dan pinggang.

      E. Pukulan Samping
      Sasaran dan Teknik Pukulan Pukulan samping adalah teknik pukulan yang membidik salah satu sisi tubuh lawan dengan menggunakan punggung tangan. Arah pukulan dapat dalam arah samping atau ke depan, tetapi dimulai dari samping. Latihlah teknik ini dengan berfokus pada kontrol gerakan punggung tangan dan memastikan arah pukulan tepat sasaran.

    10. Belajar Teknik Berbaring Pencak Silat


      Teknik berbaring memiliki tujuan untuk melatih kemampuan jatuh dan sebagai pertahanan diri. Ada tiga jenis teknik berbaring, yaitu:


      A. Sikap Miring Pertama, Sikap miring dilakukan dengan membungkuk sambil menekuk kaki untuk mendekatkan ke dada. Pandangan harus lurus, sementara kaki lain digunakan untuk menopang tubuh. Salah satu siku harus berada di lantai dan tangan lain digunakan untuk menopang paha.

      B. Sikap Terlentang Kedua, Sikap terlentang dilakukan dengan berbaring telentang sambil menekuk satu kaki dan kaki lain diluruskan. Satu tangan harus berada di tanah dan ditekuk pada siku, sementara tangan lain berada di dada.

      C. Sikap Telungkup Ketiga, Sikap telungkup dilakukan dengan membalikkan badan dan memandang lurus. Kaki harus diluruskan dan kedua tangan harus menyentuh lantai dengan tekukan siku yang kuat.

    11. Teknik Kembangan

suwardi mma pembukaan psht

Gerakan Kembangan adalah salah satu bagian utama dalam Pencak Silat yang mengutamakan keindahan gerakan. Gerakan ini melibatkan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Gerakan Kembangan ini biasanya dilakukan pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui musuh.

Kembangan dalam Pencak Silat, Menyerupai Tarian atau Berjoget

Gerakan Kembangan dalam Pencak Silat seringkali menyerupai tarian atau dalam maenpo Sunda menyerupai ngibing (berjoget). Gerakan ini harus dilakukan dengan indah dan menunjukkan elegan dan kekuatan dalam gerakan. Oleh karena itu, dalam melakukan gerakan Kembangan dalam Pencak Silat, atlet harus memperhatikan dan memahami tata tertib dan kaidah-kaidah yang ada.

Berikut adalah pembahasan mengenai teknik teknik dasar Pencak Silat yang harus dikuasai oleh Pendekar Silat.