Arsip Tag: persaudaraan setia hati terate

Ratusan Pendekar Madiun Demo Tolak Pembongkaran Tugu Pencak Silat

Ilmusetiahati.com – Ratusan Pendekar Silat Madiun Demo, yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pecinta Budaya, telah mengguncang Kota Madiun. Mereka membawa tuntutan yang kuat terkait instruksi Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto untuk merobohkan tugu pesilat yang bersejarah. Demonstran, terutama generasi muda, tidak hanya menolak penghancuran tugu pesilat ini, tetapi juga menginginkan langkah konkret dari Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut tentang protes tersebut dan latar belakangnya.

Demo ini adalah respons terhadap keputusan Pemprov Jatim, yang dikeluarkan melalui Bakesbangpol Jatim, untuk membongkar tugu perguruan silat secara mandiri. Keputusan ini dituangkan dalam Surat Imbauan Nomor 300/5984/209.5/2023 terkait Penertiban/Pembongkaran Tugu Perguruan Silat di Daerah. Ini adalah hasil dari rapat bersama antara berbagai pihak, termasuk Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya, organisasi silat, dan beberapa kelompok silat, yang diselenggarakan di Mapolda Jatim pada 26 Juni 2023.

Tuntutan Utama Demonstran

Demonstran, yang dipimpin oleh Koordinator Forum Komunikasi Pecinta Budaya, Sudjono, memiliki beberapa tuntutan utama:

1. Menghentikan Pembongkaran Tugu Pesilat: Demonstran menuntut agar pembongkaran tugu perguruan silat di Kabupaten Madiun dihentikan. Mereka menganggap tugu ini sebagai bagian dari sejarah dan budaya mereka yang harus dilestarikan.

2. Mundurnya Kapolres Madiun: Demonstran juga menyerukan mundurnya Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo. Mereka merasa bahwa Kapolres tidak mampu mencegah instruksi untuk menghancurkan tugu pesilat dan bahkan mungkin mendukungnya.

3. Pengembalian Tugu yang Sudah Dibongkar: Demonstran meminta agar semua tugu yang sudah dirobohkan dikembalikan ke tempatnya semula. Mereka ingin agar penertiban ini dibatalkan dan tugu-tugu tersebut diberikan perlindungan yang layak.

Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, menjelaskan bahwa surat imbauan untuk membongkar tugu perguruan silat tersebut dihasilkan setelah rapat bersama dengan berbagai pihak pada 26 Juni 2023. Rapat tersebut melibatkan unsur-unsur penting seperti TNI, Polisi, Pemprov Jatim, Ketua Umum PSHT, perwakilan PSHW, Ketua IPSI, Danrem, Dandim, dan Kapolres.

Hasil dari rapat ini adalah kesimpulan bahwa keberadaan tugu-tugu perguruan silat menjadi salah satu faktor pemicu konflik dan pertikaian antara kelompok silat. Meskipun bukan satu-satunya penyebab, tugu-tugu ini dianggap memperburuk ketegangan antara kelompok-kelompok tersebut.

Protes massa di Madiun ini mencerminkan ketegangan yang ada antara upaya pelestarian sejarah dan budaya dengan tuntutan keamanan dan ketertiban. Demonstran berusaha untuk menjaga warisan budaya mereka sambil menekankan pentingnya dialog dan pemahaman antara berbagai pihak yang terlibat. Kebijakan terkait tugu perguruan silat di Madiun mungkin perlu diperinci lebih lanjut untuk mencapai solusi yang memuaskan semua pihak yang terlibat.

6 Fakta Tawuran Perguruan Silat di Taiwan, Korban Meninggal Ternyata Kembar

Ilmusetiahati.com – Tawuran mematikan antara dua perguruan silat warga Indonesia di Taiwan belum lama ini telah mencengkeram perhatian banyak orang. Selain merenggut satu nyawa, peristiwa ini juga mengakibatkan sejumlah orang lainnya menderita luka serius, bahkan ada yang berada dalam kondisi kritis.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang fakta-fakta mengejutkan yang terkait dengan peristiwa tragis ini.

1. Tawuran Mematikan di Stasiun Kereta Changhua

Tawuran yang mengguncang Taiwan terjadi di Stasiun Kereta Changhua pada malam Sabtu, 2 September 2023. Insiden ini menyisakan satu korban tewas dan sejumlah luka parah, dengan salah satu korban dalam kondisi kritis.

2. Konflik antara Dua Perguruan Silat

Tawuran ini melibatkan dua perguruan silat yang terlibat dalam konflik serius yang berakhir dalam kekerasan.

3. Penangkapan 29 Orang dan Pencabutan Senjata Tajam

Kepolisian berhasil menangkap 29 orang yang terlibat dalam tawuran ini. Mereka juga berhasil menyita berbagai jenis senjata tajam, termasuk pisau, celurit, obeng, dan senjata lainnya yang digunakan selama insiden tersebut.

4. Percekcokan Mengenai Latihan Bela Diri

Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa tawuran ini dipicu oleh percekcokan yang berawal dari perbedaan pendapat dalam latihan bela diri. Perdebatan berubah menjadi percekcokan yang memicu perkelahian.

5. Viral di Media Sosial dan Media Taiwan

Dari 29 orang yang ditangkap, 15 di antaranya dihadapkan pada dakwaan kejahatan berat. Insiden ini menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan utama di media Taiwan. Banyak warganet yang memberikan komentar atas berita ini.

6. Korban Meninggal Ternyata Kembar

Seorang warga Trenggalek tewas dalam insiden ini, dan ada PMI lain yang mengalami luka parah. Yang membuat insiden ini lebih tragis, kedua korban ini adalah saudara kembar yang bekerja di Taiwan. Salah satu dari mereka berasal dari Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek masih berusaha memahami secara lebih mendalam tentang peristiwa tragis ini. Mereka terus berkomunikasi dengan BP2MI untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Tawuran perguruan silat Indonesia di Taiwan menjadi pelajaran penting tentang pentingnya penyelesaian konflik secara damai. Insiden ini mengguncang Taiwan dan harus dijadikan contoh tentang bahaya tawuran. Semoga kedua korban yang bekerja keras ini dapat mendapatkan keadilan atas kematian dan luka mereka.

Bentrok Perguruan Silat di Taiwan Pecah, Seorang Pendekar PSHT Tewas

Ilmusetiahati.com – Bentrok Perguruan Silat di Taiwan memilukan hati para pencinta seni bela diri Indonesia. Peristiwa tragis ini mengguncang dunia persilatan dan menciptakan sensasi di media sosial Taiwan. Dalam berita yang ditampilkan oleh TVBS News pada tanggal 4 September lalu, kita dapat melihat bahwa konflik ini dimulai ketika dua kelompok perguruan silat Indonesia PSHT dan IKSPI, yang saling melemparkan tantangan melalui media sosial.

Kedua kelompok ini akhirnya setuju untuk bertemu di stasiun kereta api, namun jumlah anggota dari masing-masing kelompok sangat tidak seimbang. IKSPI, salah satu kelompok perguruan silat, datang dengan anggota sebanyak 23 orang, lengkap dengan berbagai senjata. Hal ini jelas melanggar kesepakatan awal yang menyatakan bahwa pertarungan akan berlangsung dalam format duel satu lawan satu, dengan hanya 6 orang dari setiap kelompok yang diizinkan bertanding.

Baca Juga : Ratusan Pendekar Protes Tak Terima Tugu PSHT Jember dibongkar

Menurut Ari Hartono, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, membenarkan ada seorang warga Trenggalek yang meninggal dunia dalam insiden tragis ini. Bahkan, ada PMI lain yang mengalami luka parah. Kedua korban ini adalah saudara kembar yang bekerja di Taiwan. Salah satu dari mereka berasal dari Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Hingga saat ini, pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek masih berusaha memahami secara lebih mendalam tentang peristiwa tragis ini. Mereka terus berkomunikasi dengan BP2MI untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Baca Juga : Terbesar di 2023! PSHT Cabang Magetan Sahkan 7000 Warga Baru Selama 12 Hari

Umtingah, Kepala Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, mengkonfirmasi bahwa korban yang meninggal dunia adalah salah satu warganya. Kembarannya juga menjadi korban dalam peristiwa ini, mengalami luka.

Menurut Kepala Desa, korban yang meninggal adalah kakak dari saudara kembar yang telah bekerja di Taiwan selama beberapa waktu. Saat ini, pihak desa masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Trenggalek maupun pemerintah pusat.

Sebagai informasi tambahan, bentrok antara dua kelompok perguruan silat asal Indonesia ini terjadi di Stasiun Kereta Api Changhua, Kota Changhua, Taiwan. Puluhan orang dari PSHT dan IKSPI ini terlibat dalam pertarungan sengit, menggunakan pisau dan tongkat sebagai senjata.

Akibat insiden tersebut, seorang pekerja migran berusia 32 tahun meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka tusuk di bagian punggung. Seorang korban lain mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga : Tingkatan Sabuk di Persaudaraan Setia Hati Terate

Tim reaksi cepat dari kepolisian setempat segera dikerahkan untuk menangani bentrokan ini. Polisi berhasil menangkap tersangka utama yang diduga melakukan pembunuhan, seorang individu berusia 24 tahun. Selain itu, 15 anggota IKSPI yang terlibat langsung dalam insiden ini diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Changhua untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam kejadian tragis ini, semoga pihak berwenang dapat mengungkap semua fakta yang terjadi dan memastikan keadilan terwujud. Kita semua berharap agar perdamaian dan persatuan dapat mendominasi dunia perguruan silat di masa depan.

Ratusan Pendekar Protes Tak Terima Tugu PSHT Jember dibongkar

Ilmusetiahati.com – Ratusan pendekar dari perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) telah menggelar aksi protes yang menggemparkan di Jember. Mereka bersatu menentang rencana pembongkaran tugu PSHT yang telah berdiri di wilayah Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Pakusari. Dalam aksi yang dilangsungkan pada Senin (28/3/2023), para pendekar ini dengan tegas menolak pembongkaran tugu penting bagi perguruan mereka. Mari kita simak secara mendalam alasan dan implikasi dari protes bersejarah ini.

Muhammad Fadil, salah satu pendekar utama dari PSHT Jember, memberikan pengertian mendalam mengenai mengapa pembongkaran tugu menjadi pemicu kemarahan. Ia menegaskan bahwa proses pembangunan tugu yang berlokasi di pinggir jalan nasional Jember-Banyuwangi merupakan suatu perjuangan tak terhingga.

Baca Juga : Suran SH Panti 2023, Walikota Madiun Ajak Jaga Kondusifitas

“Fokus utama kami adalah pada upaya besar yang kami curahkan untuk mendirikan tugu ini,” ucap Fadil dengan semangat.

Fadil menambahkan dengan lugas bahwa tugu silat tersebut merepresentasikan lebih dari sekadar simbol bagi perguruan PSHT. Di samping itu, situasi di Kecamatan Pakusari dan lingkungannya saat ini telah menciptakan kedamaian yang tak ternilai.

“Kami berjuang agar tugu kami tetap berdiri tak tergoyahkan. Lokasi ini memang tanah negara, namun kami telah berkorban besar dalam membangun tugu ini,” tandasnya dengan mantap.

Lebih menarik lagi, tugu ini adalah yang pertama dan satu-satunya yang berdiri di Kecamatan Pakusari, dibangun dengan susah payah antara tahun 2014 hingga 2015.

“Sejumlah anggota cabang lokal kami merasa tidak bisa menerima keputusan pembongkaran ini,” tambahnya.

Wakil Ketua III Cabang Jember PSHT, Heri Sudiono, menceritakan bahwa awalnya mereka memiliki niat untuk membongkar tugu secara mandiri. Namun, mengingat situasi yang belum kondusif dan dampak negatif yang mungkin timbul terhadap pengguna jalan, akhirnya keputusan pembongkaran itu dikesampingkan.

Baca Juga : Terbesar di 2023! PSHT Cabang Magetan Sahkan 7000 Warga Baru Selama 12 Hari

“Jika pembongkaran dilakukan, dampaknya bisa jadi jauh lebih luas daripada ini,” ungkapnya dengan bijak.

Camat Pakusari, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa rencana pembongkaran ini merupakan hasil dari kesepakatan bersama antara pengurus PSHT dan Muspika Pakusari.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Dayat, panggilan akrabnya, menjelaskan ada dua opsi yang diusulkan. Opsi pertama adalah melakukan pembongkaran tugu, dan opsi kedua adalah menggantinya dengan tugu Pancasila.

“Kesepakatan yang dicapai untuk wilayah (kecamatan) Sukowono adalah mengganti dengan tugu Pancasila, sementara untuk wilayah Pakusari diputuskan untuk membongkar tugu,” terang Camat Dayat.

Dalam pelaksanaannya, proses pembongkaran akan dilakukan oleh anggota internal PSHT sendiri. Sementara, pihak Muspika dan Satpol PP bertanggung jawab dalam menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Kami bertanggung jawab untuk menjaga situasi tetap kondusif, sedangkan teknis pembongkaran akan dijalankan oleh anggota internal PSHT,” ujar Camat Dayat.

Namun, ketika tiba saatnya untuk memulai pembongkaran tugu, sejumlah besar anggota PSHT datang dan menolak tegas rencana tersebut. Akibatnya, kerumunan yang terus bertambah menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan raya nasional yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.

“Dalam usaha menghindari konflik lebih lanjut, kami memutuskan untuk membatalkan rencana pembongkaran,” tambah Camat Dayat.

Akhirnya, tugu silat tersebut terbebas dari ancaman pembongkaran. Namun, jalan yang dipilih adalah memindahkannya ke lokasi lain.

“Sebenarnya, ada niat untuk melakukan pembongkaran. Namun, tujuannya bukan menghancurkan, melainkan memindahkannya ke tempat lain,” ungkap Camat Dayat.

Menurut Camat Dayat, tugu tersebut selama ini berdiri di atas tanah milik negara. Letaknya berada di sisi jalan raya yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.

“Jadi, tugu ini sebenarnya dibangun di atas tanah yang secara resmi merupakan Ruang Milik Jalan (Rumija), yang mana berdasarkan aturan tidak diperbolehkan untuk membangun apa pun di atasnya,” terang Camat Dayat.

“Proses pemindahan tugu berlangsung dengan hati-hati. Tugu tersebut dicongkel dengan hati-hati, lalu diangkut menggunakan truk menuju lokasi baru. Sayangnya, saya tidak tahu secara pasti lokasi baru tersebut. Akan tetapi, katanya tugu akan ditempatkan di lahan pribadi milik anggota PSHT,” sambung Camat Dayat.

Proses pemindahan tugu tersebut melibatkan sekitar 20 anggota PSHT yang secara cermat dan hati-hati melaksanakan tugas ini. Sedangkan pihak Muspika hanya berperan sebagai penonton dalam proses ini.

“Secara teknis, anggota PSHT sendirilah yang bertanggung jawab atas proses pemindahan ini. Kami di Muspika hanya mengawasi,” tegasnya.

Kisah dramatis protes ratusan pendekar PSHT di Jember menggambarkan betapa kuatnya ikatan persaudaraan dan dedikasi mereka terhadap simbol-simbol penting bagi perguruan mereka. Aksi tegas ini telah mengamankan tugu silat dari ancaman pembongkaran, sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah dan aturan yang mengawalnya. Kita pun diajak untuk merenung tentang kekuatan solidaritas dan tekad dalam menghadapi perubahan yang datang.

Pengesahan Warga Baru PSHT Timor Leste 2023 dihadiri Ketua Umum

Ilmusetiahati.com – Dalam rangkaian acara Pengesahan Warga  Baru Tingkat I PSHT Timor Leste Tahun 2023, Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kangmas Muhammad Taufiq, Menyampaikan berbagai pesan.

Dalam acara pengesahan calon warga tingkat I PSHT Timor Leste tahun 2023, yang dihadiri oleh Ketua Umum, Kangmas Muhammad Taufiq, pada Senin (07/08) malam, disampaikan pesan-pesan penting yang mengajarkan makna sejati menjadi warga PSHT.

Kangmas Muhammad Taufiq menyampaikan pandangannya mengenai pemberian energi oleh Tuhan kepada manusia untuk kesempurnaan hidup. Dia mengatakan bahwa setiap individu diberkahi dengan energi pikiran dan nalar yang luar biasa, tidak dapat diukur oleh siapapun. Sebagai warga PSHT, kita memiliki tanggung jawab untuk menggunakan energi ini untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, bangsa, dan masyarakat sekitar.

Baca Juga : Terbesar di 2023! PSHT Cabang Magetan Sahkan 7000 Warga Baru Selama 12 Hari

Kangmas Muhammad Taufiq juga berbicara tentang energi rasa yang Tuhan berikan kepada kita. Energi ini memungkinkan kita untuk membedakan antara yang baik dan buruk, benar dan salah. Dengan energi ini, kita diberi amanah oleh Tuhan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kita memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi pada kesejahteraan dan ketertiban masyarakat.

Kangmas Muhammad Taufiq menekankan pentingnya energi persaudaraan di antara warga PSHT. Meskipun mengembangkan energi persaudaraan ini tidaklah mudah karena setiap individu memiliki kodrat dan irama yang berbeda, namun keberadaan PSHT harus memberikan manfaat dimanapun berada. Prinsip yang ditegakkan adalah bahwa setiap warga PSHT yang disahkan menjadi saudara seumur hidup.

Baca Juga : Hak Cipta Pemeriksaan Ayam Jago PSHT

Salah satu energi penting yang harus dipahami oleh semua warga PSHT adalah keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kangmas Muhammad Taufiq mengungkapkan bahwa Tuhan adalah penentu segalanya, dan jika masih terdapat perbedaan, maka perbedaan tersebut adalah kesempatan untuk belajar memaknai kehidupan. Inilah alasan di balik acara Syuran yang diadakan setiap bulan Muharam.

Dalam pesan terakhirnya, Kangmas Muhammad Taufiq berharap agar calon warga baru PSHT Timor Leste menyadari bahwa mereka memiliki amanah dari Tuhan. Kehadiran mereka sebagai warga PSHT harus bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semua saudara baru ini diharapkan menjadi warga yang baik, sadar akan tanggung jawabnya, dan menjalankan amanah yang telah diberikan Tuhan.

Muhammad Taufiq juga menanggapi isu di media sosial yang mengatakan bahwa PSHT terbelah. Dia menegaskan bahwa itu tidak benar. PSHT adalah satu kesatuan yang tidak terbagi. Meskipun terdapat pandangan berbeda di antara anggota, itu adalah kodrat manusia. PSHT diajarkan untuk bersikap berani dalam mencari kebenaran dan menghadapi tantangan. Sikap ini adalah ciri dari bangsa yang merdeka.

Dalam penutupnya, Kangmas Muhammad Taufiq menekankan bahwa PSHT tidak mencari musuh dan tidak mengganggu orang lain. Namun, jika ada musuh yang datang, kita harus berani menghadapinya dengan kepala tegak. Itu adalah sikap yang sejati, menghormati perbedaan, dan tetap bersatu sebagai warga PSHT.

Terbesar di 2023! PSHT Cabang Magetan Sahkan 7000 Warga Baru Selama 12 Hari

Ilmusetiahati.comPSHT Cabang Magetan tahun 2023 ini sahkan 7000 calon warga baru yang akan diwisuda secara bertahap mulai dari tanggal 1 – 12 Agustus 2023 di 13 lokasi berada di wilayah administratif Kabupaten Magetan.

Gelombang pertama pengukuhan warga baru PSHT dilaksanakan di Padepokan Cabang Magetan dan Padepokan Ranting Takeran pada Selasa (01/08) malam, dengan jumlah 690 calon warga baru yang siap mengikuti upacara pengesahan.

Bupati Magetan, Suprawoto, memberikan sambutan di acara pengesahan dan mengajak seluruh warga PSHT untuk mempertahankan predikat Kabupaten Magetan sebagai daerah zero konflik.

Baca Juga : SAH! PSHT Timor Leste Hanya Satu

“Mari pertahankan predikat Magetan sebagai daerah tanpa konflik. PSHT adalah wadah untuk membangun SDM yang baik dan memahami benar serta salah,” ujarnya dengan tegas di hadapan warga PSHT yang memadati Padepokan Cabang Magetan.

Ketua PSHT Cabang Magetan, Mas Nanang, memberikan pesan kepada calon warga baru agar senantiasa berpegang teguh pada ajaran setia hati, demi mewujudkan insan setia hati sejati.

“Marilah kita tetap memegang teguh cita-cita para leluhur kita, yaitu membentuk manusia berkarakter Budi Luhur, untuk ikut serta memayuhaning Bawono melalui ajaran setia hati di organisasi PSHT,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Acara pengesahan yang sama juga dihadiri oleh Ketua Pengurus PSHT Provinsi Jawa Timur yang memberikan sambutan mengajak calon warga baru PSHT untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menebarkan ajaran PSHT.

“Sesuai pesan dari Ketua Umum PSHT, Kang Mas Muhammad Taufiq, kita semua memiliki peran penting dalam pembangunan jiwa dan raga di Indonesia. Mari kita mulai dari Magetan ini dengan mengedepankan tema Persaudaraan Produktif, yaitu kebersamaan yang saling memberi manfaat dalam bingkai persaudaraan,” sambutnya penuh semangat.

Sebagai organisasi persaudaraan, PSHT selalu menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman. Dengan pengesahan 7000 warga baru, diharapkan semakin banyak orang yang dapat diajak bergabung dalam kebersamaan ini.

Pengesahan 7000 warga baru PSHT di Kabupaten Magetan ini menjadi momen bersejarah yang patut dikenang. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai angka peserta sebanyak ini, termasuk sosialisasi intensif dan pendekatan persuasif kepada calon-calon warga baru.

Dalam ajaran PSHT, setia hati menjadi konsep utama yang harus ditanamkan dalam diri setiap anggotanya. Dengan mengikuti prosesi pengukuhan ini, diharapkan para calon warga baru dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai setia hati sejati dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran PSHT dan pengukuhan 7000 warga barunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Magetan. Prestasi ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam menjaga harmoni dan menjalin persaudaraan di tengah-tengah perbedaan.

Sebagai bagian dari persaudaraan besar, PSHT terus berkomitmen untuk ikut serta dalam pembangunan bangsa. Melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan, PSHT berperan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, berbudaya, dan mencintai tanah air.

Dalam tema Persaudaraan Produktif yang diangkat pada pengukuhan warga baru kali ini, kebersamaan menjadi kunci utama untuk mencapai keberhasilan. Dengan saling berbagi manfaat dan bekerja sama, PSHT siap berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Tradisi dan nilai-nilai luhur dalam ajaran PSHT terus dijaga dan dilestarikan melalui prosesi pengukuhan warga baru. Generasi penerus PSHT diharapkan dapat menghormati dan meneruskan warisan kebijaksanaan dari para pendahulunya.

Semangat para warga baru PSHT dalam mengikuti prosesi pengukuhan terlihat begitu menggebu-gebu. Mereka menyambut keanggotaan ini sebagai kesempatan berharga untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan menjadi bagian dari komunitas yang peduli dan bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari perjalanan menjadi anggota PSHT, proses belajar dan pengembangan diri akan terus berlangsung. Melalui berbagai kegiatan internal dan eksternal, para warga baru diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas diri dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Baca Juga : Ketua Umum Kukuhkan Pengurus PSHT Cabang Magetan Periode Baru

Dengan mengesahkan 7000 warga baru, PSHT membuktikan komitmennya dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Setiap langkah kecil dalam persaudaraan ini menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan cita-cita besar bersama demi kemajuan bangsa dan negara.

Para calon warga baru yang diwisuda juga merupakan penerus kepemimpinan PSHT di masa depan. Di tangan mereka, harapan akan adanya pemimpin visioner yang mampu membawa persaudaraan ini menuju kemajuan akan semakin nyata.

Pengukuhan 7000 warga baru PSHT ini juga menjadi momentum positif bagi bangsa. Dalam era dinamis yang terus berkembang, kebersamaan dan semangat persaudaraan adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan dan meraih masa depan yang cerah.

Pengesahan 7000 warga baru PSHT di Cabang Magetan merupakan momen bersejarah yang penuh semangat. Melalui ajaran setia hati, persaudaraan ini terus berkontribusi dalam membangun generasi berkarakter dan membentuk manusia bermartabat. Dengan semangat kebersamaan, PSHT siap berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan merajut harmoni di tengah-tengah keberagaman. Kehadiran PSHT menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Magetan dan bangsa Indonesia, serta menjadi inspirasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

SAH! PSHT Timor Leste Hanya Satu

Ilmusetiahati.com – Penegasan bahwa Persaudaraan Setia Hati Terate / PSHT Timor Leste hanya satu yang berpusat di Dili dibawah kepemimpinan Sekjen Abilio Maosoko dan Prezidente Baltazar L. Seixas.

Baca Juga : Bikin Onar, Konvoi Pesilat Mabuk diamankan di Surabaya

Ketua Umum PSHT Indonesia Dr. Ir.H. Muhammad Taufiq SH, M.Sc sebelumnya juga telah berkunjung ke Timor Leste dalam rangka undangan pelantikan Kabinet kerja Presiden Ramos Horta.
Ketua Umum juga memberikan motivasi serta dukungan dalam keberlangsungan PSHT di Timor Leste, bahwa kedudukan Organisasi PSHT di Timor Leste berdiri secara mandiri berpusat di Dili Ibu Kota Timor Leste, sedangkan PSHT Indonesia adalah Pusat Keilmuan dan Ajaran tingkat 1, 2 dan 3.

Jajaran Pengurus Pusat dan Majelis Luhur pun sudah melihat langsung lahan yang akan dijadikan Padepokan.
Sebelumnya PSHT diduga hanya digunakan sebagai alat pencucian uang senilai ribuan US Dollar oleh antek antek PSHTPM, serta beredarnya berbagai surat pemecatan yang dilayangkan oleh pihak PSHTPM kepada saudara di Timor Leste.

Mulai tahun 2023 saudara PSHT di Timor Leste menjalankan Organisasi secara mandiri dan berhasil mengasahkan lebih dari 10.000 Warga Baru lepas dari campur tangan antek antek PSHTPM.

Baca Juga : 38 Kata-Kata Mutiara PSHT, Lengkap Dengan Artinya Bahasa Indonesia

Melihat hal ini PSHTPM pun sepertinya gigit jari karena tidak mendapat aliran uang dari pengesahan warga baru PSHT Timor Leste, serta tidak memilik kemampuan lagi untuk mecat mecat saudara kita, Semoga PSHT Timor Leste semakin jaya dan berkembang pesat

Bikin Onar, Konvoi Pesilat Mabuk diamankan di Surabaya

Ilmusetiahati.com – Pada malam Jumat, 21 Juli 2023, dilakukan patroli gabungan oleh kepolisian di kawasan Bundaran Cito, Surabaya. Puluhan pesilat mabuk diamankan dalam operasi ini. Ternyata, beberapa di antara mereka berada dalam pengaruh alkohol alias mabuk.

Patroli gabungan yang melibatkan anggota Polrestabes dan Brimob, serta perwakilan pesilat, dilakukan untuk menyekat batas Kota Surabaya. Operasi patroli dan penyekatan tersebut dimulai sejak pukul 00.00 WIB dengan semangat dan tekad yang kuat. Sejumlah konvoi pengendara motor yang berasal dari Sidoarjo dihentikan petugas untuk didata.

Terdapat banyak pengendara yang ikut dalam konvoi tersebut, dan beberapa dari mereka berusaha untuk memutar balik dan melawan arus guna menghindari petugas yang berjaga.

Baca Juga : PSHTPM Trenggalek Setuju Pembongkaran Tugu Silat di Fasilitas Umum

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pasma Royce, menjelaskan bahwa pengamanan dan penyekatan di batas Kota ini melibatkan total 756 personel gabungan. Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk mengantisipasi adanya konvoi dan arak-arakan dari Gresik dan Sidoarjo, khususnya dalam rangka kegiatan penerimaan warga baru di perguruan silat.

Pasma menambahkan bahwa operasi penyekatan ini juga melibatkan anggota Brimob, Satsamapta Polda Jatim, dan keamanan dari perguruan silat. Semua pihak bekerja sama dalam upaya melakukan pengamanan di Kota Surabaya.

Kombes Pasma Royce menyampaikan, “Khusus hari ini di Cito, kita mengamankan beberapa pemuda yang akan mengikuti kegiatan meramaikan kegiatan silat di Sidoarjo. Kami melakukan penindakan dan pembinaan. Kendaraan yang tidak dilengkapi dengan dokumen resmi akan kami kenai sanksi tilang.”

Di lapangan, petugas kepolisian menemukan sejumlah pesilat yang diduga berada dalam pengaruh alkohol. Mereka langsung diamankan dan akan mendapatkan pembinaan secara khusus.

“Dan kami menduga mereka juga mengonsumsi minuman keras. Oleh karena itu, kami melakukan tes alkohol menggunakan alat tes dan akan memberikan pembinaan secara khusus,” ungkap Pasma.

Keselamatan dan ketertiban kota merupakan tanggung jawab bersama. Operasi patroli gabungan ini berhasil menunjukkan bahwa kepolisian dan seluruh pihak terkait sangat serius dalam menjaga wibawa dan ketentraman di Kota Surabaya. Semoga kegiatan ini dapat memberikan efek jera bagi mereka yang berniat menciptakan onar dan mengganggu ketertiban masyarakat.

.

PSHTPM Trenggalek Setuju Pembongkaran Tugu Silat di Fasilitas Umum

Ilmusetiahati.com – Penertiban tugu silat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menuai respons positif dari Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PSHTPM) Trenggalek, Wijiono. Dalam surat dari Bakesbangpol Jawa Timur per 26 Juni 2023, imbauan penertiban tugu tersebut telah disampaikan. Artikel ini akan membahas respons PSHTPM terhadap penertiban tugu di fasilitas umum dan upaya koordinasi dengan pihak terkait.

Menurut Ketua Cabang PSHTPM Trenggalek, Wijiono, saat ini belum ada rapat resmi yang membahas penertiban tugu pencak silat di Trenggalek. Kendati demikian, ia menyadari adanya tugu yang dibangun oleh individu maupun masyarakat di Kabupaten Trenggalek. PSHTPM berpendapat bahwa penertiban tugu perlu didasarkan pada informasi resmi dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.

Baca Juga : PSHTPM Trenggalek Setuju Pembongkaran Tugu Silat di Fasilitas Umum

PSHTPM telah melakukan pembicaraan informal mengenai penertiban tugu dengan pihak terkait, termasuk Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino. Dalam koordinasi tersebut, PSHTPM menyepakati pandangan Kapolres bahwa tugu yang berada di fasilitas umum tanpa izin dan di tanah negara harus dipindahkan sesuai aturan yang berlaku.

Saat ini, PSHTPM Trenggalek belum memiliki data pasti mengenai jumlah tugu pencak silat PSHTPM yang ada di wilayah tersebut. Pembangunan tugu tersebut dilakukan secara pribadi dan swadaya oleh warga PSHTPM. Oleh karena itu, koordinasi dengan seluruh perguruan silat menjadi penting sebelum penertiban dilakukan secara mandiri oleh masing-masing perguruan.

Polres Trenggalek telah memastikan bahwa imbauan Bakesbangpol Jatim untuk menertibkan tugu pencak silat akan dilaksanakan. Meskipun demikian, komunikasi dan koordinasi dengan perguruan silat sangat diperlukan dalam proses penertiban ini.

Pada awalnya, rencana penertiban menyasar tugu-tugu yang berdiri di fasilitas umum dan tidak memiliki legalitas serta izin mendirikan. Tugu-tugu tersebut, jika terletak di tanah fasilitas umum, akan direncanakan untuk dibongkar.

Penertiban tugu pencak silat di Trenggalek diharapkan dapat selesai pada pertengahan bulan Agustus 2023, sesuai dengan surat dari Bakesbangpol Jatim. Namun, Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, menyatakan bahwa setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda dan perlu penyesuaian untuk mencapai hasil yang baik. Oleh karena itu, tanggal penyelesaian bisa bersifat fleksibel.

Baca Juga : Ki Hajar Harjo Utomo Pendiri PSHT

Penertiban tugu pencak silat di fasilitas umum mendapat dukungan dari PSHTPM Trenggalek. Meskipun belum ada rapat resmi, PSHTPM telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait, termasuk Kapolres Trenggalek. Koordinasi dengan seluruh perguruan silat menjadi prioritas untuk pelaksanaan penertiban ini. PSHTPM Trenggalek juga belum memiliki data lengkap mengenai jumlah tugu pencak silat yang ada di wilayahnya. Penertiban tugu ditargetkan selesai pada pertengahan Agustus 2023, namun harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Semua langkah ini diambil untuk mencapai kebaikan bersama dan menghormati aturan yang berlaku.

.

Pendekar PSHT Jepara Dikeroyok, Polisi Minta Tahan Diri

Ilmusetiahati.comSebuah Insiden Pengeroyokan Terjadi di Jepara, Anggota PSHT Menjadi Korban

Pada Minggu (16/7/2023) sekitar pukul 02.00 WIB, seorang pesilat menjadi korban pengeroyokan di depan Indomaret di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.

RF (18), anggota PSHT Kabupaten Jepara dari Desa Karangdandu, Kecamatan Pecangaan, baru saja pulang dari latihan di padepokan Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, saat dia diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Pengeroyokan itu terjadi secara tiba-tiba, menyebabkan RF mengalami luka-luka di bagian kepala akibat serangan senjata tajam dan batu paving.

Baca Juga : Operasi Aman Suro 2023, 1.500 Personel Siap Amankan Perayaan 1 Suro Madiun

Achmad Zainuri, Ketua Cabang PSHT Kabupaten Jepara, menanggapi insiden tragis ini dengan tenang. Dia meminta seluruh anggota PSHT untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan sendiri terhadap para pelaku pengeroyokan. Zainuri menekankan pentingnya menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan percaya bahwa Satreskrim Polres Jepara akan dapat menangani dan menangkap para pelaku dengan baik.

Tidak hanya kali ini saja anggota PSHT Jepara menjadi korban kekerasan. Sebelumnya, terdapat kasus serupa di mana anggota lain juga diserang ketika mengenakan seragam kebesaran PSHT. Zainuri berharap kasus saat ini segera diselesaikan oleh pihak berwenang untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Zainuri menegaskan bahwa seluruh anggota PSHT Jepara bergerak sebagai satu kesatuan dan tidak akan bertindak sendiri. Dia telah memberikan instruksi kepada seluruh anak asuhnya untuk mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada polisi. Dengan begitu, tidak akan ada keputusan sepihak yang bisa menimbulkan masalah lebih lanjut.

Baca Juga : Hak Cipta Pemeriksaan Ayam Jago PSHT

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Pecangaan, dan saat ini sedang dalam tahap penyelidikan oleh Polres Jepara. Para saksi telah diperiksa untuk membantu proses investigasi.

Demikianlah peristiwa tragis yang menimpa anggota PSHT Kabupaten Jepara. Semoga kasus ini segera terungkap dan para pelaku dapat ditangkap serta diadili sesuai hukum yang berlaku. Mari kita dukung penegakan hukum demi keamanan dan ketertiban bersama. Selalu waspada dan tetap tenang dalam menghadapi situasi apapun.