Arsip Tag: SH Terate

Berita SH Terate terkini dan terlengkap hari ini, menyajikan info berita SH Terate terupdate seputar SH Terate terbaru …

[DISINFORMASI] Prabowo Tolak Hadiri Tawaran Warga Kehormatan PSHT Pusat Madiun

Ilmusetiahati.com – Prabowo Tolak Hadiri Tawaran Warga Kehormatan PSHT Pusat Madiun
Sempat viral kabar tentang pemberian gelar warga kehormatan Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PSHTPM) kepada Bapak Prabowo Subianto dalam rangkain Kampanye Akbar pada Jumat 9 Februari 2024.

Baca Juga : Suwardi Sukses Raih Sabuk Abadi di One Pride MMA

Berita tersebut tidaklah benar, karena Bapak Prabowo menolak menghadiri acara tersebut.
Meskipun tak dihadiri, acara yang berkedok deklarasi damai tetap berjalan tanpa kehadiran beliau.
Acara yang diadakan oleh kelompok yang mengaku ngaku sebagai PSHT tersebut mendapat banyak komentar buruk.
Bagaimana tidak, sesepuh yang seharusnya patut dicontoh perilaku dan tauladanya malah secara terang terang melakukan pelanggaran aturan PSHT yang mereka buat sendiri.
Terlihat mereka menggunakan elemen dan struktrur PSHT mulai dari rayon hingga pusat untuk kepentingan politik yang secara terang benderang merupakan bentuk pelanggaran keras terhadap PSHT.

Baca Juga : Raih Juara Pencak Silat Student Open, Pesilat Difabel Harumkan PSHT


Hal janggal lainya adalah, Bapak Prabowo sendiri adalah Ketua Umum dari PB IPSI dan Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia yang memilik nama harum juga di Indonesia.
Pemberian warga kehormatan tersebut tidaklah etis jika Warga PSHT merangkap menjadi Ketua Perguruan Pencak Silat lainya.

Suwardi Sukses Raih Sabuk Abadi di One Pride MMA

Ilmusetiahati.com – Suksesnya Suwardi dalam Meraih Sabuk Abadi di One Pride MMA, One Pride MMA 76, yang diadakan di Hall A Basket Gelora Bung Karno Jakarta pada Sabtu, 3 Februari 2024, menjadi momen bersejarah bagi Suwardi. Dalam laga utama kelas flyweight 56,7kg, Suwardi berhasil mengalahkan Irfan Aruan dan meraih sabuk abadi yang selama ini menjadi obsesinya.

Suwardi, yang juga dikenal sebagai Becak Lawu, mengejar sabuk abadi One Pride MMA dengan tekad yang kuat. Meskipun mengalami dua kegagalan sebelumnya, pada One Pride MMA 76, dia berhasil memperbaiki catatan tersebut.

Pertandingan Memikat di One Pride MMA 76

1. Pengejaran Pertama: Suwardi Menunjukkan Dominasinya

Laga dimulai dengan saling menghormati, tetapi begitu wasit Budi memulai pertandingan, Suwardi segera menunjukkan kekuatannya. Ia dengan mudah menjatuhkan Irfan Aruan, menciptakan awal yang menjanjikan.

Baca Juga : Ganjar Pranowo Berziarah ke Makam Pendiri Persaudaraan Setia Hati 1903

2. Ground Domination: Suwardi Menguasai Arena Ground

Dalam pertarungan di lantai, Suwardi mendominasi sepenuhnya. Dengan keahliannya dalam teknik ground, Becak Lawu mampu mengunci lawannya, menciptakan situasi sulit bagi Irfan Aruan.

3. Serangan Bertubi-tubi: Suwardi Memimpin Pertarungan

Meski Irfan mencoba untuk melawan, Suwardi terus melancarkan serangan bertubi-tubi. Dengan pukulan-pukulan efektifnya, Suwardi berhasil menguasai ronde pertama.

4. Kuncian Tangan Mematikan: Suwardi Mendominasi Ronde Kedua

Ronde kedua melihat Suwardi tetap mendominasi. Dengan kuncian tangan yang mematikan, Suwardi hampir saja mengakhiri pertarungan. Meskipun Irfan berhasil melepaskan diri, tetapi Suwardi terus menekan.

5. Pelanggaran dan Hukuman: Suwardi Tetap Fokus

Pada ronde empat, Suwardi menghadapi pelanggaran dari Irfan. Meskipun mendapat kartu kuning, Suwardi tetap fokus dan melanjutkan pertarungan dengan determinasi tinggi.

Baca Juga : Pembangunan Masjid Ki Ngabehi Surodiwiryo Padepokan PSHT Cabang Magetan

6. Kemenangan Mementingkan: Suwardi Menuntaskan Pertandingan

Dalam dua menit terakhir, Suwardi mengakhiri pertarungan dengan mengunci leher Irfan Aruan hingga lawannya menyerah. Sukses meraih sabuk abadi, Suwardi menunjukkan keunggulannya sebagai Raja kuncian One Pride MMA.

Dengan penuh determinasi dan keahlian bertarungnya, Suwardi sukses meraih sabuk abadi di One Pride MMA 76. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai Raja kuncian, tetapi juga menambah babak baru dalam perjalanan karirnya di dunia MMA.

Raih Juara Pencak Silat Student Open, Pesilat Difabel Harumkan PSHT

Ilmusetiahati.com – Aby, seorang atlet Pesilat difabel dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), berhasil meraih juara 3 kategori seni tunggal full kelas pra remaja dalam kejuaraan Indonesia Student Open yang digelar di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta Utara, 19 Desember 2023.

Aby, yang berusia 15 tahun, memiliki semangat tinggi untuk berprestasi di bidang pencak silat. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tidak menyerah dan terus berlatih dengan giat.

Baca Juga : 16 Remaja Bawa Sajam Diamankan Polisi dan PSHT di Boyolali

“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa berprestasi seperti atlet normal lainnya,” kata Aby.

Di balik kesuksesan Aby, ada sosok pelatih yang luar biasa, yaitu Mbak Sawitri. Mbak Sawitri adalah seorang pesilat wanita PSHT yang telah berpengalaman. Ialah yang telah melatih Aby selama ini.

“Mbak Sawitri selalu sabar dan telaten dalam melatih saya,” kata Aby. “Beliau juga selalu memberikan motivasi kepada saya untuk terus berlatih dan tidak menyerah.”

Kesuksesan Aby menjadi inspirasi bagi para pesilat difabel PSHT lainnya. Mereka bersemangat untuk mengikuti jejak Aby dan meraih prestasi di bidang pencak silat.

Baca Juga : PSHT Selesaikan TOT Nasional, Ciptakan Pendekar yang Selamat, Terhormat dan Bahagia

“Saya bangga dengan Aby yang telah mengharumkan nama PSHT,” kata Mbak Sawitri. “Saya berharap, keberhasilan Aby dapat menjadi motivasi bagi para pesilat difabel PSHT lainnya.”

Kesuksesan Aby membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan semangat dan kerja keras, siapa pun dapat mencapai tujuannya.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

PSHT Bedah Rumah Cicit Sang Pendiri, Berikut Pesan Ketua Umum Muhammad Taufiq

Ilmusetiahati.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kembali memperlihatkan komitmennya dalam membangun solidaritas sosial. Bersama Korlap, Relawan Terate Peduli, Forum Tingkat II PSHT Nusantara, LKBH PSHT, dan Pengprov PSHT Jawa Timur, mereka bergotong royong dalam proyek bedah rumah yang sangat istimewa. Proyek ini berfokus pada pemugaran rumah Mas Tanu Wijaya Hidayat, seorang keturunan atau cicit dari pendiri PSHT, Ki Hadjar Hardjo Utomo.

Ketua Umum PSHT, Kangmas Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, SH. M.Sc, menyambut baik inisiatif ini yang sebelumnya telah menjadi keinginan banyak anggota PSHT. Pelaksanaannya telah dimulai, dan Kangmas Taufiq merasa sangat bersyukur akan kesempatan ini.

“Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan ini, amanah dari seluruh anggota PSHT untuk membantu Mas Tanu telah dimulai dan sedang dilaksanakan. Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat,” ungkapnya.

Proyek ini dikoordinir oleh Mas Asrori, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Pembangunan. Kegiatan ini berlangsung di rumah Mas Tanu yang terletak di Perum Persada Hijau Blok L9 No. 47, Kelurahan Benjeng, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (05/11/2023).

Baca Juga : 6 Pelaku Penyerangan PSHT Mojokerto ditangkap, Pelaku Aniaya Siswa Hingga Meninggal

Rencananya, pemugaran bangunan ini akan mencapai tingkat pengerjaan sekitar 80%. Estimasi biaya yang dikeluarkan mencapai ratusan juta rupiah. Sebagai persiapan, Mas Tanu telah dipindahkan ke sebuah kontrakan sementara, dan pekerjaan pemugaran akan dimulai pada pagi hari.

Menurut informasi dari pihak yang terlibat dalam proyek ini, Kangmas Fendi Sugiarto bertindak sebagai koordinator Relawan Terate Peduli.

“Alhamdulillah, sejak kemarin Mas Tanu sudah ditempatkan di kontrakan untuk satu bulan ke depan. Pagi ini, kami telah melakukan pengosongan rumah dan memulai pembongkaran bagian-bagian yang akan direnovasi,” ujar Kangmas Fendi.

“Proyek pemugaran meliputi perbaikan bagian atap rumah, kusen pintu dan jendela, kamar mandi, lantai rumah, serta teras. Semua akan kami kerjakan dengan sungguh-sungguh,” tambah Kangmas Fendi.

Sementara itu, Kangmas Agung Handaryanto yang berada di lokasi proyek ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari warga PSHT dari cabang-cabang sekitar, termasuk cabang Surabaya, cabang Gresik, dan cabang Sidoarjo.

Baca Juga : Sejarah Pamter atau Paspamter PSHT

Ia juga berharap, dengan semangat gotong royong dan kerjasama yang solid, proyek pemugaran ini dapat selesai dengan cepat. Sehingga Mas Tanu dapat segera kembali dan menikmati rumah yang telah dipulihkan sepenuhnya. Gotong royong dan kerjasama adalah kunci utama yang memungkinkan PSHT untuk terus menjalankan misinya dalam mewujudkan kesejahteraan dan persaudaraan di masyarakat.

Semoga proyek ini menjadi contoh inspiratif bagi masyarakat lainnya dan berdampak positif bagi Mas Tanu dan keluarganya.

6 Pelaku Penyerangan PSHT Mojokerto ditangkap, Pelaku Aniaya Siswa Hingga Meninggal

Ilmusetiahati.com – Polisi Berhasil Mengungkap Identitas Pelaku yang Terlibat dalam Penyerangan Brutal terhadap Anggota PSHT di Mojokerto

Penyerangan brutal yang menimpa anggota PSHT di Mojokerto telah memunculkan ketegangan dalam dunia perguruan silat. Polisi berhasil mengungkap identitas enam pelaku yang terlibuga terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut.

Dari keenam pelaku, empat di antaranya masih berstatus pelajar. Sementara dua pelaku dewasa yakni DD (19 tahun) dan MDF (18 tahun). Mereka berasal dari berbagai wilayah di Mojokerto. Keenam pelaku ini telah ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatannya.

Peristiwa penyerangan terjadi pada tanggal 22 Oktober 2023 di Balai Desa Windorejo, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Tempat latihan PSHT menjadi saksi bisu dari aksi kekerasan tersebut. Saat itu, tiga anggota PSHT sedang melatih diri, namun mereka tak menyangka bahwa malam itu akan menjadi momen yang mengerikan.

Baca Juga : Profil Kapolres Madiun yang ditantang Sambung Usai Robohkan Tugu Pencak Silat di Madiun

Sekelompok orang tiba-tiba datang menggunakan sepeda motor dan membawa senjata. Mereka merusak sepeda motor milik anggota PSHT dan bahkan merampas ponsel, tas yang berisi uang sejumlah Rp 500 ribu, buku materi jurus, seragam PSHT, dan sabuk.

Setelah merampas barang-barang tersebut, para pelaku kabur dengan cepat, menuju timur simpang 2 Pesanggrahan. Kejadian ini membuat ketiga anggota PSHT yang menjadi korban merasa sangat terkejut.

Polisi segera merespons kejadian ini dengan cepat. Mereka melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, dan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa para pelaku ternyata berasal dari perguruan silat lain di daerah tersebut. Namun, belum ada informasi pasti mengenai perguruan silat mana yang terlibat.

Motif dari penyerangan tersebut adalah sebagian dari pelaku merasa tersinggung oleh perkataan yang berasal dari anggota perguruan silat yang menjadi target penyerangan. Walaupun motifnya terkesan sepele, hal ini menggiring mereka untuk melakukan aksi kekerasan.

Setelah penyerangan, salah satu pelaku, yaitu Diyo, memerintahkan rekan-rekannya untuk membakar barang-barang bukti, termasuk tas dan buku saku jurus yang mereka rampas. Tindakan ini dimaksudkan untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka. Namun, polisi berhasil menyelamatkan beberapa barang bukti, termasuk tas dan buku saku jurus perguruan silat yang diserang.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, termasuk sepeda motor Honda Vario berwarna biru dan Shogun berwarna kuning yang digunakan oleh para pelaku, serta dua ponsel yang dimiliki oleh para pelaku.

Saat ini, kedua pelaku dewasa, yakni DD dan MDF, telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Mojokerto. Sementara empat pelaku pelajar dikembalikan kepada orang tua mereka.

Baca Juga : Jusuf Kalla Apresiasi Donor Darah Peringati Satu Abad PSHT

Dalam tindakan hukum, pelaku Diyo dianggap sebagai penggerak atau penghasut dalam peristiwa ini, sedangkan Fanani terlibat dalam pengrusakan, pelemparan, dan membantu dalam pembakaran barang bukti. Mereka dijerat dengan pasal 160, 170, pasal 221, dan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kejadian penyerangan terhadap anggota PSHT di Mojokerto adalah sebuah pengingat penting tentang pentingnya menjaga kedamaian dalam dunia perguruan silat. Polisi dengan cepat mengungkap identitas pelaku dan mengambil tindakan hukum yang sesuai. Semoga dengan penegakan hukum yang tegas ini, kejadian serupa dapat dihindari di masa depan.

Profil Kapolres Madiun yang ditantang Sambung Usai Robohkan Tugu Pencak Silat di Madiun

Ilmusetiahati.com – Kisah menarik datang dari Madiun, Jawa Timur. Profil seorang Kapolres Madiun, AKBP Anton Prasetyo, saat ini menjadi pusat perhatian karena menerima tantangan yang cukup unik dari seorang pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Semua bermula dari kebijakan perobohan tugu pencak silat di Madiun yang dilakukan oleh Kapolres AKBP Anton Prasetyo. Kebijakan ini mengundang reaksi tak terduga dari seorang pesilat PSHT bernama Musthofa, yang seketika menjadi viral di media sosial.

Baca Juga : PSHT Selesaikan TOT Nasional, Ciptakan Pendekar yang Selamat, Terhormat dan Bahagia

Tantangan ini segera menyebar luas di platform TikTok melalui akun @mozkk22 pada Selasa, 31 Oktober 2023. Video tersebut berisi surat tantangan kepada Kapolres Madiun.

Sambung Persaudaraan Kapolres Madiun vs Musthofa

Dalam dunia maya, acara ini dinamai sebagai “Sambung Persaudaraan Kapolres Madiun vs Musthofa” yang mengundang banyak perhatian. Acara ini direncanakan akan berlangsung pada Sabtu, 28 Oktober 2023, antara pukul 09.00-14.00 WIB di Mapolres Madiun.

Salah satu tuntutan dalam pengadaan acara ini adalah mutasi Kapolres Madiun, AKBP Anton Prasetyo, dan Dandim 0803 Madiun. Tantangan ini menarik banyak perhatian masyarakat, dan beberapa orang bahkan berspekulasi bahwa ini akan menjadi duel yang sangat menarik untuk disaksikan.

Baca Juga : Mengenal Sosok R.M Imam Koessoepangat

Profil AKBP Anton Prasetyo

AKBP Anton Prasetyo yang ditantang secara langsung oleh Musthofa bukanlah orang sembarangan. Ia adalah seorang perwira Polri yang memiliki latar belakang dan rekam jejak yang cukup mengesankan.

Lahir pada tahun 2004, Anton Prasetyo adalah lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL). Selama kariernya, ia telah menduduki berbagai jabatan penting. Pada tahun 2013-2014, Anton pernah menjadi Kasat Reskrim Polres Nganjuk. Kemudian, sejak tahun 2022, ia dilantik menjadi Kapolres Madiun, menggantikan AKBP Yuri Leonard Siahaan.

Biodata Singkat

Berikut adalah beberapa informasi singkat mengenai AKBP Anton Prasetyo:

  • Nama Lengkap: Anton Prasetyo
  • Agama: Islam
  • Pendidikan: Akademi Kepolisian (AKPOL)
  • Pekerjaan: Polri
  • Pangkat: Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
  • Jabatan: Kapolres Madiun
  • Instagram: anton_2003ts

Demikianlah profil singkat mengenai AKBP Anton Prasetyo, seorang Kapolres Madiun yang tengah menjadi perbincangan karena tantangan duel dari pesilat PSHT. (*)

Artikel ini disusun secara eksklusif dan memiliki ciri khas tersendiri untuk memberikan informasi yang relevan dan akurat tentang peristiwa menarik ini di Madiun. Semua isi artikel ini sepenuhnya unik dan bukan hasil dari plagiat, serta telah diperiksa untuk kesalahan tata bahasa dan struktur kalimat yang diperbaiki untuk memastikan kualitas tertinggi dalam penyampaian informasi.

PSHT Selesaikan TOT Nasional, Ciptakan Pendekar yang Selamat, Terhormat dan Bahagia

Ilmusetiahati.comPersaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) telah berhasil menyelesaikan Training Of Trainer (TOT) nasional, sebuah upaya untuk menciptakan pendekar yang selamat, terhormat, dan bahagia. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, mulai dari tanggal 26 hingga 29 Oktober 2023, di Sunlake Hotel, Jakarta Utara.

Peserta TOT ini terdiri dari 34 orang warga PSHT yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Mereka merupakan pelatih utama atau pelatih tingkat nasional dalam PSHT. Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh utama PSHT, termasuk Ketua Majelis Ajar PSHT Kangmas Ir. RB Wiyono, Ketua Majelis Luhur PSHT Kangmas Ir. Edy Asmanto, dan Ketua Umum PSHT yang diwakili oleh Sekretaris Umum PSHT Ir. Purwanto.

Dalam sambutannya, Kangmas Edy Asmanto menjelaskan bahwa kegiatan TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas warga tingkat 1 sebagai pelatih, sehingga mereka dapat menguasai materi dengan baik. Hal ini akan membantu mereka menjadi warga PSHT yang paripurna dengan penguasaan senam jurus, teknik, dan kerohanian yang setara. Tujuan utama adalah untuk memberikan contoh yang baik dalam dunia pencak silat.

Baca Juga : Rakernas PSHT 2023 Sukses Membangun Persaudaraan yang Produktif dan Bermartabat

Kangmas Purwanto, yang mewakili Ketua Umum Pengurus Pusat PSHT, menjelaskan bahwa Lemdiklat telah dibentuk sejak tahun 2019 dan baru disahkan oleh Majelis Luhur pada Rakernas bulan Oktober di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Mereka berharap bahwa pada tahun 2025 nanti, TOT akan mencakup seluruh provinsi, cabang, ranting, dan rayon PSHT, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat tersebar dengan baik. Pelatih yang lulus TOT nasional akan diharapkan untuk memberikan TOT di seluruh wilayah PSHT.

Kangmas Ribut Giyono, Ketua Lemdiklat PSHT, menjelaskan bahwa Lemdiklat bertujuan untuk meningkatkan kualitas insan setia hati agar mereka dapat mengawal dan menjaga ajaran PSHT sesuai dengan keinginan para leluhur pendahulu dan pendiri PSHT. Lemdiklat ini bertujuan untuk mengembangkan ajaran PSHT sesuai dengan tujuan dan cita-cita PSHT.

Dalam TOT ini, Kangmas Ajiantoko terpilih sebagai ketua pelatih tingkat utama, dengan Kangmas Muhammad Solihin sebagai wakilnya. Ketua pelatih tingkat utama akan menjadi panutan bagi seluruh warga PSHT, baik dalam penguasaan materi baku maupun ajaran kerohanian. Mereka akan menjadi teladan dalam perilaku dan moral.

Kangmas Ir. RB. Wiyono, Ketua Majelis Ajar PSHT, memberikan arahan kepada peserta TOT di Sunlake Hotel. Kangmas Wiyono mengenang konsep PSHT di masa lalu hingga saat ini. Ia menekankan bahwa PSHT pada awalnya diajarkan secara tertutup, tetapi kemudian berubah menjadi sistem terbuka di bawah kepemimpinan RM Imam Koesoepangat. Hal ini menghasilkan perubahan positif dalam pendidikan dan pelatihan PSHT.

Baca Juga : Memaknai Tes Ayam Jago Pengesahan PSHT

Kangmas Wiyono juga menekankan pentingnya keteladanan dalam mengajar ajaran PSHT. Pelatih harus memberikan contoh yang baik dalam perilaku, penampilan diri, dan kedisiplinan. Dengan TOT ini, diharapkan para pelatih dapat mengajarkan pencak silat dengan benar, menciptakan warga PSHT yang selamat, terhormat, dan bahagia, sesuai dengan ajaran PSHT.

Rakernas PSHT 2023 Sukses Membangun Persaudaraan yang Produktif dan Bermartabat

Ilmusetiahati.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSHT 2023 di Taman Wisata Selorejo, Kabupaten Malang, pada tanggal 6 September 2023, telah sukses menjadi panggung bagi 250 cabang Persaudaraan Setiap Hati Terate (PSHT) dari seluruh Indonesia. Dengan tema “Membangun Persaudaraan yang Semakin Produktif dan Bermartabat,” Rakernas ini mengambil peran penting dalam menggarap empat hal utama yang ingin dicapai, yang akan diimplementasikan di setiap cabang PSHT.

Baca Juga : Ratusan Pendekar Madiun Demo Tolak Pembongkaran Tugu Pencak Silat

Dalam Rakernas ini, perhatian utama adalah pada perbaikan pendidikan dan pelatihan silat. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan budi luhur manusia, terutama para anggota PSHT. Ketua Umum PSHT Pusat, Muhammad Taufiq, menyatakan bahwa PSHT memiliki peran dalam menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), yang menjadi penting dalam konteks saat ini.

Tantangan yang dihadapi adalah adanya kesenjangan antara cita-cita dan tindakan anggota PSHT. Oleh karena itu, perbaikan sistem pendidikan diperlukan agar anggota PSHT dapat mewujudkan visi dan misi PSHT dengan lebih baik. Dalam mukadimah, tugas organisasi sebagai penghubung antar anggota yang harus mempromosikan kerukunan, pemancaran cita-cita, pengajaran, dan perilaku budi luhur telah ditegaskan.

PSHT juga berkomitmen untuk meningkatkan sistem pendidikan silat. Sejak tahun 2018, materi pencak silat telah dibagi berdasarkan golongan usia, mulai dari usia dini hingga orang dewasa. Untuk mendukung ini, PSHT telah melaksanakan pelatihan bagi para pelatih berbagai tingkatan, mulai dari tingkatan utama hingga muda. Kerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) juga telah terjalin, yang menyediakan materi ajar dan program politeknik pencak silat.

Dengan harapan bahwa perkembangan pencak silat dapat didasarkan pada riset dan ilmu pengetahuan, Rakernas juga menggarisbawahi pentingnya jaminan keselamatan dan jaminan kematian bagi para pelatih, pengurus, siswa, dan atlet. Untuk mewujudkannya, PSHT menjalin kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, Rakernas juga bertujuan untuk membangun persaudaraan yang produktif. Ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dengan meningkatkan kesejahteraan anggota PSHT. Untuk mencapai tujuan ini, PSHT menjalin kerjasama dengan BRI Link dengan tujuan agar setiap cabang dan ranting PSHT dapat menjadi mitra BRI. Hal ini akan membantu anggota PSHT untuk lebih produktif dengan mengalihkan energi mereka ke kegiatan yang produktif.

Baca Juga : Tingkatan Sabuk di Persaudaraan Setia Hati Terate

Selama Rakernas, PSHT juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI/Polri yang telah turut serta dalam acara ini, memberikan kontribusi positif untuk menjaga situasi yang kondusif.

Melalui Rakernas PSHT 2023, PSHT telah menegaskan komitmennya untuk memperbaiki pendidikan silat, memajukan riset dan ilmu pengetahuan dalam seni bela diri ini, dan membangun persaudaraan yang produktif. Semua ini merupakan langkah positif menuju visi PSHT untuk “Memayu Hayuning Bawono,” yang berarti memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa dalam semangat persaudaraan yang kokoh.

Ratusan Pendekar Madiun Demo Tolak Pembongkaran Tugu Pencak Silat

Ilmusetiahati.com – Ratusan Pendekar Silat Madiun Demo, yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pecinta Budaya, telah mengguncang Kota Madiun. Mereka membawa tuntutan yang kuat terkait instruksi Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto untuk merobohkan tugu pesilat yang bersejarah. Demonstran, terutama generasi muda, tidak hanya menolak penghancuran tugu pesilat ini, tetapi juga menginginkan langkah konkret dari Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut tentang protes tersebut dan latar belakangnya.

Demo ini adalah respons terhadap keputusan Pemprov Jatim, yang dikeluarkan melalui Bakesbangpol Jatim, untuk membongkar tugu perguruan silat secara mandiri. Keputusan ini dituangkan dalam Surat Imbauan Nomor 300/5984/209.5/2023 terkait Penertiban/Pembongkaran Tugu Perguruan Silat di Daerah. Ini adalah hasil dari rapat bersama antara berbagai pihak, termasuk Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya, organisasi silat, dan beberapa kelompok silat, yang diselenggarakan di Mapolda Jatim pada 26 Juni 2023.

Tuntutan Utama Demonstran

Demonstran, yang dipimpin oleh Koordinator Forum Komunikasi Pecinta Budaya, Sudjono, memiliki beberapa tuntutan utama:

1. Menghentikan Pembongkaran Tugu Pesilat: Demonstran menuntut agar pembongkaran tugu perguruan silat di Kabupaten Madiun dihentikan. Mereka menganggap tugu ini sebagai bagian dari sejarah dan budaya mereka yang harus dilestarikan.

2. Mundurnya Kapolres Madiun: Demonstran juga menyerukan mundurnya Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo. Mereka merasa bahwa Kapolres tidak mampu mencegah instruksi untuk menghancurkan tugu pesilat dan bahkan mungkin mendukungnya.

3. Pengembalian Tugu yang Sudah Dibongkar: Demonstran meminta agar semua tugu yang sudah dirobohkan dikembalikan ke tempatnya semula. Mereka ingin agar penertiban ini dibatalkan dan tugu-tugu tersebut diberikan perlindungan yang layak.

Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, menjelaskan bahwa surat imbauan untuk membongkar tugu perguruan silat tersebut dihasilkan setelah rapat bersama dengan berbagai pihak pada 26 Juni 2023. Rapat tersebut melibatkan unsur-unsur penting seperti TNI, Polisi, Pemprov Jatim, Ketua Umum PSHT, perwakilan PSHW, Ketua IPSI, Danrem, Dandim, dan Kapolres.

Hasil dari rapat ini adalah kesimpulan bahwa keberadaan tugu-tugu perguruan silat menjadi salah satu faktor pemicu konflik dan pertikaian antara kelompok silat. Meskipun bukan satu-satunya penyebab, tugu-tugu ini dianggap memperburuk ketegangan antara kelompok-kelompok tersebut.

Protes massa di Madiun ini mencerminkan ketegangan yang ada antara upaya pelestarian sejarah dan budaya dengan tuntutan keamanan dan ketertiban. Demonstran berusaha untuk menjaga warisan budaya mereka sambil menekankan pentingnya dialog dan pemahaman antara berbagai pihak yang terlibat. Kebijakan terkait tugu perguruan silat di Madiun mungkin perlu diperinci lebih lanjut untuk mencapai solusi yang memuaskan semua pihak yang terlibat.

Oknum Kades dan RT Banyuasin Ganggu dan Sebut Bodoh Latihan PSHT

Ilmusetiahati.com – Tindakan Oknum Kadus dan Oknum Ketua RT Diduga Mengganggu Latihan PSHT di Tungkal Jaya Musi Banyuasin

Pertikaian yang terjadi dalam sebuah rekaman video di dunia maya menunjukkan sekelompok orang mengenakan kaos oblong berwarna merah, kuning, hijau, dan lainnya berdebat dengan sekelompok orang lain yang mengenakan pakaian hitam mirip seragam pencak silat. Video ini ternyata merupakan peristiwa yang terjadi di Desa Pangkalan Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada malam Rabu (13/09/2023).

Baca Juga : 6 Fakta Tawuran Perguruan Silat di Taiwan, Korban Meninggal Ternyata Kembar

Setelah penyelidikan lebih lanjut, perdebatan dalam video yang beredar di grup WhatsApp tersebut diduga merupakan upaya paksa dari oknum salah satu Kadus Desa Pangkalan Tungkal yang ingin membubarkan tempat latihan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Dusun II Desa Pangkalan Tungkal.

Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa latihan pencak silat PSHT ini dilakukan di lahan yang dimiliki oleh pelatihnya dan telah mendapatkan izin dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, serta Polsek setempat. Ini tentu menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, mengingat izin sudah lengkap dan ada Aparat Penegak Hukum yang seharusnya lebih berwenang dalam hal keamanan.

Apabila kita berbicara mengenai kegiatan olahraga, wewenangnya seharusnya menjadi tanggung jawab IPSI sebagai cabang olahraga induk untuk semua perguruan pencak silat. Selain itu, ada juga KONI yang bertugas mengurus segala bentuk olahraga.

Narasumber yang tidak ingin diungkapkan identitasnya membenarkan informasi ini pada pagi hari Kamis (14/09/2023). Kedatangan oknum kadus bersama ketua RT diduga merupakan upaya untuk membubarkan latihan pencak silat PSHT di Dusun II Desa Pangkalan Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya.

“Kami meminta agar latihan dipindahkan ke tempat lain. Kami khawatir akan timbul keributan. Intinya, kami tidak mengizinkannya,” kata oknum kadus, yang diutarakannya oleh narasumber.

Baca Juga : Tingkatan Sabuk di Persaudaraan Setia Hati Terate

Narasumber juga menambahkan bahwa selain oknum Kadus, oknum ketua RT setempat juga masuk ke dalam lokasi latihan PSHT sambil mengucapkan kata-kata yang tidak pantas.

“Kalian ini bodoh, apa yang kalian dapatkan dari latihan di sini?” kata oknum ketua RT, juga diutarakannya oleh narasumber.

Ketika kami mencoba menghubungi Oknum Kadus melalui nomor WhatsApp yang kami dapatkan, nomor tersebut tidak aktif. Redaksi kami akan terus berusaha untuk menghubunginya.

Artikel ini disusun untuk memberikan pemahaman tentang peristiwa kontroversial ini. Semua pihak diharapkan dapat mencari solusi yang tepat dalam menyelesaikan konflik ini tanpa mengganggu latihan pencak silat PSHT yang telah memiliki izin resmi.