Arsip Tag: lambang psht

Makna Lambang PSHT

1. Segi empat panjang
– Bermakna Perisai.

2. Dasar Hitam
– Bermakna kekal dan abadi.

3. Hati putih bertepi merah
– Bermakna juga cinta kasih ada batasnya.

4. Merah melingkari hati putih
– Juga memiliki makna berani mengatakan yang ada dihati/kata hati.

5. Sinar
– Selanjutnya Bermakna jalannya hukum alam/hukum kelimpahan.

6. Bunga Terate
– Juga Bermakna kepribadian yang luhur

7. Bunga terate mekar, setengah mekar dan kuncup.
– Bermakna juga dalam bersaudara tidak membeda-bedakan latar belakang

8. Senjata silat
– Selanjutnya bermakna pencak silat sebagai benteng Persaudaraan.

9. Garis putih tegak lurus tengah-tengah merah
– Bermakna berani karena benar, takut karena salah

10. Persaudaraan Setia Hati Terate
– Bermakna mengutamakan hubungan antar sesama yang tumbuh dari hati yang tulus, ikhlas, dan juga bersih.
– Apa yang dikatakan keluar dari hati yang tulus.
– Kepribadian yang luhur.

11. Hati putih bertepi merah terletak pada tengah-tengah lambang
– Bermakna netral.

Sejarah Lambang PSHT

Poro kadang Kinasih, kita yakin pasti banyak yg belum tahu dan bertanya-tanya siapakah sejatinya yang menciptakan lambang Persudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ).

Berikut sejarah penciptaan lambang PSHT berdasarkan uraian pelaku sejarah Kangmas Soewignyo Dibyomartono (Putra Bp. Santoso Ketua Dewan Pertama Persaudaraan Setia Hati Terate) yang masih hidup hingga saat ini.

Berikut penuturannya : “Yang membuat lambang Persaudaraan Setia Hati Terate itu ada 3 orang, mereka adalah
Mas Badini
Mas Soesanto (Kakak Mas Soewignyo Dibyomartono)
Ny. Santoso (Ibunda Mas Soewignyo Dibyomartono)

Beliau bertiga berkumpul pada rumah Ny. Santoso ibu Mas Soewignyo.

Yang menentukan desain lambang adalah ibu Mas Soewignyo Ny. Santoso dan yang mengatur tata letak gambar Pak Badini dan kemudian beliau Pak Badini dan Mas Soesanto melakukan tirakat nyepi utk memohon petunjuk dan berkah Allah, sehingga kemudian terciptalah lambang Persaudaraan Setia Hati Terate  yang sarat makna yg kita gunakan hingga saat ini.” Pak Badini telah melukis beberapa lambang tersebut dalam kaca cermin atas bimbingan Ny. Santoso, yang terkenal sebagai seniwati lukis kaca

Demikian petikan sejarah yang bisa kita jadikan khasanah pengetahuan untuk kita semua.

Eyang Badini Penyempurna Lambang PSHT

Ilmusetiahati.com – Eyang Badini lahir di Magetan Minggu Pon 9 September 1923, beliau merupakan kadhang SH bimbingan langsung Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Tercatat saat itu beliau berlatih seangkatan dengan Hardjo Soejono, Soemodiran, Soetomo Mangkoedjojo, Soemodirdjo, dan Pamoedji pada tahun 1934.

Beliau sendiri dikecer tahun 1938 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan bimbingan senior beliau Hardjo Mardjoet.

Baca Juga : Dilaporkan Pagar Nusa, PSHT PM Mojokerto: Monggo diproses

Pada 25 Maret 1951 beliau bersama 30 Kadhang SH PSC lainya berkumpul untuk memenuhi wasiat terakhir Ki Hadjar Hardjo Oetomo yaitu membentuk wadah baru untuk melestarikan ajaran beliau.

Hasil dari musyawarah tersebut adalah merumuskan beberapa hal diantaranya: pencetusan nama Persaudaraan Pentjak “Setia Hati” Terate, pembuatan AD/ART, pembuatan lambang, serta membentuk pengurus.

Saat itu Eyang Badini ditunjuk sebagai pelatih bersama Hardjo Mardjoet, beliau adalah tokoh SH yang memiliki jiwa seni tinggi yang mampu menyempurnakan lambang PSHT hingga dipakai sampai saat ini, beliau juga ahli solo spell dan pernah menjadi juara 1 tunggal putra Jawa Timur di Jember.

Penyempurnaan lambang PSHT dilakukan oleh 3 sosok yaitu Eyang Badini, Mas Soesanto ( putra Eyang Santoso Ketua Umum PSHT 1951) dan Nyonya Santoso yang dikenal sebagai seniwati lukis kaca, beliau lah yang membantu Eyang Badini untuk melukis beberapa lambang dalam kaca cermin.

Baca Juga : Asal Usul Lambang PSHT Persaudaraan Setia Hati Terate

Tahun 1954 bersama Hardjo Mardjoet mendapat kehormatan untuk mendemonstraskan seni pencak silat di Istana Kepresidenan Jakarta dan disaksikan langsung oleh Presiden Ir. Soekarno.

Tahun 1977 beliau juga mendapat amanah untuk memimpin PSHT atau menjadi Ketua Umum sampai tahun 1981, selepas tahun 1981 Mas Tarmadji diangkat menjadi Ketua Umum dan Dewan Pusat diduduki oleh Eyang Badini, RM. Imam Koessoepangat beserta pendekar PSHT lainya.

Eyang Badini Wafat hari Kamis Kliwon 3 November dikebumikan di makam Desa Ringin Agung, Ngariboyo, Magetan.

Berikut merupakan profil dan sejarah singkat Eyang Badini tokoh dari Magetan yang memiliki andil besar dalam perkembangan PSHT.

Rapat Koordinasi Suro 2021 Kota Madiun

Rapat Koordinasi Suro 2021 Kota Madiun

Ilmusetiahati.com – Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H atau 1 Suro sebentar lagi. Muharram merupakan moment spesial khususnya di Kota Madiun. Banyak kegiatan dari perguruan pencak silat selama Suro tersebut. Namun, kegiatan tahunan itu terancam ditiadakan jika Kota Pendekar masih dalam status PPKM Level 4 maupun 3. Karenanya, Wali Kota Madiun Maidi mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya para ketua perguruan untuk sama-sama menurunkan level PPKM di Kota Madiun.

‘’Semua kegiatan itu kan mengacu dari level PPKM-nya. Kalau level 4 seperti sekarang kan aturannya sudah jelas. Kalau mau ada kegiatan agak bebas, ya ayo bareng-bareng kita turunkan levelnya,’’ kata wali kota usai Rapat Koordinasi Eksternal dalam rangka Persiapan Ops Aman Suro Semeru 2021 di Polres Madiun Kota, Kamis (29/7).

Baca Juga : Audiensi PSHT Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali 

Wali kota memastikan tidak akan ada kegiatan suro jika Kota Madiun masih berstatus PPKM level 4. Karenanya, wali kota mengajak untuk bersama-sama menurunkan level PPKM Kota Pendekar. Seperti diketahui, perpanjangan PPKM Level 4 dijadwalkan hingga 2 Agustus nanti. Namun, belum dapat diketahui apakah akan diperpanjang atau level PPKM Kota Madiun diturunkan pemerintah pusat. Sedang, 1 Muharram jatuh pada 10 Agustus mendatang. Artinya, masih ada waktu untuk sama-sama berjuang menurunkan level PPKM di Kota Madiun.

‘’Semua yang punya gawe besar, ayo sama-sama mempromosikan protokol kesehatan. Kalau masyarakat tertib prokes, yang sehat tidak sakit, yang sakit segera sembuh, dan angka konfirmasi semakin turun. Sudah, level kita akan turun,’’ ujarnya.

Baca Juga : Ki Hadjar Hardjo Oetomo Pendiri PSHT

Wali kota berharap masyarakat untuk terus disiplin prokes. Petinggi perguruan juga memiliki tanggung jawab untuk semakin mendisiplinkan masyarakat. Wali kota optimis jika prokes semakin ditingkatkan pandemi semakin bisa dikendalikan. Harapannya, level PPKM semakin diturunkan dan pelonggaran-pelonggaran semakin diberikan.

‘’Prinsipnya kalau masih seperti ini semua kegiatan masih belum diperbolehkan. Kita mengacu aturan pusat,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo).

Baca Juga : PSHT 

Asal Usul Logo PSHT Persaudaraan Setia Hati Terate

Asal Usul Logo PSHT Persaudaraan Setia Hati Terate

Ilmusetiahati.com – Poro kadang Kinasih, kita yakin pasti banyak yg belum tahu dan bertanya-tanya siapakah sejatinya yang menciptakan logo Persudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ).

Baca Juga : Silaturahim Ketua Umum PSHT dan Ketua Umum Pemuda Pancasila

Berikut sejarah penciptaan logo PSHT berdasarkan uraian pelaku sejarah Kangmas Soewignyo Dibyomartono (Putra Bp. Santoso Ketua Dewan Pertama Persaudaraan Setia Hati Terate) yang masih hidup hingga saat ini.

Berikut penuturannya : “Yang membuat logo Persaudaraan Setia Hati Terate itu ada 3 orang, mereka adalah
Mas Badini
Mas Soesanto (Kakak Mas Soewignyo Dibyomartono)
Ny. Santoso (Ibunda Mas Soewignyo Dibyomartono)

Beliau bertiga berkumpul di rumah Ny. Santoso ibu Mas Soewignyo.

Yang menentukan desain lambang adalah ibu Mas Soewignyo Ny. Santoso dan yang mengatur tata letak gambar Pak Badini dan kemudian beliau Pak Badini dan Mas Soesanto melakukan tirakat nyepi utk memohon petunjuk dan berkah Allah, sehingga kemudian terciptalah lambang Persaudaraan Setia Hati Terate  yang sarat makna yg kita gunakan hingga saat ini.” Pak Badini telah melukis beberapa logo tersebut dalam kaca cermin atas bimbingan Ny. Santoso, yang dikenal sbg seniwati lukis kaca

Demikian petikan sejarah yang bisa kita jadikan khasanah pengetahuan untuk kita semua.

Semoga para sesepuh yang telah berdaya upaya menciptakan logo Persaudaraan Setia Hati Terate senantiasa mendapatkan Berkah dan Rahmat Allah SWT.
(Biro Humas PSHT

Asal Usul Lambang PSHT Persaudaraan Setia Hati Terate

Asal Usul Lambang PSHT Persaudaraan Setia Hati Terate

Ilmusetiahati.com – Poro kadang Kinasih, kita yakin pasti banyak yang belum tahu dan bertanya-tanya siapakah sejatinya yang menciptakan lambang Persudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ).

Baca Juga : Silaturahim Ketua Umum PSHT dan Ketua Umum Pemuda Pancasila

Berikut sejarah penciptaan lambang PSHT berdasarkan uraian pelaku sejarah Kangmas Soewignyo Dibyomartono (Putra Bp. Santoso Ketua Dewan Pertama Persaudaraan Setia Hati Terate) yang masih hidup hingga saat ini.

Berikut penuturannya : “Yang membuat lambang Persaudaraan Setia Hati Terate itu ada 3 orang, mereka adalah
Mas Badini
Mas Soesanto (Kakak Mas Soewignyo Dibyomartono)
Ny. Santoso (Ibunda Mas Soewignyo Dibyomartono)

Beliau bertiga berkumpul di rumah Ny. Santoso ibu Mas Soewignyo.

Yang menentukan desain lambang adalah ibu Mas Soewignyo Ny. Santoso dan yang mengatur tata letak gambar Pak Badini dan kemudian beliau Pak Badini dan Mas Soesanto melakukan tirakat nyepi untuk memohon petunjuk dan berkah Allah, sehingga kemudian terciptalah lambang Persaudaraan Setia Hati Terate  yang sarat makna yang kita gunakan hingga saat ini.” Pak Badini telah melukis beberapa lambang tersebut dalam kaca cermin atas bimbingan Ny. Santoso, yang dikenal sbg seniwati lukis kaca

Demikian petikan sejarah yang bisa kita jadikan khasanah pengetahuan untuk kita semua.

Semoga para sesepuh yang telah berdaya upaya menciptakan lambang Persaudaraan Setia Hati Terate senantiasa mendapatkan Berkah dan Rahmat Allah SWT.
(Biro Humas PSHT

Asal Usul PSHT Logo Persaudaraan Setia Hati Terate

Asal Usul Logo PSHT Persaudaraan Setia Hati Terate

Ilmusetiahati.com – Poro kadang Kinasih, kita yakin pasti banyak yg belum tahu dan bertanya-tanya siapakah sejatinya yang menciptakan logo Persudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ).

Baca Juga : Silaturahim Ketua Umum PSHT dan Ketua Umum Pemuda Pancasila

Berikut sejarah penciptaan logo PSHT berdasarkan uraian pelaku sejarah Kangmas Soewignyo Dibyomartono (Putra Bp. Santoso Ketua Dewan Pertama Persaudaraan Setia Hati Terate) yang masih hidup hingga saat ini.

Berikut penuturannya : “Yang membuat logo Persaudaraan Setia Hati Terate itu ada 3 orang, mereka adalah
Mas Badini
Mas Soesanto (Kakak Mas Soewignyo Dibyomartono)
Ny. Santoso (Ibunda Mas Soewignyo Dibyomartono)

Beliau bertiga berkumpul di rumah Ny. Santoso ibu Mas Soewignyo.

Yang menentukan desain lambang adalah ibu Mas Soewignyo Ny. Santoso dan yang mengatur tata letak gambar Pak Badini dan kemudian beliau Pak Badini dan Mas Soesanto melakukan tirakat nyepi utk memohon petunjuk dan berkah Allah, sehingga kemudian terciptalah lambang Persaudaraan Setia Hati Terate  yang sarat makna yg kita gunakan hingga saat ini.” Pak Badini telah melukis beberapa logo tersebut dalam kaca cermin atas bimbingan Ny. Santoso, yang dikenal sbg seniwati lukis kaca

Demikian petikan sejarah yang bisa kita jadikan khasanah pengetahuan untuk kita semua.

Semoga para sesepuh yang telah berdaya upaya menciptakan logo Persaudaraan Setia Hati Terate senantiasa mendapatkan Berkah dan Rahmat Allah SWT.
(Biro Humas PSHT