Arsip Tag: pamter

Ngaku Paling Sah, Oknum Pamter Penyerang PSHT UINSA Dipenjara Satu Tahun

Ngaku Paling Sah, Oknum Pamter Penyerang PSHT UINSA Dipenjara Satu Tahun

Ilmusetiahati.com – Ngaku paling Sah, Oknum Pamter dipenjara, mereka Ahmad Sa’id dan Suwanto telah divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya karena melakukan penganiayaan terhadap tiga orang anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), yaitu Indung Kisworo, Muhammad Bukhori, dan Rozag Syafrisal. Ketiganya mengalami luka luka akibat pemukulan yang dilakukan oleh kedua terdakwa.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di halaman Aula Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA), Jalan Ahmad Yani. Pada saat itu, kedua terdakwa bersama-sama dengan Rudy Suryo Susanto, Bambang Supriyo, Sugeng, serta Muji dan 30-an gerombolan komunitas Pamter lainnya bermaksud untuk membubarkan acara dikarenakan doktrin bahwa Organisasi para pelaku ini merasa paling sah, legal dan sakti.

Baca Juga : Soeratno Sorengpati Pencetus Nama SH Terate

Rudy dan Bambang kemudian menemui Muhammad Bukhori di depan Aula UINSA dan meminta agar acara tersebut segera dibubarkan. Bukhori dan Indung yang merupakan warga PSHT pun mempersilakan mereka untuk masuk dan menghadiri acara tersebut. Namun, ketika Bukhori mencoba masuk ke dalam Aula UINSA untuk menyelamatkan Ketua UKM UINSA Roudlotus Tsaniyah, dia dihalang-halangi oleh para terdakwa.

Bambang Supriyo dengan tangan kanannya memiting leher Bukhori ke arah belakang dan Rudy Suryo Susanto memukuli pipi Muhammad Bukhori bagian kanan sebanyak dua kali. Akibat dari tindakan tersebut, ketiganya mengalami luka berat dan kedua terdakwa pun divonis satu tahun penjara.

Meskipun demikian, penasihat hukum dari kedua terdakwa, yaitu Moch Kholis, memohon keringanan hukuman karena korban telah memberikan maaf kepada para terdakwa dan mereka merupakan satu organisasi. Namun, keputusan akhir tetap di tangan pengadilan.

Baca Juga : Sejarah dan Kronologi Demo Padepokan PSHT

Kasus penganiayaan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga sikap dan perilaku yang baik dalam berorganisasi serta menghormati hak-hak orang lain. Tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dan harus dihindari dalam segala situasi. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan tindakan tegas terhadap siapapun yang melakukan tindakan kekerasan, terutama dalam konteks organisasi.

Serang Acara Bedah Buku PSHT UINSA, Oknum Pamter Kena Karma Menderita di Pengadilan

Serang Acara Bedah Buku PSHT UINSA, Oknum Pamter Kena Karma Menderita di Pengadilan

Ilmusetiahati.com – Mahasiswa dan Oknum anggota Pamter PSHTPM Surabaya, Ahmad Sa’id dan Suwanto, menjalani sidang dakwaan terhadap kasus penganiayaan yang terjadi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Jaksa penuntut umum, Harwiadi, mendakwa kedua terdakwa dengan Pasal 170 ayat (2) Ke-1 KUHP terkait penganiayaan yang terjadi pada Kamis 18 April 2019.

Acara Bedah Buku Yang Digelar PSHT Cabang Surabaya Dibubarkan Kedua terdakwa datang bersama oknum PAMTER  lain, diantaranya Rudy Suryo Susanto (Buron), Bambang Supriyo (Buron), Sugeng (Buron), Muji (Buron), hingga 30 orang lainya.

Baca Juga : Rekaman CCTV Tabrak Lari Yang Tewaskan Pesilat di Sragen Akhirnya dibuka

Mereka hadir bersama dengan  sekitar 30 gerombolan Komunitas Pamter PSHTPM  untuk secara sadar dan berencana membubarkan acara Bedah Buku yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) UINSA. Mereka mengaku mendapat doktrin untuk sengaja datang untuk membubarkan acara karena belum mendapat izin dari pengurus kubu PSHTPM Cabang Surabaya.

Penganiayaan Terjadi Saat Bukhori Menyelamatkan Ketua UKM PSHT UINSA, Saat tamu datang Bukhori dan Indung yang merupakan warga PSHT mempersilakan mereka masuk dan memperbolehkan menghadiri acara.

Sambutan tersebut malah dibalas dengan serangan membabi buta oleh gerombolan Komunitas Pamter.  Bukhori lalu masuk ke dalam Aula UINSA untuk menyelamatkan Ketua UKM UINSA, Roudlotus Tsaniyah, tetapi dilarang oleh Ahmad Sa’id dan rekan-rekannya. Bambang langsung memiting leher Bukhori dan Rudy Suryo Susanto memukuli pipinya. Suwanto memukul kepala Bukhori dan Muji juga memukuli wajahnya. Saat Indung berusaha menolong, lehernya juga dipiting oleh Ahmad Sa’id.

Baca Juga : Mengenal Sosok R.M Imam Koessoepangat

Usai puas melancarkan aksi kejinya, Ahmad Sa’id, Suwanto, dan Oknum Pamter lainya pergi meninggalkan tempat tersebut. Namun, perbuatan para terdakwa meninggalkan sejumlah luka luka pada para korban.

Laporan ke Polisi dan Tangkapan Terdakwa Setelah luka-luka yang dialami oleh Indung Kisworo, Muhammad Bukhori, dan Rozag Syafrisal dilaporkan ke polisi, para terdakwa setelah melalui visum terbukti melakukan penganiayaan dan ditangkap oleh polisi.

Sebelumnya juga telah beredar luas, Video Puluhan Anggota Komunitas Pamter Surabaya mundur menyerahkan atribut mereka, mereka kesal dan kecewa terhadap elit pimpinan atas PSHTPM.
Para elit pimpinan atas PSHTPM yang memberikan doktrin, tapi ketika para Pamter terkena Pidana mereka lari dari tanggung jawab.

Kronologi Penyerangan PAMTER di MUSDA IPSI Depok

Kronologi Penyerangan PAMTER di MUSDA IPSI Depok

Ilmusetiahati.com – Kronologi Penyerangan PAMTER di MUSDA IPSI Depok. Hari Minggu, 9 Januari 2022 berlangsung kegiatan musyawarah ke VI IPSI kota Depok. Ketua PSHT Cabang Kota Depok memberikan surat mandat kepada Ketua I Bid Organisasi saudara Giwanto untuk menghadiri dan mewakili PSHT Cabang Kota Depok.

Saudara Giwanto hadir pukul 07.45 WIB dari undangan pukul 08.00 WIB.

Memasuki lokasi KONI baik dipelataran parkir dan halaman terlihat panitia dan undangan Perguruan yg hadir.

Setelah absen dan menyerahkan surat mandat saudara Giwanto masuk kedalam gedung dan bertemu dari berbagai perwakilan Perguruan dan saling komunikasi.

Baca Juga : PSHT Bekasi Gelar Kejuaraan Bupati Cup

Kegiatan di mulai pukul 09.15, diawali dengan:

1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al-Quran
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
4. Pembacaan prasetya pesilat Indonesia
5. Laporan Ketua panitia
6. Sambutan ketua IPSI Depok
7. Sambutan perwakilan IPSI Jawa Barat
8. Sambutan ketua KONI Depok

Setelah itu istirahat coffee break.

Pada saat coffee break saudara Giwanto keluar dan melihat dari pihak PSHTPM ada ketua cabang dan ketua dewan, pamter dan angkatan Darat berseragam lengkap dari 328 cilodong bersama mereka. Saudara Giwanto tidak tahu untuk apa mereka berada disana padahal yang boleh hadir hanyalah yang membawa surat mandat.

Pada saat yang tidak lama Saudara Giwanto mendapat info dari pihak Korlap juga merapat ke wilayah KONI karena melihat pihak PSHTPM ada di lingkungan KONI.

Setelah Coffee break, saudara Giwanto masuk ke ruang kegiatan dengan agenda:

1. Sidang pleno 1 (penetapan pimpinan sidang dan mengesahkan tatib)
2. Sidang pleno 2 (laporan pertanggungjawaban pengurus IPSI Depok periode 2017-2021
3. Sidang pleno 3 (pemilihan ketua umum IPSI kota Depok) yg di lakukan secara aklamasi atas dukungan Perguruan silat yg ada di kota Depok, maka terpilih kembali ketua lama yaitu H. Hasanudin, S. Sos.

Mulai terjadi riak-riak didalam manakala pemilihan formatur untuk jajaran Perguruan IPSI, sudah ditentukan formatur 5 orang (2 dari unsur demisioner, 2 dari Perguruan serta 1 dari perwakilan IPSI kecamatan).

Dalam usulan formatur dari Perguruan silat, dimulai dari Perguruan silat IKS yang mengusulkan pihak 17 atas nama Jumali dari PSHT, mendengar hal tersebut saudara Giwanto protes bahwa Jumali bukan dari PSHT, tapi dia dari PSHTPM, hal yg sama dari Perguruan Pagar Nusa yang mengusulkan Jumali dari PSHT. Lagi-lagi saudara Giwanto protes bahwa dia dari PSHTPM. Saudara Giwanto sampaikan bahwa yang mendapatkan SK dari IPSI adalah PSHT.

Ada juga dari perwakilan IPSI Sukmajaya juga mengusulkan hal yang sama. Akhirnya saudara Giwanto menyampaikan boleh saja dia sebagai formatur tapi perlu dilihat lagi apakah PSHT PM sudah mendapatkan SK dari IPSI? Hal tersebut akan mencederai AD/ART IPSI sendiri jika nantinya nama formatur ini atas nama Jumali benar-benar menjadi pengurus.

Baca Juga : Gelapkan Dana Yayasan SH Terate, Polda Jatim Mulai Gelar Perkara

Akhirnya keputusan formatur pengurus tersebut disahkan oleh pimpinan sidang yang diwakili dari KONI, sekali lagi ini hanya formatur dan belum ada keputusan.

Apalagi informasi yg beredar ada tingkat II dari PSHTPM yg jadi pengurus IPSI sekali lagi tidak ada dan belum ada keputusan.

Kegiatan berakhir dan ditutup dengan do’a.

Sampai sini situasi aman terkendali dan hanya Foto-foto bersama. Situasi mulai memanas manakala kelompok mereka Foto-foto dengan pengurus IPSI dan KONI.

Sementara yang kita tahu bahwa kenyataan dilapangan dan informasi yang berkembang biasanya pihak PSHTPM mengklaim bahwa PSHT adalah yang syah karena cuma lantaran foto bareng setelah bubar.

Kejadian keributan terjadi pada saat mereka foto bersama dengan pengurus KONI ada dari pihak PSHT yg ikut dalam foto tersebut tapi ditarik oleh pamter, melihat kejadian itu salah satu anggota korlap tidak Terima menarik balik anggota pamter.

Disinilah cek cok mulut terjadi sampai pada akhirnya pihak PSHTPM dan pamter diminta untuk meninggalkan area KONI oleh korlap. Tidak ada pukul memukul sekali lagi tidak ada pukul memukul yang ada hanya tarik menarik.

Kejadian tersebut disaksikan oleh peserta musyawarah kota IPSI Depok, sambil mereka melantunkan sholawat.

Demikian kronologis yang disampaikan langsung oleh saudara Giwanto Ketua I Bid Organisasi PSHT Cabang Depok.