Arsip Tag: Pencak Silat

Berita Pencak Silat terkini dan terlengkap hari ini, menyajikan info berita Pencak Silat terupdate seputar Pencak Silat  …

Raih Juara Pencak Silat Student Open, Pesilat Difabel Harumkan PSHT

Ilmusetiahati.com – Aby, seorang atlet Pesilat difabel dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), berhasil meraih juara 3 kategori seni tunggal full kelas pra remaja dalam kejuaraan Indonesia Student Open yang digelar di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta Utara, 19 Desember 2023.

Aby, yang berusia 15 tahun, memiliki semangat tinggi untuk berprestasi di bidang pencak silat. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tidak menyerah dan terus berlatih dengan giat.

Baca Juga : 16 Remaja Bawa Sajam Diamankan Polisi dan PSHT di Boyolali

“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa berprestasi seperti atlet normal lainnya,” kata Aby.

Di balik kesuksesan Aby, ada sosok pelatih yang luar biasa, yaitu Mbak Sawitri. Mbak Sawitri adalah seorang pesilat wanita PSHT yang telah berpengalaman. Ialah yang telah melatih Aby selama ini.

“Mbak Sawitri selalu sabar dan telaten dalam melatih saya,” kata Aby. “Beliau juga selalu memberikan motivasi kepada saya untuk terus berlatih dan tidak menyerah.”

Kesuksesan Aby menjadi inspirasi bagi para pesilat difabel PSHT lainnya. Mereka bersemangat untuk mengikuti jejak Aby dan meraih prestasi di bidang pencak silat.

Baca Juga : PSHT Selesaikan TOT Nasional, Ciptakan Pendekar yang Selamat, Terhormat dan Bahagia

“Saya bangga dengan Aby yang telah mengharumkan nama PSHT,” kata Mbak Sawitri. “Saya berharap, keberhasilan Aby dapat menjadi motivasi bagi para pesilat difabel PSHT lainnya.”

Kesuksesan Aby membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan semangat dan kerja keras, siapa pun dapat mencapai tujuannya.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Ratusan Pendekar Madiun Demo Tolak Pembongkaran Tugu Pencak Silat

Ilmusetiahati.com – Ratusan Pendekar Silat Madiun Demo, yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pecinta Budaya, telah mengguncang Kota Madiun. Mereka membawa tuntutan yang kuat terkait instruksi Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto untuk merobohkan tugu pesilat yang bersejarah. Demonstran, terutama generasi muda, tidak hanya menolak penghancuran tugu pesilat ini, tetapi juga menginginkan langkah konkret dari Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut tentang protes tersebut dan latar belakangnya.

Demo ini adalah respons terhadap keputusan Pemprov Jatim, yang dikeluarkan melalui Bakesbangpol Jatim, untuk membongkar tugu perguruan silat secara mandiri. Keputusan ini dituangkan dalam Surat Imbauan Nomor 300/5984/209.5/2023 terkait Penertiban/Pembongkaran Tugu Perguruan Silat di Daerah. Ini adalah hasil dari rapat bersama antara berbagai pihak, termasuk Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya, organisasi silat, dan beberapa kelompok silat, yang diselenggarakan di Mapolda Jatim pada 26 Juni 2023.

Tuntutan Utama Demonstran

Demonstran, yang dipimpin oleh Koordinator Forum Komunikasi Pecinta Budaya, Sudjono, memiliki beberapa tuntutan utama:

1. Menghentikan Pembongkaran Tugu Pesilat: Demonstran menuntut agar pembongkaran tugu perguruan silat di Kabupaten Madiun dihentikan. Mereka menganggap tugu ini sebagai bagian dari sejarah dan budaya mereka yang harus dilestarikan.

2. Mundurnya Kapolres Madiun: Demonstran juga menyerukan mundurnya Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo. Mereka merasa bahwa Kapolres tidak mampu mencegah instruksi untuk menghancurkan tugu pesilat dan bahkan mungkin mendukungnya.

3. Pengembalian Tugu yang Sudah Dibongkar: Demonstran meminta agar semua tugu yang sudah dirobohkan dikembalikan ke tempatnya semula. Mereka ingin agar penertiban ini dibatalkan dan tugu-tugu tersebut diberikan perlindungan yang layak.

Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, menjelaskan bahwa surat imbauan untuk membongkar tugu perguruan silat tersebut dihasilkan setelah rapat bersama dengan berbagai pihak pada 26 Juni 2023. Rapat tersebut melibatkan unsur-unsur penting seperti TNI, Polisi, Pemprov Jatim, Ketua Umum PSHT, perwakilan PSHW, Ketua IPSI, Danrem, Dandim, dan Kapolres.

Hasil dari rapat ini adalah kesimpulan bahwa keberadaan tugu-tugu perguruan silat menjadi salah satu faktor pemicu konflik dan pertikaian antara kelompok silat. Meskipun bukan satu-satunya penyebab, tugu-tugu ini dianggap memperburuk ketegangan antara kelompok-kelompok tersebut.

Protes massa di Madiun ini mencerminkan ketegangan yang ada antara upaya pelestarian sejarah dan budaya dengan tuntutan keamanan dan ketertiban. Demonstran berusaha untuk menjaga warisan budaya mereka sambil menekankan pentingnya dialog dan pemahaman antara berbagai pihak yang terlibat. Kebijakan terkait tugu perguruan silat di Madiun mungkin perlu diperinci lebih lanjut untuk mencapai solusi yang memuaskan semua pihak yang terlibat.

Oknum Kades dan RT Banyuasin Ganggu dan Sebut Bodoh Latihan PSHT

Ilmusetiahati.com – Tindakan Oknum Kadus dan Oknum Ketua RT Diduga Mengganggu Latihan PSHT di Tungkal Jaya Musi Banyuasin

Pertikaian yang terjadi dalam sebuah rekaman video di dunia maya menunjukkan sekelompok orang mengenakan kaos oblong berwarna merah, kuning, hijau, dan lainnya berdebat dengan sekelompok orang lain yang mengenakan pakaian hitam mirip seragam pencak silat. Video ini ternyata merupakan peristiwa yang terjadi di Desa Pangkalan Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada malam Rabu (13/09/2023).

Baca Juga : 6 Fakta Tawuran Perguruan Silat di Taiwan, Korban Meninggal Ternyata Kembar

Setelah penyelidikan lebih lanjut, perdebatan dalam video yang beredar di grup WhatsApp tersebut diduga merupakan upaya paksa dari oknum salah satu Kadus Desa Pangkalan Tungkal yang ingin membubarkan tempat latihan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Dusun II Desa Pangkalan Tungkal.

Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa latihan pencak silat PSHT ini dilakukan di lahan yang dimiliki oleh pelatihnya dan telah mendapatkan izin dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, serta Polsek setempat. Ini tentu menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, mengingat izin sudah lengkap dan ada Aparat Penegak Hukum yang seharusnya lebih berwenang dalam hal keamanan.

Apabila kita berbicara mengenai kegiatan olahraga, wewenangnya seharusnya menjadi tanggung jawab IPSI sebagai cabang olahraga induk untuk semua perguruan pencak silat. Selain itu, ada juga KONI yang bertugas mengurus segala bentuk olahraga.

Narasumber yang tidak ingin diungkapkan identitasnya membenarkan informasi ini pada pagi hari Kamis (14/09/2023). Kedatangan oknum kadus bersama ketua RT diduga merupakan upaya untuk membubarkan latihan pencak silat PSHT di Dusun II Desa Pangkalan Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya.

“Kami meminta agar latihan dipindahkan ke tempat lain. Kami khawatir akan timbul keributan. Intinya, kami tidak mengizinkannya,” kata oknum kadus, yang diutarakannya oleh narasumber.

Baca Juga : Tingkatan Sabuk di Persaudaraan Setia Hati Terate

Narasumber juga menambahkan bahwa selain oknum Kadus, oknum ketua RT setempat juga masuk ke dalam lokasi latihan PSHT sambil mengucapkan kata-kata yang tidak pantas.

“Kalian ini bodoh, apa yang kalian dapatkan dari latihan di sini?” kata oknum ketua RT, juga diutarakannya oleh narasumber.

Ketika kami mencoba menghubungi Oknum Kadus melalui nomor WhatsApp yang kami dapatkan, nomor tersebut tidak aktif. Redaksi kami akan terus berusaha untuk menghubunginya.

Artikel ini disusun untuk memberikan pemahaman tentang peristiwa kontroversial ini. Semua pihak diharapkan dapat mencari solusi yang tepat dalam menyelesaikan konflik ini tanpa mengganggu latihan pencak silat PSHT yang telah memiliki izin resmi.

6 Fakta Tawuran Perguruan Silat di Taiwan, Korban Meninggal Ternyata Kembar

Ilmusetiahati.com – Tawuran mematikan antara dua perguruan silat warga Indonesia di Taiwan belum lama ini telah mencengkeram perhatian banyak orang. Selain merenggut satu nyawa, peristiwa ini juga mengakibatkan sejumlah orang lainnya menderita luka serius, bahkan ada yang berada dalam kondisi kritis.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang fakta-fakta mengejutkan yang terkait dengan peristiwa tragis ini.

1. Tawuran Mematikan di Stasiun Kereta Changhua

Tawuran yang mengguncang Taiwan terjadi di Stasiun Kereta Changhua pada malam Sabtu, 2 September 2023. Insiden ini menyisakan satu korban tewas dan sejumlah luka parah, dengan salah satu korban dalam kondisi kritis.

2. Konflik antara Dua Perguruan Silat

Tawuran ini melibatkan dua perguruan silat yang terlibat dalam konflik serius yang berakhir dalam kekerasan.

3. Penangkapan 29 Orang dan Pencabutan Senjata Tajam

Kepolisian berhasil menangkap 29 orang yang terlibat dalam tawuran ini. Mereka juga berhasil menyita berbagai jenis senjata tajam, termasuk pisau, celurit, obeng, dan senjata lainnya yang digunakan selama insiden tersebut.

4. Percekcokan Mengenai Latihan Bela Diri

Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa tawuran ini dipicu oleh percekcokan yang berawal dari perbedaan pendapat dalam latihan bela diri. Perdebatan berubah menjadi percekcokan yang memicu perkelahian.

5. Viral di Media Sosial dan Media Taiwan

Dari 29 orang yang ditangkap, 15 di antaranya dihadapkan pada dakwaan kejahatan berat. Insiden ini menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan utama di media Taiwan. Banyak warganet yang memberikan komentar atas berita ini.

6. Korban Meninggal Ternyata Kembar

Seorang warga Trenggalek tewas dalam insiden ini, dan ada PMI lain yang mengalami luka parah. Yang membuat insiden ini lebih tragis, kedua korban ini adalah saudara kembar yang bekerja di Taiwan. Salah satu dari mereka berasal dari Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek masih berusaha memahami secara lebih mendalam tentang peristiwa tragis ini. Mereka terus berkomunikasi dengan BP2MI untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Tawuran perguruan silat Indonesia di Taiwan menjadi pelajaran penting tentang pentingnya penyelesaian konflik secara damai. Insiden ini mengguncang Taiwan dan harus dijadikan contoh tentang bahaya tawuran. Semoga kedua korban yang bekerja keras ini dapat mendapatkan keadilan atas kematian dan luka mereka.

Bentrok Perguruan Silat di Taiwan Pecah, Seorang Pendekar PSHT Tewas

Ilmusetiahati.com – Bentrok Perguruan Silat di Taiwan memilukan hati para pencinta seni bela diri Indonesia. Peristiwa tragis ini mengguncang dunia persilatan dan menciptakan sensasi di media sosial Taiwan. Dalam berita yang ditampilkan oleh TVBS News pada tanggal 4 September lalu, kita dapat melihat bahwa konflik ini dimulai ketika dua kelompok perguruan silat Indonesia PSHT dan IKSPI, yang saling melemparkan tantangan melalui media sosial.

Kedua kelompok ini akhirnya setuju untuk bertemu di stasiun kereta api, namun jumlah anggota dari masing-masing kelompok sangat tidak seimbang. IKSPI, salah satu kelompok perguruan silat, datang dengan anggota sebanyak 23 orang, lengkap dengan berbagai senjata. Hal ini jelas melanggar kesepakatan awal yang menyatakan bahwa pertarungan akan berlangsung dalam format duel satu lawan satu, dengan hanya 6 orang dari setiap kelompok yang diizinkan bertanding.

Baca Juga : Ratusan Pendekar Protes Tak Terima Tugu PSHT Jember dibongkar

Menurut Ari Hartono, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, membenarkan ada seorang warga Trenggalek yang meninggal dunia dalam insiden tragis ini. Bahkan, ada PMI lain yang mengalami luka parah. Kedua korban ini adalah saudara kembar yang bekerja di Taiwan. Salah satu dari mereka berasal dari Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Hingga saat ini, pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek masih berusaha memahami secara lebih mendalam tentang peristiwa tragis ini. Mereka terus berkomunikasi dengan BP2MI untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Baca Juga : Terbesar di 2023! PSHT Cabang Magetan Sahkan 7000 Warga Baru Selama 12 Hari

Umtingah, Kepala Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, mengkonfirmasi bahwa korban yang meninggal dunia adalah salah satu warganya. Kembarannya juga menjadi korban dalam peristiwa ini, mengalami luka.

Menurut Kepala Desa, korban yang meninggal adalah kakak dari saudara kembar yang telah bekerja di Taiwan selama beberapa waktu. Saat ini, pihak desa masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Trenggalek maupun pemerintah pusat.

Sebagai informasi tambahan, bentrok antara dua kelompok perguruan silat asal Indonesia ini terjadi di Stasiun Kereta Api Changhua, Kota Changhua, Taiwan. Puluhan orang dari PSHT dan IKSPI ini terlibat dalam pertarungan sengit, menggunakan pisau dan tongkat sebagai senjata.

Akibat insiden tersebut, seorang pekerja migran berusia 32 tahun meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka tusuk di bagian punggung. Seorang korban lain mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga : Tingkatan Sabuk di Persaudaraan Setia Hati Terate

Tim reaksi cepat dari kepolisian setempat segera dikerahkan untuk menangani bentrokan ini. Polisi berhasil menangkap tersangka utama yang diduga melakukan pembunuhan, seorang individu berusia 24 tahun. Selain itu, 15 anggota IKSPI yang terlibat langsung dalam insiden ini diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Changhua untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam kejadian tragis ini, semoga pihak berwenang dapat mengungkap semua fakta yang terjadi dan memastikan keadilan terwujud. Kita semua berharap agar perdamaian dan persatuan dapat mendominasi dunia perguruan silat di masa depan.

Bikin Onar, Konvoi Pesilat Mabuk diamankan di Surabaya

Ilmusetiahati.com – Pada malam Jumat, 21 Juli 2023, dilakukan patroli gabungan oleh kepolisian di kawasan Bundaran Cito, Surabaya. Puluhan pesilat mabuk diamankan dalam operasi ini. Ternyata, beberapa di antara mereka berada dalam pengaruh alkohol alias mabuk.

Patroli gabungan yang melibatkan anggota Polrestabes dan Brimob, serta perwakilan pesilat, dilakukan untuk menyekat batas Kota Surabaya. Operasi patroli dan penyekatan tersebut dimulai sejak pukul 00.00 WIB dengan semangat dan tekad yang kuat. Sejumlah konvoi pengendara motor yang berasal dari Sidoarjo dihentikan petugas untuk didata.

Terdapat banyak pengendara yang ikut dalam konvoi tersebut, dan beberapa dari mereka berusaha untuk memutar balik dan melawan arus guna menghindari petugas yang berjaga.

Baca Juga : PSHTPM Trenggalek Setuju Pembongkaran Tugu Silat di Fasilitas Umum

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pasma Royce, menjelaskan bahwa pengamanan dan penyekatan di batas Kota ini melibatkan total 756 personel gabungan. Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk mengantisipasi adanya konvoi dan arak-arakan dari Gresik dan Sidoarjo, khususnya dalam rangka kegiatan penerimaan warga baru di perguruan silat.

Pasma menambahkan bahwa operasi penyekatan ini juga melibatkan anggota Brimob, Satsamapta Polda Jatim, dan keamanan dari perguruan silat. Semua pihak bekerja sama dalam upaya melakukan pengamanan di Kota Surabaya.

Kombes Pasma Royce menyampaikan, “Khusus hari ini di Cito, kita mengamankan beberapa pemuda yang akan mengikuti kegiatan meramaikan kegiatan silat di Sidoarjo. Kami melakukan penindakan dan pembinaan. Kendaraan yang tidak dilengkapi dengan dokumen resmi akan kami kenai sanksi tilang.”

Di lapangan, petugas kepolisian menemukan sejumlah pesilat yang diduga berada dalam pengaruh alkohol. Mereka langsung diamankan dan akan mendapatkan pembinaan secara khusus.

“Dan kami menduga mereka juga mengonsumsi minuman keras. Oleh karena itu, kami melakukan tes alkohol menggunakan alat tes dan akan memberikan pembinaan secara khusus,” ungkap Pasma.

Keselamatan dan ketertiban kota merupakan tanggung jawab bersama. Operasi patroli gabungan ini berhasil menunjukkan bahwa kepolisian dan seluruh pihak terkait sangat serius dalam menjaga wibawa dan ketentraman di Kota Surabaya. Semoga kegiatan ini dapat memberikan efek jera bagi mereka yang berniat menciptakan onar dan mengganggu ketertiban masyarakat.

.

Operasi Aman Suro 2023, 1.500 Personel Siap Amankan Perayaan 1 Suro Madiun

Ilmusetiahati.com – Pada malam 1 Suro Madiun, perayaan Tahun Baru Islam 1445 Hijriah akan diselenggarakan oleh para pesilat di Kota Madiun, Jawa Timur. Untuk memastikan acara ini berjalan aman dan lancar, Kepolisian Resor Madiun Kota telah menyiagakan 1.500 personel gabungan dalam Operasi Aman Suro 2023. Operasi ini melibatkan anggota polres jajaran Korwil V, termasuk Polres Madiun Kota, Polres Madiun, Polres Ngawi, Polres Magetan, dan Polres Ponorogo, serta didukung oleh personel dari TNI setempat.
Menjaga Keamanan dan Ketertiban Kota Madiun

Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto, menyatakan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban kota selama perayaan 1 Suro. Dalam keterangan pers menjelang persiapan pengamanan 1 Muharam 1445 Hijriah di Madiun, Jumat, ia mengungkapkan beberapa langkah yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Penyekatan di Pintu Masuk Kota.

Baca Juga : 38 Kata-Kata Mutiara PSHT, Lengkap Dengan Artinya Bahasa Indonesia

Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan selama perayaan 1 Suro, akan dilakukan penyekatan di pintu masuk kota, termasuk di jalan-jalan alternatif yang menuju Kota Madiun. Dengan kehadiran personel yang ketat, pergerakan masyarakat akan diminimalisasi, sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah.
Pengamanan Dalam Jangka Waktu Tertentu

Pengamanan dan penyekatan akan dilaksanakan mulai dari H-2 dan akan diperketat lagi pada H-1 serta hari-H perayaan. Titik-titik rawan akan dipantau dengan cermat guna mengantisipasi potensi masalah keamanan.
Peran Aktif Jajaran RT dan RW

Pihak kepolisian mengajak jajaran RT dan RW untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. Langkah ini akan diwujudkan dengan pendataan orang yang masuk ke wilayah mereka dan memastikan tujuan kedatangan mereka.Pihak berwajib juga akan melakukan sweeping di hotel dan tempat penginapan di Kota Madiun. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan potensi gangguan keamanan yang berasal dari tempat-tempat penginapan.

Baca Juga : Seluruh Ketua Umum PSHT 

Kegiatan Suran Agung hanya dihadiri oleh perwakilan pengurus maksimal 10 orang dari setiap daerah. Oleh karena itu, para perguruan diminta untuk melakukan pendataan tamu yang akan hadir. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya tamu yang terdaftar dan diizinkan hadir dalam acara tersebut.

Kapolres Madiun Kota menekankan pentingnya keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Madiun. Keamanan merupakan kebutuhan mendasar setiap individu, dan menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama.

Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Madiun selama perayaan 1 Suro. Dengan kerjasama dan kesadaran dari semua pihak, acara ini akan berjalan sukses dan memberikan kesan yang baik bagi seluruh peserta serta masyarakat. Selamat merayakan Tahun Baru Islam 1445 Hijriah!

Mayjen Totok Imam Santoso Buka Tournament Pencak Silat Piala Kasad

Mayjen Totok Imam Santoso Buka Tournament Pencak Silat Piala Kasad

Ilmusetiahati.com – Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr. (Han)., Ketua 1 Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), secara resmi membuka laga bergengsi Open Tournament Pencak Silat Piala Kasad Tahun 2023. Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Sulsel, para pejabat utama (PJU) Kodam, pejabat Pemda, Ketua IPSI Provinsi dan Kota se-Sulselbatra, rekanan Kodam, serta pimpinan media di Kota Makassar. Laga tersebut dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Kota Makassar pada Jumat, 19 Mei 2023.

Baca Juga : Satu Komando! PSHT Magetan Gelar Halal Bihalal dan Sarasehan

Turnamen Terbuka Pencak Silat Piala Kasad Memikat Peserta dari Sulsel, Sulbar, dan Sultra

Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Piala Kasad yang dibuka Mayjen TNI Totok Imam Santoso ini diikuti oleh 482 atlet dan official tim dari Sulsel, Sulbar, dan Sultra. Terdapat 35 kontingen yang berpartisipasi, dengan 350 atlet putra dan putri, serta 132 orang official tim yang berasal dari berbagai elemen, seperti TNI, Kepolisian, ASN, Siswa, dan masyarakat.

Kodam XIV Hasanuddin Mendukung Perkembangan Pencak Silat di Wilayahnya

Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan bahwa Kodam XIV Hasanuddin selalu mendukung dan memperhatikan perkembangan olahraga di wilayahnya, terutama dalam bidang pencak silat. Ia menekankan bahwa pelaksanaan open tournament yang diikuti oleh 26 perguruan pencak silat ini bertujuan sebagai ajang untuk melestarikan budaya asli bela diri Indonesia. Diharapkan turnamen ini dapat memunculkan bibit-bibit pesilat berbakat, berbudi luhur, dan berprestasi dari setiap daerah.

“Saya ingin kita menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai budaya kita sendiri. Jangan sampai kalah dengan bela diri dari negara lain yang masuk ke Indonesia. Saat ini, pencak silat sudah terlibat dalam beberapa event baik di tingkat nasional maupun internasional, dan hasilnya cukup membanggakan,” ungkapnya.

Pangdam Mengajak Generasi Muda Menggelorakan Pencak Silat

Jenderal bintang dua ini juga mengajak generasi muda untuk menggelorakan pencak silat dan membantu membangun kembali budaya bela diri ini agar dapat berkembang lebih baik. Pangdam juga menyatakan keinginannya untuk membantu pemerintah daerah dalam menyiapkan atlet pencak silat berprestasi yang dapat mengikuti event-event masa depan.

Menjaga Kekompakan dan Persaudaraan dalam Event Pencak Silat

Selain itu, dalam event ini, Pangdam juga mengajak semua peserta untuk tetap menjaga kekompakan, solidaritas, sinergi, serta berkumpul dalam momen kebersamaan dan persaudaraan. “Saya dilahirkan dari pesilat. Sejak tahun 1980, saya sudah menjadi siswa Pencak Silat, dan pada tahun 1985 saya resmi menjadi seorang pendekar. Saya juga telah mengemban beberapa jabatan di IPSI pusat, IPSI DKI, dan lain-lain,” tandasnya.

Baca Juga : Hak Cipta Pemeriksaan Ayam Jago PSHT

Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sulsel, Prof. Hasnawi Haris, menyampaikan rasa syukur, kebanggaan, dan apresiasi yang tinggi kepada Pangdam XIV/Hasanuddin yang telah bersedia menyelenggarakan Piala Kasad pada tahun ini. Hal ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat pencak silat Sulawesi Selatan.

Dalam kejuaraan ini, para peserta yang berhasil menjadi juara dan memenuhi kriteria tertentu akan diberangkatkan ke Bandung untuk mengikuti turnamen terbuka tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Dinas Jasmani Angkatan Darat (Disjasad).

Turnamen bergengsi Pencak Silat Piala Kasad 2023 yang diadakan di Kota Makassar merupakan ajang yang memikat minat banyak pesilat dari Sulsel, Sulbar, dan Sultra. Melalui turnamen ini, Kodam XIV Hasanuddin berperan aktif dalam mendukung dan memperhatikan perkembangan pencak silat di wilayahnya. Selain sebagai ajang untuk melestarikan budaya bela diri Indonesia, turnamen ini juga menjadi wadah bagi para atlet muda untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka.

Pangdam XIV/Hasanuddin mengajak generasi muda untuk menggelorakan pencak silat serta berkomitmen untuk membantu pemerintah daerah dalam menyiapkan atlet-atlet berprestasi. Kompak, solidaritas, dan kebersamaan menjadi nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam event ini, yang diharapkan dapat memperkuat persaudaraan di antara para peserta.

Dengan adanya Pencak Silat Piala Kasad ini, diharapkan semakin banyak bibit-bibit pesilat berbakat yang muncul dari setiap daerah, sehingga pencak silat Indonesia semakin berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Semoga turnamen ini dapat memberikan inspirasi dan semangat bagi generasi muda untuk mencintai dan menjaga warisan budaya bela diri Indonesia, khususnya pencak silat.

Ngamuk! Massa Pesilat Gresik Buat Onar di Polsek dan Rumah Sakit

Ngamuk! Massa Pesilat Gresik Buat Onar di Polsek dan Rumah Sakit

Ilmusetiahati.com – Ratusan massa pesilat Gresik menyerbu Polsek Balongpanggang dan menimbulkan keonaran. Beberapa warga yang melintas di jalan juga menjadi korban serangan para pesilat tersebut.

 Informasi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, bahwa terjadi kerusuhan yang melibatkan beberapa pesilat Gresik di RS Walisongo, Jalan Balongpanggang-Mojokerto, Gresik. Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai penyebab kerusuhan tersebut.

Baca Juga : Kapolda Jatim: Wajib Contoh Pencak Silat Magetan, Potensi Konflik Terendah Pencetak Pendekar Terbanyak

PU, salah satu keluarga pasien di RS Walisongo, mengatakan bahwa informasinya adalah para pesilat akan menggelar aksi demo di Polsek Balongpanggang. Namun, yang terjadi justru kerusuhan di rumah sakit. PU juga tidak mengetahui pasti penyebab kerusuhan tersebut, karena ia hanya sedang menunggu saudaranya yang sedang sakit di dalam rumah sakit.

PU mengecam tindakan pesilat Gresik yang mengadakan kerusuhan di rumah sakit. Menurutnya, rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang tenang untuk mempercepat penyembuhan pasien, bukan malah menjadi gaduh akibat ulah para pesilat.

Tidak hanya itu, kerusuhan juga terjadi di Jalan Pacuh yang berada dekat dengan Polsek Balongpanggang. Beberapa pengendara yang tidak mengetahui apa yang terjadi menjadi sasaran kemarahan para pesilat.

Beredar pula video korban pemukulan yang dilakukan oleh para pesilat. Dalam video tersebut, terlihat dua pria yang mengalami luka di kepala akibat pemukulan tersebut. Video tersebut juga menyebar di grup WhatsApp.

Baca Juga : Benarkah Ki Hadjar Hardjo Oetomo Tidak Punya Cucu ?

Kedua korban dipukul karena dianggap menghalangi konvoi pesilat Gresik yang hendak demo ke Polsek Balongpanggang.

SE, seorang warga Surabaya, adalah salah satu orang yang terjebak di tengah-tengah massa pesilat Gresik. Ia mengaku masih takut untuk pulang ke Surabaya karena situasi di Balongpanggang masih mencekam.

Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Aldhino Prima Wildan, mengaku masih belum mendapat informasi mengenai kerusuhan yang terjadi di rumah sakit. Namun, situasi di depan Polsek Balongpanggang saat ini masih kondusif.

Kapolda Jatim: Wajib Contoh Pencak Silat Magetan, Potensi Konflik Terendah Pencetak Pendekar Terbanyak

Kapolda Jatim: Wajib Contoh Pencak Silat Magetan, Potensi Konflik Terendah Pencetak Pendekar Terbanyak

Ilmusetiahati.com – Perguruan pencak silat di Kabupaten Magetan memiliki potensi konflik terendah nomor 1 di Jawa Timur, menurut Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Toni Harmanto. Hal ini disampaikan saat kegiatan ‘Jumat Curhat Kapolda Jatim’ di Pendapa Surya Graha, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Jumat (10/3/2023).

Menurut Irjen Pol Toni Harmanto, di Jawa Timur, banyak perguruan pencak silat yang mewarnai kegiatan mereka dengan keributan. Namun, di Magetan, mereka bergotong-royong dan baik-baik saja. Dengan guyub rukunnya perguruan di Magetan, Irjen Pol Toni Harmanto berharap hal ini dapat menjadi role model teladan bagi berbagai perguruan pencak silat di Jawa Timur. Bagaimana stake holder Pemerintah Kabupaten Magetan bisa membangun keguyuban tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipelajari.

Irjen Pol Toni Harmanto dan PJU Polda Jatim tiba di Pendapa Surya Graha, Magetan kurang lebih pukul 10:10 WIB. Kehadiran orang nomor satu di Polda Jatim tersebut disambut oleh Bupati Magetan Suprawoto, Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Ridwan, Drs. Nanang Budi Setyaji, M.Pd, Dewan Pembina IPSI Magetan sekaligus Ketua Cabang PSHT Magetan dan beberapa pejabat lainnya.

Baca Juga : 6 Fakta Kasus PSHT PM di Mojokerto,Pesilat Serang dan Lukai Warga

Sebelum memulai kegiatan ‘Jumat Curhat Kapolda Jatim’, Irjen Pol Toni Hermanto memberikan santunan kepada anak stunting dan yatim di Magetan. Selain itu, dia juga meninjau langsung cek kesehatan gratis yang bekerjasama dengan Si Dokes Polres Magetan dan RS Bhayangkara Nganjuk, serta donor darah dan vaksinasi booster yang bekerjasama dengan PMI Magetan.

Bupati Magetan Suprawoto yang juga merupakan Dewan Cabang PSHT Magetan mengatakan bahwa kegiatan ‘Jumat Curhat Kapolda Jatim’ sangat bermanfaat untuk menampung aspirasi masyarakat. Dengan demikian, jika ada suatu persoalan, maka bisa segera diselesaikan. Dia berharap kegiatan tersebut bisa terus berjalan di Magetan, sehingga problem Kamtibmas bisa terjaga dan segera diselesaikan jika ada.

Drs. Nanang Budi Setyaji, M.Pd, berharap agar Kapolda memberikan dukungan terhadap slogan “sing akur kabeh sedulur” untuk menjadi slogan resmi IPSI dan memperkuat rasa kebersamaan antara para pesilat di Magetan. Slogan tersebut digagas oleh Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Ridwan, saat ia menyelenggarakan Turnamen Pencak Silat Kapolres Cup beberapa waktu lalu. “Kami, sebagai anggota IPSI, belum memiliki slogan kebersamaan. Oleh karena itu, kami meminta izin dari Pak Kapolres untuk menggunakan slogan tersebut sebagai slogan resmi,” tambahnya.

Baca Juga : Sejarah Pamter atau Paspamter PSHT

Kapolda Jatim, Toni Harmanto, mengungkapkan bahwa sejumlah perselisihan antar perguruan silat di Jawa Timur telah menyebabkan beberapa korban luka dan bahkan kematian. Oleh karena itu, himbauan untuk tidak melakukan latihan pada hari Sabtu dan Minggu bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya konflik. “Setelah saya memetakan tempat-tempat berkumpul dan bergerombol, masalah muncul pada waktu-waktu tersebut. Setelah adanya himbauan tersebut, jumlah kejadian menurun karena tidak ada pertemuan fisik antara anggota pencak silat,” katanya.

Toni Harmanto mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan permintaan dari para pesilat di Kabupaten Magetan, mengingat tidak pernah ada konflik antar perguruan silat di daerah tersebut. “Silakan jika Kapolres memiliki pertimbangan di sini, karena tidak ada konflik antar perguruan silat di sini,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Jumat Curhat merupakan salah satu program yang diinisiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Program ini juga dilaksanakan Kapolda Jatim di Kabupaten Magetan sebagai salah satu program aspiratif yang diadakan secara tatap muka dengan masyarakat untuk mendengarkan langsung dinamika yang terjadi di masyarakat.